Abstract
The rapid development of digital technology in the Industrial 4.0 era has changed the demands for human resource competencies. Students are required to possess digital skills to compete in education and employment sectors. However, many students still have limited understanding of digital literacy, digital communication, online collaboration, and the utilization of productivity applications. Therefore, this community service program was conducted through digital skill training for students at Yayasan YMIK Joglo, West Jakarta. The activity involved 45 students from grades XI and XII and was implemented through interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The results showed a significant improvement in participants’ digital competencies. The average pre-test score of 60.5 increased to 86.8 in the post-test, representing a 43.5% improvement. Participant satisfaction also indicated a “Very Good” category across all evaluation aspects. The program successfully enhanced students’ understanding of digital literacy, productivity software utilization, online collaboration, and digital communication skills. This training effectively contributed to improving the quality of human resources and preparing students for future digital challenges.
Keywords: Digital Skills, Digital Literacy, Vocational Students, Human Resources, Industry 4.0.
Abstrak
Perkembangan teknologi digital yang pesat pada era Industri 4.0 telah mengubah tuntutan kompetensi sumber daya manusia. Siswa dituntut memiliki kemampuan digital agar mampu bersaing dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja. Namun demikian, masih banyak siswa yang memiliki keterbatasan dalam pemahaman literasi digital, komunikasi digital, kolaborasi daring, dan pemanfaatan aplikasi produktivitas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan digital skill bagi siswa Yayasan YMIK Joglo, Jakarta Barat. Kegiatan diikuti oleh 45 siswa kelas XI dan XII dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi digital siswa secara signifikan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 60,5 meningkat menjadi 86,8 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 43,5%. Penilaian kepuasan peserta juga menunjukkan kategori “Sangat Baik” pada seluruh aspek evaluasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi digital, penggunaan aplikasi produktivitas, kolaborasi daring, serta komunikasi digital. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kualitas SDM siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan era digital.
Kata Kunci: Digital Skill, Literasi Digital, Siswa SMK, Sumber Daya Manusia, Industri 4.0.
Baca Juga: Pelatihan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kemandirian SDM Siswa SMK
Latar Belakang Pelaksanaan
Transformasi digital yang terjadi pada era Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari komunikasi, pembelajaran, hingga pekerjaan. Oleh karena itu, kemampuan digital menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Menurut laporan World Economic Forum (2025), kompetensi digital termasuk dalam sepuluh keterampilan utama yang paling dibutuhkan di dunia kerja. Keterampilan tersebut meliputi literasi digital, pemanfaatan teknologi informasi, analisis data, komunikasi digital, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Di Indonesia, pemerintah juga terus mendorong peningkatan literasi digital melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
Yayasan YMIK Joglo sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi siswa, antara lain:
- Rendahnya pemahaman mengenai literasi digital;
- Kurangnya kemampuan memanfaatkan aplikasi produktivitas digital;
- Belum optimalnya kemampuan komunikasi dan kolaborasi secara daring;
- Minimnya pemahaman mengenai keamanan digital dan etika bermedia sosial;
- Keterbatasan kesiapan menghadapi kebutuhan kompetensi digital dunia kerja.
Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan digital skill guna meningkatkan kualitas SDM siswa Yayasan YMIK Joglo agar lebih siap menghadapi tantangan era Industri 4.0.
Metode
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 45 siswa Yayasan YMIK Joglo. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif yang memadukan teori dan praktik secara langsung.
Materi pelatihan meliputi:
- Literasi digital;
- Pemanfaatan aplikasi produktivitas (Microsoft Office dan Google Workspace);
- Komunikasi digital;
- Kolaborasi daring;
- Keamanan digital dan etika penggunaan media sosial.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai pentingnya kompetensi digital dalam menghadapi tantangan Era Industri 4.0 dan Society 5.0. Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar literasi digital serta pemanfaatan teknologi informasi secara efektif dan bertanggung jawab.Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi praktik langsung dengan menggunakan perangkat komputer maupun telepon pintar untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh.
Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman konseptual mengenai materi yang disampaikan, sedangkan metode demonstrasi dan praktik digunakan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menggunakan berbagai aplikasi digital. Selain itu, sesi diskusi dan tanya jawab dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta dalam menyampaikan kendala maupun pengalaman terkait penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi selama pelatihan berlangsung serta penilaian terhadap kemampuan peserta dalam menyelesaikan tugas praktik yang diberikan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan peningkatan kompetensi digital peserta setelah mengikuti pelatihan.
Baca Juga: Pengembangan Kompensasi SDM Siswa SMK melalui Pelatihan Kesiapan Kerja (Work Readiness)
Tabel 1. Susunan Acara Pelatihan
| No | Waktu | Kegiatan | Metode |
| 1 | 07.00 WIB | Briefing panitia dan foto bersama | Persiapan |
| 2 | 09.00–09.15 WIB | Pembukaan dan doa | Formal |
| 3 | 09.15–09.45 WIB | Sambutan dosen dan guru | Ceramah |
| 4 | 09.45–10.00 WIB | Ice Breaking | Games |
| 5 | 10.00–10.45 WIB | Penyampaian materi soft skills dan etika kerja | Ceramah interaktif |
| 6 | 10.45–11.00 WIB | Tanya jawab | Diskusi |
| 7 | 11.00–12.30 WIB | Games dan praktik teamwork | Simulasi |
| 8 | 12.30 WIB | Penutupan | Refleksi |

Hasil dan Pembahasan
Hasil
Tabel 2. Hasil Evaluasi Pre-test dan Post-test
| Indikator | Pre-test | Post-test | Peningkatan |
| Literasi Digital | 58% | 87% | 29% |
| Penggunaan Aplikasi Produktivitas | 60% | 88% | 28% |
| Komunikasi Digital | 62% | 85% | 23% |
| Kolaborasi Daring | 57% | 86% | 29% |
| Keamanan Digital | 55% | 89% | 34% |
| Etika Bermedia Digital | 61% | 86% | 25% |
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh seluruh peserta secara aktif. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan, terutama pada sesi praktik penggunaan aplikasi digital dan kolaborasi daring.
Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan kompetensi digital yang signifikan pada seluruh indikator.
Selain peningkatan pemahaman, siswa juga menunjukkan perubahan perilaku positif dalam penggunaan teknologi secara lebih produktif dan bertanggung jawab.
Tabel 3. Penilaian Peserta Terhadap Pelaksanaan Pelatihan
| No | Aspek Penilaian | Rata-rata Skor | Kategori |
| 1 | Materi Pelatihan | 4,75 | Sangat Baik |
| 2 | Narasumber | 4,80 | Sangat Baik |
| 3 | Metode Penyampaian | 4,72 | Sangat Baik |
| 4 | Fasilitas Kegiatan | 4,68 | Sangat Baik |
| 5 | Manfaat Kegiatan | 4,79 | Sangat Baik |
| Rata-rata Total | 4,75 | Sangat Baik |

Baca Juga: Peningkatan Kualitas SDM Siswa SMK melalui Pelatihan Soft Skill dan Etika Kerja
Pembahasan
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan digital skill mampu meningkatkan kompetensi digital siswa secara signifikan. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek keamanan digital karena sebagian besar siswa sebelumnya belum memahami pentingnya perlindungan data pribadi dan keamanan akun digital.
Literasi digital menjadi kompetensi dasar yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, siswa memperoleh pemahaman mengenai cara mencari, mengelola, dan memanfaatkan informasi digital secara efektif dan bertanggung jawab.
Kemampuan menggunakan aplikasi produktivitas juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Kompetensi ini sangat dibutuhkan baik dalam kegiatan akademik maupun dunia kerja. Selain itu, kemampuan komunikasi dan kolaborasi digital membantu siswa untuk lebih siap bekerja dalam lingkungan yang mengandalkan teknologi informasi.
Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai etika bermedia sosial serta pentingnya menjaga jejak digital. Kesadaran tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan digital skill merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kualitas SDM siswa sehingga lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja modern.
Simpulan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Optimalisasi Kompetensi Digital Siswa Yayasan YMIK Joglo melalui Pelatihan Digital Skill sebagai Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Era Industri” telah dilaksanakan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pelatihan yang diikuti oleh 45 siswa Yayasan YMIK Joglo memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan peserta terkait penggunaan teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kompetensi dalam aspek literasi digital, penggunaan aplikasi produktivitas seperti Microsoft Office dan Google Workspace, komunikasi digital, kolaborasi daring, serta pemahaman mengenai keamanan digital dan etika bermedia sosial. Selain itu, peserta menjadi lebih siap dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan diri, dan persiapan memasuki dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
Pelatihan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah melalui penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan Era Industri 4.0 dan Society 5.0. Kompetensi digital yang dimiliki peserta diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan daya saing, kreativitas, produktivitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Berdasarkan hasil kegiatan, disarankan agar program pelatihan digital skill dilakukan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih mendalam dan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Selain itu, diperlukan kerja sama yang berkesinambungan antara institusi pendidikan, dunia industri, dan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan kompetensi digital siswa sehingga tercipta sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis:
1. Ainun Nisa
2. Ita Wulandari
3. Dicky Novan Alfikri
Mahasiswa Manajemen S1 Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Anum Nuryani, S.E., M.M.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Arianto, B. (2021). Literasi Digital sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Era Society 5.0. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(5), 1023–1035.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Literasi Digital untuk Satuan Pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek.
Nasrullah, R., Aditya, W., Satya, T. I., & Nento, M. N. (2017). Materi Pendukung Literasi Digital. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Prensky, M. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.
Sutrisno, E. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
UNESCO. (2022). Digital Skills Critical for Jobs and Social Inclusion. Paris: UNESCO.
World Economic Forum. (2023). The Future of Jobs Report 2023. Geneva: World Economic Forum.
Zubaidah, S. (2021). Keterampilan Abad 21: Keterampilan yang Diajarkan Melalui Pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 145–158..
Prensky, M. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6. https://doi.org/10.1108/10748120110424816
Pujilestari, Y. (2020). Dampak Positif Pembelajaran Online Dalam Sistem Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi Covid-19. Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan, 4(1), 49–56.
Sutrisno, E. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
UNESCO. (2022). Digital Skills Critical for Jobs and Social Inclusion. Paris: UNESCO.
Vuorikari, R., Kluzer, S., & Punie, Y. (2022). DigComp 2.2: The Digital Competence Framework for Citizens. Luxembourg: Publications Office of the European Union.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














