Peningkatan Kualitas SDM Siswa SMK YIMK Joglo Melalui Edukasi Literasi Keuangan dan Perencanaan Karier

ABSTRACT

Financial literacy and career planning are essential competencies for vocational high school students in preparing for future economic and professional challenges. However, many students still have limited understanding of personal financial management and career development strategies. Therefore, this community service program was conducted to improve the quality of human resources among students of SMK YIMK Joglo through financial literacy education and career planning training. The activity involved 55 students from grades XI and XII and was implemented through interactive lectures, group discussions, question-and-answer sessions, case studies, and practical exercises. The educational materials covered personal financial management, budgeting, saving habits, financial decision-making, self-potential identification, and career planning strategies. The results of the activity indicated increased student awareness and understanding of the importance of financial literacy and career preparation. Participants demonstrated better knowledge of managing personal finances and formulating career goals based on their interests and competencies. The program also encouraged students to be more confident in planning their future education and employment pathways. In conclusion, financial literacy and career planning education can effectively support the improvement of vocational students’ human resource quality and career readiness. Continuous implementation of similar programs is recommended through collaboration among schools, higher education institutions, and industry partners.

Keywords: financial literacy, career planning, vocational students, human resource quality, career readiness.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

 

ABSTRAK

Literasi keuangan dan perencanaan karier merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam menghadapi tantangan ekonomi dan dunia kerja di masa depan. Namun, masih banyak siswa yang memiliki pemahaman terbatas mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan strategi pengembangan karier. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) siswa SMK YIMK Joglo melalui edukasi literasi keuangan dan pelatihan perencanaan karier. Kegiatan ini melibatkan 55 siswa kelas XI dan XII yang dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, studi kasus, dan latihan praktik. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan pribadi, penyusunan anggaran, kebiasaan menabung, pengambilan keputusan keuangan, identifikasi potensi diri, serta strategi perencanaan karier. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi keuangan dan persiapan karier. Peserta menunjukkan pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola keuangan pribadi serta merumuskan tujuan karier sesuai minat dan kompetensi yang dimiliki. Program ini juga mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam merencanakan pendidikan lanjutan dan jalur karier di masa depan. Dengan demikian, edukasi literasi keuangan dan perencanaan karier dapat menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas SDM dan kesiapan karier siswa SMK. Pelaksanaan program serupa secara berkelanjutan direkomendasikan melalui kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan dunia industri.

Kata Kunci: literasi keuangan, perencanaan karier, siswa SMK, kualitas sumber daya manusia, kesiapan karier.

LATAR BELAKANG PELAKSANAAN

Perkembangan ekonomi digital dan kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pengelolaan keuangan dan perencanaan karier. Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital, seperti mobile banking, dompet digital, dan platform investasi, memberikan peluang yang besar bagi masyarakat untuk mengelola keuangan secara lebih efektif. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menimbulkan berbagai tantangan, terutama bagi generasi muda yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan masa depan. Oleh karena itu, literasi keuangan dan perencanaan karier menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa sebagai bekal menghadapi kehidupan ekonomi dan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola sumber daya keuangan secara efektif untuk mencapai kesejahteraan di masa depan. Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD, 2023), literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku seseorang dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat. Individu yang memiliki tingkat literasi keuangan yang baik cenderung lebih mampu mengelola pengeluaran, menabung, menghindari risiko keuangan, dan merencanakan masa depan secara lebih terarah.

Meskipun demikian, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 65,43%. Meskipun mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang optimal mengenai pengelolaan keuangan. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama bagi siswa SMK yang akan segera memasuki dunia kerja dan mulai mengelola keuangan secara mandiri.

Selain literasi keuangan, perencanaan karier juga menjadi aspek penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Perencanaan karier merupakan proses mengenali potensi diri, menentukan tujuan karier, serta menyusun langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut Super (2022), perencanaan karier membantu individu memahami kemampuan, minat, dan nilai-nilai yang dimiliki sehingga dapat membuat keputusan karier yang lebih tepat. Perencanaan karier yang dilakukan sejak dini akan membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang dan tantangan di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2024, SMK merupakan lembaga pendidikan vokasi yang bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Namun, selain keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, siswa SMK juga perlu dibekali dengan kemampuan mengelola keuangan dan merencanakan karier agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja yang dinamis.

Berdasarkan hasil observasi awal di SMK YIMK Joglo, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi siswa, yaitu: (1) masih rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi; (2) kurangnya kebiasaan menyusun anggaran dan menabung secara terencana; (3) minimnya pengetahuan mengenai produk dan layanan keuangan yang aman dan bermanfaat; (4) belum adanya perencanaan karier yang jelas sesuai minat dan kompetensi siswa; serta (5) rendahnya kesiapan siswa dalam menentukan langkah setelah lulus, baik untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dan perencanaan karier. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, siswa diberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, pentingnya menabung, penyusunan anggaran, pengambilan keputusan keuangan yang bijak, identifikasi potensi diri, serta strategi perencanaan karier. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia siswa SMK YIMK Joglo sehingga mereka memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan ekonomi, pendidikan, dan dunia kerja di masa depan.

 

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 55 siswa SMK YIMK Joglo sebagai peserta. Metode utama yang digunakan adalah edukasi dan pelatihan interaktif yang disampaikan secara terstruktur dan sistematis oleh tim pelaksana. Materi yang diberikan mencakup dua tema utama, yaitu literasi keuangan dan perencanaan karier. Setiap sesi dirancang secara bertahap agar peserta dapat memahami konsep dasar pengelolaan keuangan serta mampu menyusun rencana karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kompetensi yang dimiliki.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa metode pembelajaran, yaitu ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, dan latihan praktik. Pada sesi literasi keuangan, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan pribadi, penyusunan anggaran, kebiasaan menabung, pengelolaan pengeluaran, serta pengambilan keputusan keuangan yang bijak. Sementara itu, pada sesi perencanaan karier, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan potensi diri, penentuan tujuan karier, identifikasi peluang pendidikan dan pekerjaan, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan karier yang diinginkan.

Proses pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan komunikatif, di mana pemateri tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga melibatkan peserta dalam berbagai aktivitas diskusi dan praktik. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta sehingga materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan secara lebih efektif. Selain itu, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, pendapat, serta permasalahan yang dihadapi terkait pengelolaan keuangan dan perencanaan masa depan.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test guna mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, angket kepuasan peserta juga diberikan untuk memperoleh umpan balik mengenai kualitas materi, metode penyampaian, kinerja narasumber, serta manfaat kegiatan yang dirasakan oleh peserta. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi digunakan untuk menilai keberhasilan program dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dan perencanaan karier.

Tabel 1. Susunan Acara Edukasi Literasi Keuangan dan Perencanaan Karier
Gambar 1: Foto Bersama Peserta dan Tim Pelaksana Kegiatan, Sumber: Dokumentasi Kegiatan PKM, 2026.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Peningkatan Kualitas SDM Siswa SMK YIMK Joglo Melalui Edukasi Literasi Keuangan dan Perencanaan Karier” telah dilaksanakan dengan baik dan diikuti oleh 55 siswa kelas XI dan XII SMK YIMK Joglo. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan tingkat kehadiran yang tinggi. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang baik terhadap materi yang disampaikan, yang terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi, tanya jawab, dan penyelesaian studi kasus yang diberikan oleh pemateri.

Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan pribadi, penyusunan anggaran sederhana, pentingnya menabung dan perencanaan keuangan, pengenalan potensi diri, serta strategi perencanaan karier. Pada sesi literasi keuangan, peserta memperoleh pemahaman mengenai cara mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efektif serta pentingnya pengambilan keputusan keuangan yang bijaksana. Sementara itu, pada sesi perencanaan karier, peserta diberikan wawasan mengenai pentingnya mengenali minat, bakat, dan kompetensi diri sebagai dasar dalam menentukan tujuan karier di masa depan.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan keuangan, cara membangun kebiasaan menabung, pemilihan jalur pendidikan setelah lulus SMK, serta peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.

Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi keuangan dan perencanaan karier. Peserta mulai memahami pentingnya menyusun anggaran keuangan sederhana, mengelola pengeluaran secara lebih bijak, serta menetapkan tujuan karier yang jelas dan terarah. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi untuk mempersiapkan masa depan melalui perencanaan pendidikan dan karier yang lebih matang.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta dan keberhasilan pelaksanaan program edukasi yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta maupun pihak sekolah karena dinilai memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswa menghadapi masa depan.

Tabel 2. Hasil Evaluasi Pre-test dan Post-test

Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kesadaran dan motivasi peserta dalam mempersiapkan masa depan. Banyak siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak serta menyusun rencana karier sejak dini. Peserta menjadi lebih termotivasi untuk menabung, mengatur pengeluaran, dan menetapkan tujuan pendidikan maupun pekerjaan yang ingin dicapai di masa depan.

Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan dan perencanaan karier mampu meningkatkan kualitas SDM siswa SMK YIMK Joglo. Program ini tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga membangun kesadaran, motivasi, dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.

Tabel 3. Penilaian Peserta Terhadap Pelaksanaan Pelatihan

Gambar 2: foto kegiatan Bersama (sumber: Dokumentasi)

 

Pembahasan

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan dan perencanaan karier perlu diberikan sejak dini kepada siswa SMK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan ekonomi dan dunia kerja. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga mencakup kemampuan merencanakan keuangan, mengendalikan pengeluaran, serta mengambil keputusan keuangan yang tepat. Melalui kegiatan ini, siswa mulai memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sebagai bekal untuk mencapai kesejahteraan di masa depan.

Peningkatan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Sebagian besar peserta mulai memahami pentingnya menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sejak dini. Pemahaman tersebut menjadi modal penting bagi siswa untuk menghindari perilaku konsumtif dan meningkatkan kemandirian finansial di masa mendatang.

Selain literasi keuangan, materi perencanaan karier juga memberikan dampak positif terhadap kesiapan siswa dalam menentukan arah masa depan. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian siswa belum memiliki gambaran yang jelas mengenai tujuan karier maupun langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah lulus sekolah. Setelah mengikuti kegiatan, siswa mulai memahami pentingnya mengenali minat, bakat, dan kompetensi diri sebagai dasar dalam menentukan pilihan pendidikan maupun pekerjaan yang sesuai.

Pada aspek kesiapan karier, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya perencanaan yang matang sebelum memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. Peserta mulai mampu menetapkan tujuan karier jangka pendek maupun jangka panjang serta memahami strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan karier dapat membantu siswa menjadi lebih terarah dalam mengambil keputusan terkait masa depan mereka.

Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri siswa. Peserta terlihat lebih aktif dalam berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, serta menunjukkan minat yang tinggi untuk mengembangkan kemampuan diri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pemberdayaan siswa agar lebih siap menghadapi tantangan pendidikan, ekonomi, dan dunia kerja.

Secara umum, hasil kegiatan membuktikan bahwa edukasi literasi keuangan dan perencanaan karier memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas SDM siswa SMK YIMK Joglo. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait agar siswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi masa depan serta mampu menjadi generasi yang mandiri, kompeten, dan berdaya saing.

 

Simpulan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK YIMK Joglo memberikan hasil positif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dan perencanaan karier sebagai bekal menghadapi masa depan. Program ini berhasil menambah wawasan siswa tentang pengelolaan keuangan pribadi, pentingnya menabung, penyusunan anggaran, serta perencanaan karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kompetensi yang dimiliki. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak dan mempersiapkan karier sejak dini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Edukasi yang diberikan juga berdampak pada meningkatnya motivasi, kepercayaan diri, dan kesiapan siswa dalam menentukan langkah setelah lulus sekolah, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Siswa menjadi lebih mampu mengenali potensi diri serta menyusun tujuan masa depan secara lebih terarah. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam membekali generasi muda dengan kompetensi yang diperlukan untuk menjadi sumber daya manusia yang mandiri, kompeten, dan berdaya saing.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education (3rd ed.). University of Chicago Press.
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2024). Data pokok pendidikan menengah kejuruan tahun 2024. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  • Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024. Otoritas Jasa Keuangan. https://www.ojk.go.id
  • Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). OECD/INFE toolkit for measuring financial literacy and financial inclusion 2023. OECD Publishing. https://www.oecd.org
  • Putri, A. R., & Nugroho, S. (2023). Pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada generasi muda. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 20(2), 112–124.
  • Sari, D., & Pratama, B. (2024). Edukasi literasi keuangan sebagai upaya meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan siswa sekolah menengah. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 45–53.
  • Super, D. E. (2022). Career development and self-concept theory. Career Development Quarterly Press.
  • Widodo, H., & Rahmawati, N. (2024). Perencanaan karier siswa sekolah menengah kejuruan dalam menghadapi dunia kerja. Jurnal Pendidikan Vokasi, 14(1), 78–89.
  • Yusuf, M., & Lestari, P. (2023). Peningkatan kesiapan karier siswa melalui program bimbingan dan perencanaan karier. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 11(3), 201–210.

Penulis:
– Dandy Dwi Saputra
– Erni Ida Yanti
– Siti Zahra
– Bulan Oktrina
Mahasiswa Program Studi Manajemen S1, Universitas Pamulang (UNPAM)


Dosen Pengampu: Bulan Oktrima S.Si., M.M.


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses