Gowa, MMI – Di tengah derasnya arus era digital, upaya nyata untuk mengangkat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus bergulir.
Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah kegiatan Pendampingan Pengembangan Brand dan Strategi Pemasaran Digital yang baru-baru ini menyasar sebuah permata kuliner lokal, yaitu UMKM Eat Mentai.
Usaha milik Fitria yang berlokasi strategis di kawasan Pertamina Limbung, Gowa, ini menjadi bukti bahwa potensi besar harus didukung dengan strategi yang tepat.
Aksi pemberdayaan ini digerakkan oleh tim yang terdiri dari enam mahasiswa, dipimpin oleh Andi Muhrizaldi Erlangga sebagai Ketua Tim Pengusul.
Mereka bekerja di bawah arahan dan bimbingan dosen pendamping yang kompeten, Ibu Novika Ayu Triany, S.I.Kom., M.I.Kom.
Fokus utama dari pendampingan ini adalah bagaimana mengubah kualitas branding Eat Mentai dan memanfaatkan kekuatan pemasaran digital yang secara signifikan meningkatkan angka penjualan.
Dalam proses pendampingan yang intensif, tim mahasiswa tidak hanya sekedar memberi teori.
Mereka turun tangan langsung membantu Eat Mentai. Beberapa aktivitas krusial yang dilakukan meliputi:
- Produksi Konten Pemasaran: Membantu membuat materi promosi yang visualnya menarik.
- Perumusan Konsep Brand: Menyusun ulang identitas merek yang tadinya masih samar menjadi lebih terarah dan berkarakter.
- Edukasi Mendalam: Memberikan pelatihan praktis kepada Fitria mengenai bagaimana berjualan secara efektif di berbagai platform digital.
Materi yang disampaikan dirancang sangat praktis, mencakup teknik optimasi media sosial, tips jitu dalam mengambil foto produk makanan yang instagramable, seni menyusun caption yang menggugah selera, hingga pemanfaatan fitur iklan berbayar secara cerdas dan efisien.
Andi Muhrizaldi Erlangga, sang Ketua Tim Pengusul, menuturkan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak agar UMKM lokal mampu beradaptasi cepat dengan perubahan teknologi.
“UMKM Eat Mentai ini punya potensi yang luar biasa. Dengan suntikan digital marketing dan penguatan brand yang solid, kami sangat berharap usaha ini bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas dan berani bersaing di arena kuliner yang semakin ketat persaingannya,” tegasnya penuh optimisme.

Sementara itu, Fitria, owner Eat Mentai, tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya.
“Kegiatan ini benar-benar sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Sebelumnya saya masih agak bingung bagaimana cara promosi yang benar di dunia maya. Sekarang, berkat bantuan dan edukasi yang mudah dicerna dari rekan-rekan mahasiswa, saya jadi lebih percaya diri untuk mengelola media sosial dan mengembangkan usaha ini lebih serius,” ungkapnya.
Ibu Novika Ayu Triany, dosen pendamping, turut menyoroti pentingnya kegiatan semacam ini sebagai jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan di kampus dengan realita kebutuhan di lapangan.
Beliau berharap pendampingan ini menjadi pijakan awal bagi Eat Mentai untuk mengelola aspek pemasaran mereka dengan cara yang lebih profesional dan terukur.
Dengan pondasi branding yang lebih kuat dan visibilitas digital yang meningkat, UMKM Eat Mentai kini siap tancap gas.
Harapannya, mereka mampu merebut pangsa pasar yang lebih luas di tengah dinamika industri kuliner.
Penulis: Hisyam Muafi Assyawal
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Ciputra Makassar
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












