Digitalisasi Pendidikan: Solusi Masa Depan atau Sekedar Bergaya?

Indonesia tengah mempersiapkan diri menyongsong “Generasi Emas 2045”.

Aset untuk masa depan dengan menghadapi tantangan-tantangan yang besar dan memiliki nilai kehidupan tinggi.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Masa depan tidak bisa didapat secara instan, tetapi dengan penuh proses dan perjuangan untuk mencapai masa depan.

Tidak ada kata lelah untuk memulai proses tersebut hanyalah ada semangat juang yang tinggi akan melewati masa-masa perjuangan.

Pendidikan di masa sekarang berbeda dengan pendidikan di masa lampau.

Hal ini terjadi karena perombakan sistem informasi dan teknologi digital.

Alat belajar di masa lampau menggunakan alat belajar sederhana seperti papan tulis hitam, kapur dan penggaris kayu.

Sedangkan pendidikan di masa sekarang pendidikan yang sangat membutuhkan informasi dan teknologi digital.

Pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dan mengikuti perubahan perkembangan teknologi yang baru dengan tujuan agar tidak ketinggalan informasi terutama para pendidik.

Pendidikan harus diutamakan dari segalanya.

Dalam hadist yang berbunyi “Tholabul ilmi faridhotun ala kulli muslimin” yang artinya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Dalam mencapai hal tersebut Indonesia harus melewati transformasi yang besar salah satunya adalah digitalisasi pendidikan.

Digitalisasi pendidikan adalah proses penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas, efisien, dan aksesibilitas dalam sistem pendidikan yang akan terwujud.

Mulai dari integrasi teknologi informasi dan komunikasi.

Namun, pada kenyataannya di masa sekarang dengan tantangan yang sangat besar, generasi kurangnya kesenjangan digital.

Tidak hanya generasi saja tetapi para pendidik, orang tua dan masyarakat yang ikut terlibat.

Baca juga: Pendidikan di Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Era Digitalisasi

Apakah Perlu Menggunakan Akses Teknologi Pendidikan?

Digitalisasi pendidikan sangat memiliki potensi untuk membawa masa depan terutama dalam wilayah yang memerlukan akses teknologi pendidikan.

Tidak sekadar bergaya, namun hal tersebut sangat berdampak bagi khalayak berpendidikan.

Bukan malah merugikan tetapi saling membutuhkan.

Menteri Pendidikan, penggunaan akses teknologi pendidikan sangat penting dan tidak bisa lagi menjadi sebuah pilihan melainkan sebuah kebutuhan dalam pendidikan.

Hal ini disebabkan untuk mengatasi tantangan dalam sistem pendidikan dengan tuntutan revolusi yang akan datang.

Akses teknologi pendidikan dapat meningkatkan minat belajar para peserta didik serta menyediakan akses pendidikan yang sangat luas terutama di daerah terpencil.

Baca juga: Kolaborasi Dunia Pendidikan dan Teknologi pada Era Digitalisasi

Kesenjangan Digital? Apakah Ada?

Terdapat tiga indikator kesenjangan digital.

Pertama adalah akses fisik ke media digital seperti komputer dan koneksi internet. Kedua adalah literasi digital atau penggunaan dan kemampuan menggunakan media digital.

Ketiga adalah hasil dari penggunaan internet dan computer.

Digitalisasi sebuah teknologi untuk mengubah data informasi menjadi data dalam bentuk format digital.

Digitalisasi bukan hanya tentang konversi tetapi tentang penggunaan teknologi dapat memunculkan peluang baru untuk generasi.

Kesenjangan akses fisik ke media digital dapat ditemui dalam kota-kota pelajar yang unggul dan besar.

Pendidikan dapat diakses dengan cepat dan mudah dengan menggunakan komputer yang memiliki jaringan internet baik.

Berbeda dengan wilayah yang masih pelosok sangat sulit untuk mengakses teknologi pendidikan.

Apalagi belum mengenal teknologi seperti handphone, laptop dan computer.

Hal tersebut menyebabkan digitalisasi pendidikan yang belum merata di semua wilayah dan hanya dapat dirasakan oleh wilayah tertentu.

Dalam pembelajaran, literasi digital sangat diperlukan.

Namun, pada kenyataannya minimnya literasi digital oleh kalangan siswa dan pendidik.

Banyak dari mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi pendidikan secara produktif.

Pada dasarnya siswa mahir dalam menggunakan media sosial, tetapi belum tentu mampu untuk memanfaatkan teknologi dengan baik.

Padahal, teknologi tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang sangat luas dan memulai berpikir kritis sejak mengenal teknologi.

Sedangkan guru juga dapat kesulitan dalam menggunakan teknologi yang kurang pelatihan dan pendampingan secara berkala.

Baca juga: Kualitas Pendidikan di Indonesia: Penyebab, Peluang dan Tantangan ke Depan

Meskipun teknologi pendidikan dapat meningkatkan kualitas, efisien, dan aksesibilitas dalam sistem pendidikan, hasil yang digunakan belum tentu efektif.

Banyak siswa yang kesulitan dalam memahami teknologi.

Format digital ternyata juga tidak selalu ramah bagi semua gaya belajar.

Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital di dalam pendidikan sangat disesuaikan agar supaya tepat sasaran dan bermanfaat.

Baca juga: Digitalisasi Pendidikan di Sekolah: Kenali Bimasoft dan Manfaatnya

Bagaimana Solusi Digitalisasi Pendidikan Tidak Sekadar Bergaya?

Dalam hal ini, pemerintah harus bergerak dengan pemerataan infrastruktur digitalisasi pendidikan yang sesuai.

Pemerintah perlu membangun digitalisasi pendidikan terutama di daerah terpencil yang sangat sulit untuk mendapatkan akses teknologi pendidikan.

Selain itu dapat mengadakan program bantuan perangkat teknologi ke sekolah yang membutuhkan.

Dengan tujuan digitalisasi pendidikan dapat dirasakan di seluruh daerah tidak hanya daerah yang unggul saja yang dapat menikmati.

Pemerintah akan merealisasikan kepada 31.387 sekolah melalui BOS Afirmasi dan 5.978 sekolah melalui BOS kinerja.

Digitalisasi pendidikan tidak cukup dengan perangkat dan alat saja tetapi membutuhkan pelatihan serta pendampingan secara berkala.

Pendidik juga dapat mengikuti pelatihan teknologi digital secara rutin agar dapat menggunakan teknologi tersebut secara efisien. Sedangkan siswa juga perlu diajarkannya menggunakan teknologi secara produktif.

Sehingga dengan kemampuan menggunakan teknologi, teknologi dapat dimanfaatkan secara baik dan menggali informasi yang lebih luas.

Oleh karena itu, transformasi pendidikan menuju masa depan harus disiapkan mulai dari sekarang.

Dengan memanfaatkan potensi teknologi digitalisasi, Indonesia dapat menciptakan generasi yang siap dalam menghadapi tantangan global yang akan berkembang pesat.

Digitalisasi pendidikan harus diarahkan dengan salah satunya pada pemerataan akses teknologi pendidikan, kualitas sumber daya manusia dan pendekatan pembelajaran dalam menjawab tantangan zaman.

Dengan cara tersebut digitalisasi pendidikan benar-benar mempersiapkan masa depan yang kini menjadi solusi sebuah pendidikan yang bermakna bukan sekadar bergaya bagi seluruh anak bangsa.

Baca juga: Pengaruh Teknologi Digital Terhadap Anak Bangsa dan Pendidikan

 

Penulis: Afifa Ummi Rokhimah

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan 

Organisasi: PK IMM FAI UAD

 

Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses