Pelatihan Selai Kulit Pisang: Inovasi Ramah Lingkungan di Desa Meluwur, Kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur

produk inovasi ramah lingkungan
Sumber: Dokumentasi Penulis

Lamongan, MMI – Pengolahan kulit pisang menjadi produk Banana Eco Peel Jam yang bernilai jual lebih tinggi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan saat melimpahnya panen buah pisang di Desa Meluwur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. (13/7/2025)

Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, yang memanfaatkan lahan yang ada salah satunya adalah pisang. Namun, melimpahnya produksi pisang ini juga menghasilkan limbah organik yang cukup besar, khususnya berupa kulit pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sebagai upaya untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai ekonomis dari hasil panen, dilakukan penyuluhan kepada masyarakat Desa Meluwur mengenai pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi produk bernilai jual, yaitu selai kulit pisang atau yang dikenal dengan nama Banana Eco Peel Jam.

Banana Eco Peel Jam merupakan produk olahan pangan yang berbahan dasar kulit pisang, yang melalui proses perebusan, pencampuran dengan bahan-bahan alami, dan pengemasan yang higienis, dapat menghasilkan selai dengan rasa yang khas.

Melihat potensi kulit pisang yang ada di Desa Meluwur, membuat dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik dan Sains, UPN “Veteran” Jawa Timur tergerak untuk melakukan pengabdian masyarakat guna mengembangkan produk Banana Eco Peel Jam.

Melalui pengabdian masyarakat ini, dosen Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UPN “Veteran” Jawa Timur yang dipimpin oleh AR Yelvia Sunarti, S.T., M.T., dengan beranggotakan Atika Nandini, S.T., M.S, dan Nenni Mona Aruan, S.Pd., M. Si., dibantu oleh mahasiswa yang terdiri dari Renata Ramadhani Inggacevani, Henri Julius Caesar Aritonang, dan Geraldo Sinaga dengan melakukan pemanfaatan IPTEKS untuk menciptakan inovasi produk unggulan ini.

Baca Juga: Inovasi Tepung Ikan: Ubah Limbah Jadi Peluang Usaha Bernutrisi

Program pengabdian masyarakat yang mengangkat judul “Pelatihan Pembuatan Selai dari Limbah Kulit Pisang, di Desa Meluwur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan”. Program ini dilaksanakan pada Minggu (13/7/2025) yang bertempat di Balai Desa Meluwur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Penyuluhan ini dihadiri oleh Perangkat Desa Meluwur, Kelompok Tani, Karang Taruna, dan Ibu-ibu PKK di Desa Meluwur.

produk inovasi ramah lingkunganproduk inovasi ramah lingkungan

Dok: Suasana Penyuluhan di Balai Desa Meluwur

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan diawali dengan pembukaan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian brosur mengenai materi pembuatan selai dari limbah kulit pisang (Banana Eco Peel Jam).

Penyampaian materi ini dilakukan oleh AR Yelvia Sunarti, S.T., M.T. dan didampingi oleh Atika Nandini, S.T., M.S. dan Nenni Mona Aruan, S.Pd., M. Si. Tim Abdimas menjelaskan secara langsung mengenai proses pembuatan Banana Eco Peel Jam dan mengajak peserta untuk membuat Banana Eco Peel Jam sesuai dengan standar pembuatannya.

Prinsip proses produksi diawali dengan memisahkan kulit dari buah pisang, kemudian menimbang kulit sebanyak 200 gram. Kulit tersebut direndam dalam larutan garam selama satu jam untuk mengurangi rasa pahit dan getahnya. Setelah itu, kulit dicuci bersih dan dikukus selama kurang lebih 30 menit hingga lunak.

Setelah didinginkan, kulit pisang diblender bersama tiga buah pisang matang dan 100 ml air hingga halus. Campuran ini lalu dimasak dengan api kecil, sambil diaduk terus-menerus, dan ditambahkan gula serta minyak pisang.

Proses pemasakan dilakukan hingga adonan mengental dan mencapai tekstur selai. Selai yang sudah jadi disimpan dalam wadah bersih dan kedap udara agar tahan lama tanpa perlu bahan pengawet tambahan. Kulit pisang mengandung serat pangan yang tinggi, yang baik untuk pencernaan dan membantu menurunkan kadar kolesterol.

Kandungan vitamin B6, vitamin C, magnesium, dan kalium pada kulit pisang dan daging pisang membuat selai ini bermanfaat untuk menjaga tekanan darah, meningkatkan imunitas, serta mendukung kesehatan jantung. Dengan rasa yang manis alami dan tekstur yang lembut, Banana Eco Peel Jam cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selai ini juga berpotensi menjadi produk unggulan desa yang dapat dipasarkan ke toko oleh-oleh, maupun pasar digital. Manfaat ini sangat relevan jika diterapkan di Desa Meluwur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Inovasi Kemasan Produk UMKM dengan Memanfaatkan Bahan Daur Ulang

Peran masyarakat dan pemerintah sebagai agen perubahan harus dibekali dengan kemampuan teknologi yang mumpuni sehingga dapat mampu bersaing di lingkungan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diharapkan partisipasi mitra secara aktif terlibat dalam seluruh tahapan kegiatan.

Peserta penyuluhan dapat langsung mencoba Banana Eco Peel Jam yang telah dibuat sebelumnya. Banana Eco Peel Jam berpotensi menjadi suatu produk yang bernilai jual di pasaran dan dapat memajukan UMKM yang ada di Desa Meluwur. Peserta sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan ini dengan melakukan tanya jawab dan diskusi.

Penyuluhan pembuatan Banana Eco Peel Jam diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama kepada peserta yang diwakili oleh ibu-ibu Desa Meluwur yang berasal dari Kelompok Tani, Karang Taruna, dan ibu-ibu PKK.

Diharapkan dengan diberikannya materi penyuluhan pembuatan Banana Eco Peel Jam, peserta penyuluhan beserta masyarakat Desa Meluwur mampu memproduksi dan menjual produk olahan limbah kulit pisang ini agar menjadi selai yang akan dipasarkan. Produk tersebut dapat menjadi produk unggulan yang dapat memajukan UMKM di Desa Meluwur.

 

Penulis:

  1. AR Yelvia Sunarti, ST, MT
  2. Atika Nandini, S.T., M.S.
  3. Nenni Mona Aruan, S.Pd., M.Si.

Dosen Fakultas Teknik dan Sains, UPN Veteran Jawa Timur

Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses