Kita sering sekali mendengar kata “filsafat”. Hal yang pertama kali kita ingat ketika mendengar kata filsafat tentu saja para tokoh filsuf dunia. Lalu, apakah arti “filsafat” itu sendiri? Lalu bagaimana cara berpikir filsafat itu?
Apa itu “filsafat”?
Filsafat berasal dari bahasa Yunani dari kata “Philo Shopia”. Philo bermakna kan “cinta” sedangkan Sophia dapat diartikan sebagai “kesucian, kebijaksanaan, atau kebenaran”.
Sedangkan pengertian filsafat menurut para ahli yaitu:
1. WJS Poerwadarminta
Filsafat merupakan pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai sebab-sebab, asas-asas hukum dan sebagainya daripada segala yang ada dalam alam semesta atau mengetahui kebenaran dan arti “adanya” sesuatu.
2. Bertrand Russel
Filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan dalam ilmu.
3. Immanuel Kant (1724-1804)
Sementara itu Immanuel Kant merumuskan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok pangkal dan puncak segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya empat persoalan yaitu:
Apa yang dapat kita ketahui? Metafisika
Apa yang harus dilakukan? Etika
Sampai di manakah harapan kita? Agama
Apa hakikat manusia? Antropologi
Baca Juga: Arti Filsafat Ilmu Pengetahuan
Apa itu “ilmu”?
Ilmu berasal dari bahasa Yunani dari kata “Logos” yang berartikan “ucapan, pembicaraan, pikiran, akalbudi”. Kata ilmu juga berasal dari bahasa Arab yakni ilm’ yang berarti “pengetahuan”, merupakan lawan kata dari “jahl” yang artinya ketidaktahuan atau kebodohan. Ilmu berasal dari kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis dan bersedia di konfirmasi baik secara verifikasi yaitu dilacak letak kebenarannya ataupun falsifikasi yaitu dilacak letak kesalahannya, serta bersifat terbuka.
Cara mentransformasikan berpikir filsafat menjadi ilmu
Di dalam pemikiran filsafat, simulasi dalam pemikiran nya dilakukan secara komprehensif dan mendalam. Lalu, agar hal tersebut menjadi ilmu, simulasi dalam aktivitasnya Riil sehingga bisa dievaluasi dan dikembangkan. Ilmu harus berkembang melalui riset.
Maka dari itu, simulasi filsafat harus menghasilkan gagasan riset berupa ditemukannya pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Ilmu harus berkembang melalui riset dan pembuktian, itulah mengapa sihir, magic, dukun, dan hal semacamnya bukanlah sebuah ilmu karena tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Baca Juga: Mengenal Manusia dan Filsafat
Dimensi berpikir filsafat
Dimensi adalah ruang lingkup dalam proses berpikir atau perbincangan. Gejalanya harus diamati dengan saksama agar dapat memperoleh sebuah makna. Dimensi dapat hadir dibalik suatu hal (past), dimensi dapat hadir dalam suatu hal saat ini (current), serta dimensi dapat hadir dalam suatu hal yang akan datang (future).
Jujun SuriaSumantri membagi dimensi menjadi tiga, yaitu:
- Ontologis yaitu bagaimana atau mengapa sesuatu tersebut dapat terjadi. Ontologis membahasa mengenai keberadaan atau konsep antara “ada” atau “tiada”. Ontologis berbicara mengenai ada atau tidak adanya subjek atau objek yang dimaksud.
- Epistimologis yaitu mempelajari tentang hakikat dan pengetahuan, identifikasi dan rasionalitas keyakinan. Epistimologis lebih mempertanyakan tentang bagaimana proses sesuatu tersebut terjadi.
- Aksiologis yaitu mempelajari kebermanfaatan baru suatu pengetahuan. Aksiologis mempertanyakan tentang apa manfaat dari sesuatu tersebut atau dampak dari sesuatu tersebut.

Tokoh filsuf gagasan perang
- Von Clausewitz
- Karl Houshoffer
- Spykman
- Thucycides
Tokoh filsuf gagasan politik (political ideas)
- Aristoteles dan Plato
- Imam Mawardi
- Ibnu Khaldun
- Morgenthau
Tokoh filsuf gagasan perkembangan ilmu
- Imam Ahmad bin Hambali
- Ibnu Sina
- Ptelemous
- Copernicus
- Rene Descartes
- Confusius
Tokoh filsuf gagasan politik dan ekonomi
- Karl Marx
- Adam Smith
- Kautilya
- Socrates
Dengan memahami apa itu filsafat ilmu dan cara penerapannya memberikan dasar dan landasan untuk kita berpikir logis, sistematis dan metodologis. Ilmu filsafat memperkenalkan alur berpikir dalam kegiatan keilmuan yang dapat diaplikasikan dalam peningkatan penalaran, penerapan kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah serta mendiagnosis masalah dan mencari alternatif pemecahannya.
Baca Juga: Apa sih Filsafat Itu?
Daftar Pustaka:
Ratri Sinta Wulandari
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Editor: Diana Pratiwi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













