Mahasiswa KKN Nusa Putra Universitas (NPU) Bertekad Atasi Darurat Literasi dan Digital di Desa Sampora

Sukabumi, [2 Agustus 2025] – Desa Sampora, terletak di kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini merasakan dampak positif kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Nusa Putra University (NPU).

Sejak kedatangan mereka di posko KKN, para mahasiswa telah menginisiasi berbagai program, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pendidikan dan literasi anak sekolah dasar setempat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Salah satu program kerja unggulan yang berhasil menarik perhatian adalah Sanggar Belajar, sebuah upaya konkret untuk mengisi waktu luang anak-anak selama liburan semester dengan kegiatan edukatif yang bermanfaat.

Sanggar Belajar: Wadah Pembelajaran Inovatif

Sanggar Belajar, yang berlokasi di posko KKN, dirancang untuk menjadi pusat pembelajaran yang inklusif. Para mahasiswa membagi Sanggar Belajar ini menjadi dua kelas berdasarkan kelompok usia, memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak seusianya.

Kelas Bulan diperuntukkan bagi anak-anak usia 4-6 tahun, di mana mereka diperkenalkan pada konsep dasar pra-membaca dan pra-menulis melalui permainan edukatif dan aktivitas kreatif seperti bernyanyi dengan diselipkan lirik yang berisi angka atau abjad.

Sementara itu, Kelas Matahari membimbing anak-anak berusia 7-13 tahun, fokus pada penguatan fondasi akademis.

Para mahasiswa NPU dengan penuh dedikasi mengajarkan materi dasar yang krusial seperti membaca, menulis, berhitung, dan Bahasa Inggris sederhana.

Mereka menyadari pentingnya penguasaan dasar-dasar ini sebagai bekal utama bagi anak-anak untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

     

Baca juga: Digitalisasi Pendidikan: Solusi Masa Depan atau Sekedar Bergaya?

Realitas Kesenjangan Pendidikan yang Mengejutkan

Seiring berjalannya program, para mahasiswa KKN dihadapkan pada realitas yang cukup mengejutkan.

Mereka menemukan bahwa banyak anak, terutama di Kelas Matahari, ternyata belum menguasai materi dasar yang seharusnya sudah mereka pahami dari sekolah.

Kondisi ini membuat para mahasiswa harus mengambil tindakan dengan cepat dan tepat, kembali mengajarkan materi dasar dari awal, memastikan setiap anak mendapatkan pemahaman yang komprehensif.

Temuan ini mendorong para mahasiswa untuk memperluas lingkup pengabdian mereka ke SDN 1 Sampora Kabupaten Sukabumi.

Di sekolah, mereka secara aktif membantu proses belajar mengajar untuk semua mata pelajaran, kecuali olahraga dan bahasa Sunda yang memang sudah memiliki guru khusus.

       

Di sinilah mereka menemukan fakta yang lebih memprihatinkan masih ada anak kelas 5 yang ternyata masih belum bisa mengenal huruf dan berhitung.

Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan literasi yang serius di tingkat dasar, yang berpotensi menghambat kemajuan pendidikan anak-anak tersebut di masa depan.

Baca juga: Literasi Digital dan Kewarganegaraan: Melawan Hoaks, Membangun Demokrasi

Tantangan Literasi Digital: Ketika Coding Menjadi Bernyanyi

Selain masalah literasi dasar, para mahasiswa juga mendapati tantangan lain yang tak kalah penting, yaitu pada bidang literasi digital. Mereka mengamati bahwa mata pelajaran coding di SDN 1 Sampora belum dapat berjalan maksimal.

Ketiadaan fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran ini membuat guru harus mengalihkan materi coding yang seharusnya mengajarkan anak-anak tentang teknologi dan logika pemrograman, menjadi kegiatan lain seperti bernyanyi atau menghafal hafalan pendek.

Padahal, penguasaan coding dan literasi digital adalah bekal penting di era serba teknologi seperti sekarang.

         

Baca juga: Literasi Digital dan Kewarganegaraan: Melawan Hoaks, Membangun Demokrasi

Harapan dan Dampak Nyata

Melalui inisiatif Sanggar Belajar dan bantuan langsung di SDN 1 Sampora, para mahasiswa KKN Nusa Putra Universitas (NPU) berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi kesenjangan pendidikan di Desa Sampora.

Upaya mereka tidak hanya mengisi waktu luang anak-anak, tetapi juga menjadi jembatan bagi mereka yang tertinggal dalam penguasaan materi dasar.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa peran serta aktif kaum muda, dengan semangat pengabdian dan inovasi, sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan di daerah-daerah, serta menyiapkan generasi penerus yang lebih siap menghadapi tantangan global.

 

Penulis: Orchidian Rahmatillah

Dosen Pengampu: Rifky Nugraha S.Pd., M.Ds

Mahasiswa KKN Nusa Putra Universitas

Organisasi: KKN Kelompok Desa Sampora NPU

 

Editor: Anita Said

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

 

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses