Surabaya – Sakinah (22037010019) merupakan salah satu Mahasiswa Program Studi Fisika dengan peminatan Biofisika dan Fisika Medis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang telah melaksanakan kegiatan magang selama 3 bulan di Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surabaya, khususnya di Instalasi Pemantauan Dosis Perorangan (PDP) dengan melakukan kegiatan pembacaan Thermoluminescence Dosimeter (TLD) (15/3/2025).
Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing Ibu Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc. serta pembimbing lapangan dari BPAFK Surabaya, yaitu Ibu Ero Wahjuningdiah, S,ST., M.KKK., selaku Kepala Instalasi Pemantauan Dosis Perorangan (PDP).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program akademik yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap dosimetri radiasi dan keselamatan kerja bagi pekerja radiasi yang berada di lingkungan dengan paparan radiasi.
Baca Juga: Radiasi Mikrogelombang dan Kesehatan Manusia: Apakah Ada Hubungannya?
Thermoluminescence Dosimeter (TLD) adalah alat yang digunakan untuk mengukur dosis radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi dan berada di lingkungan yang berisiko terpapar radiasi, seperti di Rumah Sakit pada Instalasi Radiologi, Radioterapi, dan kedokteran nuklir.
Dalam kegiatan magang ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami proses pembacaan TLD dan cara pengoperasian HARSHAW TLD Reader, mulai dari tahap pemilahan hingga hasil evaluasi dosis.
Banyak ilmu yang didapatkan meliputi cara mengoperasikan TLD Reader, proses pembacaan TLD, penerapan dosimetri dalam keselamatan kerja bagi pekerja radiasi, efek dari paparan radiasi yang melebihi ambang batas serta pemahaman mendalam mengenai regulasi keselamatan radiasi.
Kegiatan ini juga berhubungan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada nomor 3 yaitu “Good Health and Well-Being” dan nomor 4 “Quality Education” karena dalam kegiatan ini mahasiswa berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi akademik mahasiswa serta keselamatan pekerja yang berisiko terpapar radiasi.
Manfaat yang diperoleh mahasiswa selama magang meliputi pengalaman yang praktis, wawasan di dunia industri, pemahaman yang didapatkan di kampus dan diterapkan selama magang, dan memperluas jaringan profesional.
Sedangkan, bagi mitra kegiatan ini mendukung penguatan aspek penelitian dan kolaborasi akademik.
Baik mahasiswa maupun mitra berharap agar kerja sama ini terus berlanjut sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua belah pihak.
Proses pembacaan TLD meliputi beberapa tahapan. Pertama, TLD yang telah datang akan pilah sesuai dengan pembagian daerah tiap grup.
Terdapat 3 pembagian grup, yaitu untuk grup pertama daerah Surabaya dan sekitarnya, Gerbangkertosusila, Gresik, Bangkalan, Lamongan, dll.
Grup kedua yaitu daerah Jawa Timur dan grup ketiga yaitu luar Jawa Timur, mulai dari NTB, NTT, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
Kedua, mendata instansi dan barcode tiap TLD. Selanjutnya, TLD ditempatkan dalam TLD Reader untuk memulai pembacaan TLD.
Baca Juga: Pengalaman Magang dengan Teman-teman Down Syndrome di POTADS Surabaya
Sebelum itu, terlebih dahulu membuka kran tabung gas Nitrogen yang berfungsi untuk mengendalikan pemanasan ketika TLD Reader beroperasi serta menghidupkan TLD Reader dan menunggu suhu yang ada pada display layar TLD Reader mencapai 9°C.
TLD Reader menggunakan pemanasan terkendali untuk melepaskan energi yang tersimpan dalam bentuk cahaya.
Cahaya yang dipancarkan ini kemudian diukur oleh detektor dan dikonversi menjadi nilai dosis radiasi yang diterima.
Hasil pembacaan ini kemudian dianalisis untuk memastikan tingkat paparan tetap dalam batas aman yang telah ditetapkan.
Nilai Batas Dosis (NBD) bagi pekerja radiasi, yaitu 20 mSv/tahun. Setelah proses pembacaan, TLD akan dikosongkan kembali dari radiasi sehingga dapat digunakan kembali.

Baca Juga: Optimasi Kinerja Panel Surya dengan Monitoring Suhu dan Irradiasi
Kepala BPAFK Surabaya, Bapak Dr. Wahyudi Iffani, S.T., M.T. menyampaikan bahwa “Instalasi PDP memiliki peran utama sebagai lembaga resmi yang ditunjuk secara legal untuk melakukan evaluasi terhadap hasil pembacaan dosis bagi pekerja radiasi, dengan adanya Instalasi PDP di BPAFK menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan radiasi bagi pekerja di bidang kesehatan. BPAFK Surabaya khususnya Instalasi PDP memiliki hubungan yang erat dengan SDGs, yaitu Good Health and Well-Being, karena PDP sendiri bertanggung jawab atas orang banyak khususnya terkait penyakit yang tidak menular yaitu dengan radiasi sehingga Instalasi PDP harus memiliki respon dan pelayanan yang cepat. Pentingnya pekerja radiasi memiliki monitoring dosis untuk meningkatkan kesadaran tenaga medis mengenai proteksi radiasi, bukan sekedar mentaati peraturan, tetapi kesadaran untuk keselamatan diri sendiri,” ujar beliau.
“Harapan saya untuk mahasiswa yang telah melaksanakan magang di BPAFK Surabaya agar mahasiswa memiliki daya belajar yang kuat, keinginan yang besar terhadap ilmu-ilmu baru dalam fisika medis dan carilah ilmu sebanyak-banyaknya sehingga dengan magang di BPAFK Surabaya mendapatkan ilmu yang baru,” tambahnya.

Kepala Instalasi Pemantauan Dosis Perorangan BPAFK Surabaya, Ibu Ero Wahjuningdiah, S,ST., M.KKK menyampaikan bahwa, “Pemantauan dosis perorangan yang dimaksud perorangan adalah pekerja radiasi yang harus dipantau dosisnya karena radiasi adalah suatu materi yang tidak berbau, berwarna, berbentuk, akan tetapi dapat memberikan efek ke tubuh pekerja radiasi dan pekerja radiasi berpotensi menerima dosis berlebih daripada masyarakat umum akan tetapi dosisnya tidak boleh melebihi Nilai Batas Dosis (NBD) yang ditetapkan oleh BAPETEN, yaitu 20 mSv/tahun. Thermoluminescence Dosimeter (TLD) adalah alat ukur pasif karena TLD tidak dapat mengeluarkan dosis yang didapatkan pekerja radiasi jika tidak dibaca terlebih dahulu oleh TLD Reader,” ujarnya.
“Pada tahun 2024 sekitar dua Rumah Sakit yang melebihi NBD untuk satu periode, yaitu 3 bulan. Pada tahun 2024 juga sebanyak 2.273 Rumah sakit dan ±19.000 TLD yang dibacakan belum termasuk TLD yang baru beli dan harus diregistrasi. Harapan saya untuk mahasiswa yang sedang atau telah melaksanakan magang di BPAFK Surabaya, khususnya di Instalasi PDP, minimal tahu mengenai radiasi dan 3 prinsip proteksi radiasi, yaitu waktu, jarak, dan shielding,” tambah beliau.
Sebagai penutup, mahasiswa menyampaikan terima kasih kepada pihak BPAFK Surabaya yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Mahasiswa juga mengungkapkan kesan yang sangat positif dengan pengalaman yang didapatkan, terutama dalam cara pengoperasian TLD Reader, analisis evaluasi hasil dosis personil, memahami pentingnya pemantauan dosis perorangan dalam menjaga keselamatan pekerja yang terpapar radiasi, dan efek yang didapatkan bila melebihi ambang batas.
Selain itu, ini juga mengasah keterampilan praktis yang tidak diperoleh di kelas, tetapi didapatkan di BPAFK Surabaya serta mahasiswa dapat menerapkan teori-teori yang telah dipelajari.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara akademisi dan mitra dapat terus terjalin untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan keselamatan kerja di masa depan.
Penulis: Sakinah
Mahasiswa Prodi Fisika, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












