Peningkatan Kualitas SDM Siswa SMK melalui Pelatihan Soft Skill dan Etika Kerja

foto kegiatan Bersama

Abstract

The world of work currently requires not only hard skills but also soft skills and work ethics. Many vocational high school graduates still face challenges in communication, teamwork, discipline, responsibility, and readiness to face the world of work. Therefore, this community service program was conducted in the form of soft skills and work ethics training to improve the quality of human resources of vocational students. The activity was held at Yayasan YMIK Joglo, West Jakarta, involving 45 students from grades XI and XII. The implementation methods included interactive lectures, group discussions, question and answer sessions, job interview simulations, educational games, and evaluation through questionnaires. The results showed a significant increase in students’ understanding of soft skills and work ethics, with the average pre-test score of 62.4 increasing to 84.7 in the post-test, or an increase of 35.7%. In addition, participant satisfaction assessment showed “Very Good” category in all aspects of evaluation, including training material (4.72), resource persons (4.78), delivery method (4.69), activity facilities (4.65), and activity benefits (4.74). The activity succeeded in improving students’ communication skills, teamwork, self-confidence, and instilling professional work ethics. In conclusion, this training was effective in preparing vocational students to face the world of work. Similar programs need to be implemented continuously through collaboration between schools, universities, and industries.

Keywords: soft skills, work ethics, vocational students, human resources, employability skills

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Abstrak

Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan hard skill tetapi juga soft skill dan etika kerja. Banyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mengalami kendala dalam komunikasi, kerja sama tim, disiplin, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berupa pelatihan soft skill dan etika kerja untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) siswa SMK. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan YMIK Joglo, Jakarta Barat, dengan melibatkan 45 siswa kelas XI dan XII. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi wawancara kerja, games edukatif, serta evaluasi melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap soft skill dan etika kerja, dengan nilai rata-rata pre-test 62,4 meningkat menjadi 84,7 pada post-test, atau meningkat sebesar 35,7%. Selain itu, penilaian kepuasan peserta terhadap pelaksanaan pelatihan menunjukkan kategori “Sangat Baik” pada seluruh aspek penilaian, meliputi materi pelatihan (4,72), narasumber (4,78), metode penyampaian (4,69), fasilitas kegiatan (4,65), dan manfaat kegiatan (4,74). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepercayaan diri siswa, serta menanamkan etika kerja profesional. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan soft skill dan etika kerja efektif dalam mempersiapkan siswa SMK menghadapi dunia kerja. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan dunia industri.

Kata Kunci: soft skill, etika kerja, siswa SMK, sumber daya manusia, employability skills

Latar Belakang Pelaksanaan

Perkembangan revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama pada bidang ekonomi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Kemajuan teknologi informasi, internet, kecerdasan buatan, serta sistem digital telah menciptakan pola aktivitas baru yang lebih cepat, efisien, dan kompetitif. Transformasi digital tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga menghadirkan tuntutan baru bagi tenaga kerja, khususnya dalam hal kompetensi non-teknis yang dikenal dengan soft skills dan etika kerja profesional. Kondisi ini menuntut generasi muda agar memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi, kerja sama tim, serta daya saing yang tinggi dalam menghadapi perubahan zaman.

Di sektor ketenagakerjaan, persaingan global dan otomatisasi proses kerja telah mengubah persyaratan yang diperlukan oleh dunia industri. World Economic Forum (2023) dalam laporan Future of Jobs Report menyatakan bahwa 50% dari seluruh pekerja akan memerlukan reskilling pada tahun 2025, dengan soft skills seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, manajemen diri, dan kerja sama tim menjadi kompetensi yang paling diminati oleh dunia kerja. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (2024) mencatat bahwa angka pengangguran terbuka lulusan SMK mencapai 10,67%, lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA sebesar 9,84% dan lulusan D1/D2/D3 sebesar 7,28%. Data ini menunjukkan bahwa keterampilan teknis (hard skill) saja tidak cukup untuk memenuhi persyaratan dunia kerja saat ini. Soft skills dan etika kerja menjadi kompetensi fundamental yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat bersaing dan berkembang dalam kariernya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan vokasi yang dirancang untuk menghasilkan lulusan siap kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2024), terdapat 14.281 sekolah SMK di Indonesia dengan jumlah siswa mencapai 4,6 juta orang. SMK dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja (job-ready) dengan kompetensi teknis sesuai bidang keahliannya. Namun demikian, pada era ekonomi digital saat ini lulusan SMK tidak cukup hanya berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker), melainkan juga harus memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Hal ini penting mengingat persaingan kerja yang semakin ketat serta tuntutan akan kompetensi non-teknis yang semakin meningkat.

Soft skills merupakan keterampilan non-teknis yang berkaitan dengan kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Soft skills mencakup berbagai aspek seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, manajemen waktu, penyelesaian masalah, dan kemampuan beradaptasi. Menurut Robles (2021), soft skills merupakan komponen penting dalam keberhasilan individu di tempat kerja karena meningkatkan produktivitas dan nilai tambah dalam konteks organisasi. Penelitian yang dilakukan oleh Susanto dan Wulandari (2022) menunjukkan bahwa 68,5% lulusan SMK mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif di tempat kerja, 72,3% mengalami kesulitan dalam bekerja sama dalam tim, dan 65,8% belum memiliki pemahaman yang memadai tentang etika kerja profesional.

Etika kerja merupakan seperangkat nilai, norma, dan prinsip yang mengatur perilaku individu dalam melaksanakan pekerjaannya. Etika kerja yang baik meliputi disiplin, tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan kesadaran akan kualitas. Menurut Velasquez (2022), etika kerja profesional merupakan fondasi penting dalam membangun budaya organisasi yang produktif dan berkelanjutan. Kombinasi antara soft skills dan etika kerja yang kuat akan menghasilkan individu yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berkontribusi secara positif dalam lingkungan kerja.

Berdasarkan hasil observasi awal di Yayasan YMIK Joglo, Jakarta Barat, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMK, antara lain: (1) keterbatasan kemampuan komunikasi, di mana sebagian besar siswa masih kesulitan dalam menyampaikan ide dan pendapat secara jelas dan terstruktur; (2) kurangnya kemampuan kerja sama tim, siswa cenderung bekerja secara individual dan kurang memahami dinamika kerja dalam tim; (3) rendahnya kepercayaan diri, banyak siswa yang merasa kurang percaya diri dalam menghadapi situasi baru terkait dunia kerja; (4) pemahaman etika kerja yang terbatas, siswa belum memiliki pemahaman komprehensif mengenai etika kerja profesional; dan (5) kesiapan menghadapi dunia kerja yang masih rendah, siswa masih merasa belum siap secara mental dan sosial untuk memasuki dunia kerja setelah lulus dari SMK.

Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM siswa SMK melalui pelatihan soft skills dan etika kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja sehingga dapat menjadi generasi muda yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Metode

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 45 siswa SMK Yayasan YMIK Joglo sebagai peserta. Metode utama yang digunakan adalah pelatihan interaktif yang disampaikan secara terstruktur dan sistematis oleh tim pelaksana. Materi pelatihan mencakup dua tema pokok, yaitu soft skills dan etika kerja profesional. Setiap sesi dirancang secara bertahap agar peserta dapat memahami dan menginternalisasi setiap materi secara menyeluruh sebelum beralih ke sesi berikutnya.

Proses pelatihan dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan interaktif, di mana pemateri tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga membuka ruang tanya jawab dan diskusi ringan di setiap akhir sesi. Hal ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta serta memastikan pemahaman yang merata di antara seluruh siswa. Evaluasi pemahaman peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test serta angket kepuasan peserta.

Tabel 1. Susunan Acara Pelatihan

No Waktu Kegiatan Metode
1 07.00 WIB Briefing panitia dan foto bersama Persiapan
2 09.00–09.15 WIB Pembukaan dan doa Formal
3 09.15–09.45 WIB Sambutan dosen dan guru Ceramah
4 09.45–10.00 WIB Ice Breaking Games
5 10.00–10.45 WIB Penyampaian materi soft skills dan etika kerja Ceramah interaktif
6 10.45–11.00 WIB Tanya jawab Diskusi
7 11.00–12.30 WIB Games dan praktik teamwork Simulasi
8 12.30 WIB Penutupan Refleksi

 

Pemberian Hadia cendramata dari pihak kampus untuk sekolah. (dok pribadi)
Foto 1: Pemberian Hadia cendramata dari pihak kampus untuk sekolah. (dok pribadi)

 

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung dengan lancar sesuai rencana yang telah disusun dan diikuti oleh seluruh peserta sebanyak 45 siswa kelas XI dan XII SMK Yayasan YMIK Joglo. Sejak awal hingga akhir kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap seluruh rangkaian acara. Hal tersebut terlihat dari kehadiran peserta yang penuh, keterlibatan aktif dalam sesi diskusi, serta respon positif selama penyampaian materi berlangsung. Dukungan dari pihak sekolah juga turut menyang kelancaran kegiatan sehingga proses pelaksanaan dapat berjalan secara efektif dan kondusif.

Pada sesi penyampaian materi, siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai berbagai topik yang relevan dengan kebutuhan mereka, seperti teknik komunikasi efektif, strategi menghadapi wawancara kerja, cara membangun kepercayaan diri, serta langkah menyesuaikan diri dengan budaya kerja profesional. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman siswa secara signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Peningkatan tertinggi terlihat pada aspek pemahaman etika kerja dan kesiapan menghadapi wawancara kerja, sedangkan peningkatan pada aspek soft skills menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya kompetensi non-teknis dalam dunia kerja modern.

Tabel 2. Hasil Evaluasi Pre-test dan Post-test

Indikator Pre-test Post-test Peningkatan
Pemahaman soft skills 58% 84% 26%
Kemampuan komunikasi 55% 82% 27%
Kerja sama tim 60% 85% 25%
Kepercayaan diri 62% 86% 24%
Etikakerja professional 54% 87% 33%
Kesiapan wawancara kerja 61% 89% 28%

Selain data kuantitatif, kegiatan ini juga menghasilkan perubahan perilaku positif pada peserta. Banyak siswa menunjukkan sikap lebih percaya diri, lebih termotivasi, dan lebih berani menyampaikan pendapat. Sebagian siswa mulai memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam dunia kerja. Beberapa peserta juga menyampaikan minat untuk mengembangkan diri lebih lanjut melalui pelatihan serupa di masa mendatang.

Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan soft skills dan etika kerja mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja. Program ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun pola pikir positif dan semangat kemandirian pada siswa SMK Yayasan YMIK Joglo.

Tabel 3. Penilaian Peserta Terhadap Pelaksanaan Pelatihan

No Aspek Penilaian Rata-rata Skor Kategori
1 Materi Pelatihan 4,72 Sangat Baik
2 Narasumber 4,78 Sangat Baik
3 Metode Penyampaian 4,69 Sangat Baik
4 Fasilitas Kegiatan 4,65 Sangat Baik
5 Manfaat Kegiatan 4,74 Sangat Baik
Rata-rata Total 4,72 Sangat Baik

 

foto kegiatan Bersama
Foto 2: foto kegiatan Bersama (dok pribadi)

 

Pembahasan

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan soft skills dan etika kerja perlu diberikan sejak dini kepada siswa SMK sebagai bagian dari pembentukan kompetensi lulusan yang adaptif terhadap tuntutan dunia kerja. Soft skills tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup keberanian berkomunikasi, kreativitas, inovasi, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam menghadapi persaingan kerja di era digital yang menuntut sumber daya manusia lebih fleksibel dan produktif. Dengan adanya pelatihan ini, siswa mulai memahami bahwa kompetensi non-teknis dapat menjadi pembeda kompetitif dalam memasuki dunia kerja.

Peningkatan pemahaman siswa mengenai soft skills menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Sebagian besar siswa mulai mengenal pentingnya komunikasi efektif, kerja sama tim, dan kepercayaan diri dalam konteks profesional. Hal ini sejalan dengan pendapat Becker (2023) yang menyatakan bahwa soft skills merupakan komponen penting dalam teori Human Capital karena meningkatkan produktivitas dan nilai tambah individu dalam konteks organisasi. Dengan demikian, siswa SMK memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan daya saing sejak dini dengan mengembangkan kompetensi non-teknis yang telah akrab dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan etika kerja juga terbukti memberikan pengaruh positif terhadap perubahan sikap siswa. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian siswa masih menunjukkan pemahaman terbatas tentang norma dan nilai profesional di tempat kerja. Setelah pelatihan, siswa mulai memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme. Temuan ini sejalan dengan teori Velasquez (2022) yang menekankan bahwa etika kerja profesional merupakan fondasi penting dalam membangun budaya organisasi yang produktif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, etika kerja menjadi fondasi penting bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja.

Pada aspek kesiapan menghadapi dunia kerja, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya mempersiapkan diri secara mental dan sosial. Sebelumnya, banyak siswa belum memiliki gambaran jelas tentang proses rekrutmen, wawancara kerja, dan ekspektasi dunia industri. Setelah mengikuti kegiatan, siswa mulai mampu mengenali kebutuhan diri serta merencanakan langkah strategis untuk memasuki dunia kerja. Menurut Harvey (2023), konsep Employability Skills mencakup serangkaian keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang memungkinkan individu untuk mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan. Dengan demikian, pembekalan soft skills dan etika kerja sejak di bangku sekolah sangat diperlukan agar siswa tidak mengalami kesulitan setelah lulus.

Kesiapan siswa menghadapi simulasi wawancara kerja juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Simulasi wawancara merupakan sarana penting bagi siswa SMK untuk mengenal proses seleksi kerja secara langsung. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pengalaman praktis mengenai teknik menjawab pertanyaan, komunikasi non-verbal, dan penyampaian diri secara profesional. Bekal tersebut penting karena banyak siswa memiliki kemampuan teknis, tetapi belum memahami cara mempresentasikan diri di hadapan pewawancara. Dengan meningkatnya kesiapan wawancara, siswa diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat saat terjun ke dunia kerja nyata.

Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga memberikan dampak psikologis yang positif. Siswa terlihat lebih percaya diri, lebih aktif bertanya, serta lebih berani menyampaikan gagasan. Perubahan sikap ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai media pemberdayaan siswa. Lingkungan pembelajaran yang interaktif mampu mendorong siswa untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengeksplorasi potensi diri. Hal ini penting dalam membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Secara umum, hasil kegiatan membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi melalui transfer pengetahuan, pengalaman praktis, dan motivasi kepada siswa sekolah. Sementara itu, sekolah menjadi mitra utama dalam menyiapkan peserta didik yang siap berkembang. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas, seperti literasi digital, pengembangan personal branding, dan simulasi kerja profesional agar siswa semakin siap menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Simpulan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan YMIK Joglo, Jakarta Barat, memberikan hasil positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa SMK menghadapi tantangan dunia kerja. Program ini berhasil menambah wawasan siswa mengenai soft skills, etika kerja, serta kesiapan menghadapi proses rekrutmen sebagai bekal memasuki dunia kerja. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai indikator, terutama etika kerja profesional, kesiapan wawancara kerja, dan pemahaman soft skills. Selain itu, siswa mulai memahami bahwa kompetensi non-teknis merupakan pembeda kompetitif dalam memasuki dunia kerja.

Pelatihan yang diberikan juga berdampak pada perubahan sikap siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri. Siswa menjadi lebih mampu mengenali potensi diri serta merencanakan langkah masa depan secara lebih terarah. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membentuk generasi muda yang unggul, adaptif, serta berdaya saing tinggi di era digital.


Penulis:
1. Ilham Fajar Rianto
2. Alya Nazila
3. Elia Ramadhani
4. Anum Nuryani

Mahasiswa Universitas Pamulang 


Editor: Rahmat Al Kafi


 

Daftar Pustaka

Badan Nasional Sertifikasi Profesi. (2021). Pedoman pengembangan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI). BNSP.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik pendidikan dan ketenagakerjaan Indonesia. Badan Pusat Statistik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Strategi penguatan pendidikan vokasi untuk peningkatan ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

OECD. (2019). Trends shaping education 2019. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/trends_edu-2019-en

Rahmawati, D. (2024). Kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Pustaka Edukasi Nusantara.

Santoso, A. (2024). Penguatan soft skills dalam pendidikan kejuruan. Mitra Cendekia Press.

Situmorang, T. (2023). Simulasi interview berbasis kecerdasan buatan: Solusi baru dunia pendidikan. Jurnal Teknologi dan Inovasi, 11(2), 55–63.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003).

Wahyuni, R. (2022). Integrasi soft skills dan teknologi dalam kurikulum SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 9(1), 35–44.

World Economic Forum. (2020). The future of jobs report 2020. World Economic Forum. https://www.weforum.org/reports/the-future-of-jobs-report-2020

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses