Membangun Komunikasi Inklusif: Pendampingan Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Samudra Lavender Bangkalan

SLB Samudra Lavender Bangkala
Foto: Dok. MMI

Pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali, termasuk anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya.

Kehadiran sekolah luar biasa menjadi salah satu bentuk upaya dalam menyediakan layanan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

SLB Samudra Lavender yang berlokasi di Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang berperan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Sekolah ini melayani peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam.

Dalam proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya membutuhkan dukungan akademik, tetapi juga pendampingan dalam aspek komunikasi, interaksi sosial, serta pengembangan rasa percaya diri.

Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah, ditemukan beberapa tantangan yang dihadapi peserta didik.

Sebagian siswa masih mengalami kesulitan memahami instruksi, berkomunikasi dengan guru dan teman sebaya, serta menunjukkan keterbatasan dalam berinteraksi sosial.

Peserta didik baru juga masih mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang ditandai dengan perilaku menangis, tantrum, dan keinginan untuk kembali ke rumah.

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam bidang komunikasi kesehatan dan pengabdian masyarakat, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan program “Pendampingan dan Pengembangan Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Samudra Lavender”.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta kepercayaan diri peserta didik melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi belajar bersama, pendampingan saat ujian, kegiatan bercerita, permainan edukatif, dan aktivitas kelompok.

Pendekatan yang digunakan menekankan pada komunikasi yang adaptif, partisipasi aktif, dan suasana belajar yang nyaman bagi peserta didik.

Dalam kegiatan belajar bersama, mahasiswa membantu siswa memahami materi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pendampingan saat ujian dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih tenang sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman.

Sementara itu, kegiatan bercerita dan permainan edukatif digunakan sebagai sarana melatih kemampuan mendengarkan, konsentrasi, komunikasi, dan kerja sama antarsiswa.

Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang positif.

Peserta didik mulai menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berkomunikasi, keberanian menyampaikan pendapat, serta keterlibatan dalam aktivitas kelompok.

Interaksi sosial antara siswa juga mengalami perkembangan yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam kegiatan bersama.

Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Melalui keterlibatan langsung di lingkungan pendidikan inklusif, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai pentingnya empati, komunikasi interpersonal, serta kemampuan beradaptasi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sarana prasarana, perbedaan karakteristik peserta didik, dan keterbatasan waktu pelaksanaan, program tetap dapat berjalan dengan baik melalui penyesuaian metode pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa komunikasi yang inklusif dan pendampingan yang tepat dapat membantu anak berkebutuhan khusus mengembangkan potensi dirinya.

Dukungan dari sekolah, mahasiswa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Ke depan, program pendampingan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa juga perlu terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan inklusif di Indonesia.


Penulis:
1. Putri Nur Azizah (NIM 240531100104)
2. Lubna Nurani Elya Nagara (NIM 240531100146)
3. Erna Diana Sari (NIM 240531100152)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Trunodjoyo Madura


Dosen Pengampu: Dr. Farida Nurul Rachmawati


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses