Kepercayaan Generasi Z di Kudus pada Pemerintah dengan Melemahnya Nilai Rupiah terhadap Dollar

kepercayaan generasi z di kudus
Ilustrasi Artikel Kepercayaan Generasi Z di Kudus pada Pemerintah dengan Melemahnya Nilai Rupiah terhadap Dollar (Gambar: MMI Arts)

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Generasi Z merupakan kelompok yang lahir pada rentang tahun 1997–2012 sehingga pada tahun 2026 berusia sekitar 13–29 tahun. Generasi ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat dan memiliki kemudahan dalam mengakses informasi melalui media sosial, portal berita, serta berbagai platform digital lainnya. Karakteristik tersebut membuat Generasi Z lebih cepat mengetahui dan mengikuti perkembangan berbagai isu yang terjadi di masyarakat, termasuk isu sosial, politik, dan ekonomi. Kemudahan akses informasi juga memungkinkan Generasi Z untuk membentuk pandangan dan penilaian terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya (Twenge, 2017).

Salah satu isu ekonomi yang sering menjadi perhatian masyarakat adalah perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai tukar memiliki peran penting dalam perekonomian karena memengaruhi aktivitas perdagangan internasional, investasi, inflasi, serta stabilitas ekonomi suatu negara. Pergerakan nilai tukar rupiah juga berdampak pada tingkat ketidakpastian ekonomi dan dapat memengaruhi berbagai sektor, baik sektor moneter maupun sektor riil. Selain dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan jumlah uang beredar, perubahan nilai tukar juga dapat dipengaruhi oleh faktor non-ekonomi, sehingga sering menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional (Atmadja, 2002).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Di sisi lain, tingkat literasi keuangan juga berperan dalam membantu Generasi Z memahami berbagai fenomena ekonomi yang terjadi. Penelitian Sustiyo dan Hidayat (2019) menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku ekonomi Generasi Z. Pemahaman mengenai kondisi ekonomi dapat memengaruhi cara individu menafsirkan informasi yang diterima serta membentuk penilaian terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan ekonomi nasional. Sebagai generasi yang aktif mengakses informasi, Generasi Z memiliki peluang yang besar untuk membentuk pandangan terhadap kondisi ekonomi yang sedang terjadi.

Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak hanya menjadi fenomena ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi cara masyarakat menilai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Penilaian tersebut dapat tercermin melalui tingkat kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Mengingat Generasi Z merupakan generasi yang akan berperan penting dalam pembangunan bangsa di masa depan, penting untuk mengetahui bagaimana tingkat kepercayaan mereka terhadap pemerintah di tengah fenomena melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan uraian tersebut, survei ini dirancang untuk mengetahui tingkat kepercayaan Generasi Z terhadap pemerintah terkait melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

B. Tujuan

Untuk mengetahui Kepercavaan Generasi Z pada Pemerintah dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dollar

C. Manfaat (teoritis dan praktis)

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan referensi dalam bidang psikologi politik, khususnya mengenai persepsi Generasi Z terhadap isu ekonomi yang berkaitan dengan kondisi politik dan kebijakan pemerintah.

2. Manfaat Praktis

Bagi Mahasiswa

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa mengenai pengaruh kondisi ekonomi, khususnya melemahnya nilai rupiah, terhadap cara pandang masyarakat dan Generasi Z.

Bagi Generasi Z

Penelitian ini dapat membantu Generasi Z memahami dampak melemahnya nilai rupiah terhadap kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi nasional.

Bagi Pemerintah

Hasil survei dapat menjadi masukan untuk mengetahui pandangan Generasi Z terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.

Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini dapat dijadikan referensi dan bahan pertimbangan bagi penelitian lain yang membahas psikologi politik, persepsi masyarakat, atau isu ekonomi nasional.

D. Tinjauan Pustaka

Kepercayaan terhadap pemerintah merupakan keyakinan masyarakat bahwa pemerintah mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif demi mencapai kepentingan publik. Kepercayaan menjadi salah satu unsur penting dalam hubungan antara masyarakat dan pemerintah karena dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap kebijakan yang ditetapkan. Menurut Mayer, Davis, dan Schoorman (1995), kepercayaan dibangun melalui tiga aspek utama, yaitu ability (kemampuan), benevolence (kepedulian), dan integrity (integritas). Ability mengacu pada kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, benevolence berkaitan dengan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, sedangkan integrity merujuk pada konsistensi pemerintah dalam menjalankan tugas berdasarkan nilai, aturan, dan komitmen yang berlaku.

Generasi Z merupakan kelompok yang lahir pada rentang tahun 1999–2012 dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat. Kemudahan akses informasi membuat Generasi Z lebih mudah memperoleh dan mengikuti berbagai isu sosial, politik, maupun ekonomi yang terjadi di Indonesia. Salah satu isu ekonomi yang menjadi perhatian masyarakat adalah melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi penilaian Generasi Z terhadap kinerja pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam konteks penelitian ini, kepercayaan Generasi Z terhadap pemerintah dapat dilihat melalui penilaian terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola kondisi ekonomi, kepedulian pemerintah terhadap dampak yang dirasakan masyarakat, serta integritas pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi yang diterapkan (Mayer et al., 1995).

Baca juga: Pengaruh Kredibilitas Influencer Terhadap Kecenderungan Impulsive Buying pada Generasi Z

II. Metode Survei

A. Jenis Survei

Survei ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan polling untuk mengetahui persepsi Generasi Z terhadap melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

B. Lokasi Polling

Polling dilakukan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam survei ini adalah Generasi Z berusia 17–27 tahun yang berdomisili di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria:

  • Termasuk dalam kategori Generasi
  • Berusia 17-27
  • Aktif menggunakan media
  • Bersedia mengisi angket
  • Berdomisili di Kabupaten yang mencakup 9 kecamatan di

D. Instrumen Survei

Responden diminta memberikan jawaban menggunakan skala Likert:

1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju

Identitas Responden

Jenis Kelamin
  • Laki-laki
  • Perempuan
Usia
  • 17–20 tahun
  • 21–24 tahun
  • 25–27 tahun
Pernyataan Survei:
  1. Saya mengetahui bahwa nilai rupiah terhadap dolar Amerika sedang mengalami
  2. Melemahnya nilai rupiah berdampak pada kehidupan ekonomi
  3. Kenaikan harga barang dipengaruhi oleh melemahnya nilai
  4. Saya merasa khawatir terhadap kondisi ekonomi ketika nilai rupiah
  5. Pemerintah telah berupaya menjaga stabilitas nilai
  6. Saya percaya pemerintah mampu mengatasi pelemahan nilai
  7. Informasi mengenai nilai tukar rupiah sering saya peroleh dari media
  8. Melemahnya nilai rupiah dapat memengaruhi masa depan ekonomi Generasi
  9. Saya tertarik mengikuti berita mengenai kondisi ekonomi
  10. Stabilitas nilai rupiah penting bagi kesejahteraan masyarakat
  11. Menurut saya, pelemahan rupiah dapat memengaruhi harga barang yang saya
  12. Kebijakan presiden berpengaruh terhadap melemahnya nilai
  13. Saya percaya keputusan presiden dapat berdampak pada nilai tukar rupiah
  14. Menurut saya, keberhasilan menjaga nilai rupiah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
  15. Saya optimis nilai rupiah dapat kembali menguat di masa
  16. Sebagai Generasi Z di Kudus, apa harapanmu kepada Presiden Indonesia dalam menghadapi melemahnya nilai rupiah? Tuliskan pendapatmu secara singkat.

E.  Teknik Pengumpulan Data

Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner menggunakan Google Form kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian.

F. Teknik Analisis Data

Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa:

  • Frekuensi
  • Persentase
  • Rata-rata skor jawaban responden

Hasil analisis kemudian diinterpretasikan untuk menggambarkan persepsi Generasi Z terhadap melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

G. Rencana Penyajian Hasil

Hasil polling akan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram berdasarkan jawaban responden. Selanjutnya dilakukan interpretasi untuk mengetahui kecenderungan persepsi Generasi Z terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dan kondisi ekonomi nasional.

https://forms.gle/P1zV4hq6UUSj3t3FA

III. Survei Psikologi Politik

A. Hasil lapangan

Karakteristik Kategori Frekuensi Persentase
Jenis Kelamin Laki-Laki 11 18,03%
Perempuan 50 81,97%
 

Usia

17-20 Tahun 42 68,85%
21-24 Tahun 18 29,51%
25-27 Tahun 1 1,64%
 

 

 

 

 

Domisili (Kecamatan)

Jati 20 32,79%
Bae 10 16,39%
Kota Kudus 8 13,11%
Mejobo 8 13,11%
Gebog 5 8,20%
Jekuo 4 6,56%
Kaliwungu 3 4,92%
Dawe 2 3,28%
Undaan 1 1,64%

Tabel 3.1 Karakteristik Responden

 

Interpretasi: Berdasarkan Tabel 3.1, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 50 orang (81,97%), sedangkan laki-laki sebanyak 11 orang (18,03%). Berdasarkan usia, sebagian besar responden berada pada rentang usia 17-20 tahun sebanyak 42 orang (68,85%), diikuti usia 21-24 tahun sebanyak 18 orang (29,51%), dan usia 25-27 tahun sebanyak 1 orang (1,64%). Berdasarkan domisili, responden paling banyak berasal dari Kecamatan Jati sebanyak 20 orang (32,79%), sedangkan paling sedikit berasal dari Kecamatan Undaan sebanyak 1 orang (1,64%). Sebaran responden menunjukkan bahwa survei telah menjangkau sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus sehingga dapat menggambarkan persepsi Generasi Z secara lebih beragam.

NO Pernyataan Mean
1 Saya mengetahui bahwa nilai rupiah terhadap dolar Amerika sedang mengalami pelemahan. 4,10
2 Melemahnya nilai rupiah berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat. 4,33
3 Kenaikan harga barang dipengaruhi oleh melemahnya nilai rupiah. 4,10
4 Saya merasa khawatir terhadap kondisi ekonomi ketika nilai rupiah melemah. 4,28
5 Pemerintah telah berupaya menjaga stabilitas nilai rupiah 3,03
6 Saya percaya pemerintah mampu mengatasi pelemahan nilai rupiah. 3,15
7 Informasi mengenai nilai tukar rupiah sering saya peroleh dari media sosial. 4,08
8 Melemahnya nilai rupiah dapat memengaruhi masa depan ekonomi Generasi Z. 4,23
9 Saya tertarik mengikuti berita mengenai kondisi ekonomi Indonesia. 3,59
10 Stabilitas nilai rupiah penting bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. 4,31
11 Menurut saya, pelemahan rupiah dapat memengaruhi harga barang yang saya beli. 4,13
12 Kebijakan presiden berpengaruh terhadap melemahnya nilai rupiah. 3,90
13 Saya percaya keputusan presiden dapat berdampak pada nilai tukar rupiah. 3,75
14 Menurut saya, keberhasilan menjaga nilai rupiah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. 4,02
15 Saya optimis nilai rupiah dapat kembali menguat di masadepan. 3,72

Tabel 3.2 Hasil Jawaban Responden

Interpretasi: Berdasarkan Tabel 3.2, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada pernyataan nomor 2 yaitu “Melemahnya nilai rupiah berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat” (M = 4,33), diikuti pernyataan nomor 10 “Stabilitas nilai rupiah penting bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia” (M = 4,31), dan pernyataan nomor 4 “Saya merasa khawatir terhadap kondisi ekonomi ketika nilai rupiah melemah” (M = 4,28). Hasil ini menunjukkan bahwa responden memiliki kesadaran yang tinggi terhadap dampak pelemahan nilai rupiah serta menilai stabilitas nilai rupiah sangat penting bagi kehidupan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebaliknya, nilai rata-rata terendah terdapat pada pernyataan nomor 5 “Pemerintah telah berupaya menjaga stabilitas nilai rupiah” (M = 3,03) dan pernyataan nomor 6 “Saya percaya pemerintah mampu mengatasi pelemahan nilai rupiah” (M = 3,15). Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan responden terhadap kemampuan pemerintah dalam menjaga dan mengatasi pelemahan nilai rupiah masih berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi nilai rupiah, namun masih bersikap kritis terhadap upaya dan kemampuan pemerintah dalam mengelola stabilitas nilai tukar.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil survei, Generasi Z di Kabupaten Kudus menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi terhadap kondisi melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari tingginya nilai rata-rata pada pernyataan bahwa melemahnya nilai rupiah berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat (M = 4,33), stabilitas nilai rupiah penting bagi kesejahteraan masyarakat (M = 4,31), serta munculnya rasa khawatir terhadap kondisi ekonomi ketika nilai rupiah melemah (M = 4,28). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami bahwa perubahan nilai tukar bukan hanya persoalan ekonomi makro, tetapi juga memiliki dampak terhadap kehidupan sehari-hari, seperti kenaikan harga barang, biaya pendidikan, maupun daya beli masyarakat. Dengan demikian, kondisi nilai tukar menjadi salah satu indikator yang diperhatikan oleh Generasi Z dalam menilai situasi ekonomi di Indonesia.

Tingginya kesadaran tersebut tidak terlepas dari karakteristik Generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital. Generasi ini terbiasa memperoleh informasi secara cepat melalui media sosial, portal berita, maupun berbagai platform digital lainnya. Kondisi tersebut juga tampak pada hasil survei, di mana responden mengaku sering memperoleh informasi mengenai nilai tukar rupiah melalui media sosial dengan nilai rata-rata sebesar 4,08. Menurut (Santoso & Danarsari, 2025), Generasi Z merupakan generasi yang memiliki kedekatan dengan teknologi digital sehingga lebih mudah memperoleh informasi mengenai berbagai isu, termasuk isu ekonomi dan kebijakan pemerintah. Kemudahan akses informasi tersebut membuat Generasi Z memiliki pengetahuan yang lebih luas serta mampu membentuk pandangan terhadap suatu fenomena berdasarkan berbagai sumber yang mereka akses.

Meskipun memiliki akses informasi yang luas, banyaknya informasi yang diterima juga membuat Generasi Z lebih kritis dalam memberikan penilaian terhadap suatu kebijakan. Mereka tidak hanya melihat hasil akhir suatu kebijakan, tetapi juga memperhatikan bagaimana pemerintah menjelaskan kebijakan tersebut kepada masyarakat. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Mutmainna & Taibe, 2025) yang menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung mengevaluasi kinerja pemerintah berdasarkan informasi yang mereka peroleh serta dampak kebijakan yang dirasakan secara langsung. Karakteristik tersebut menjadikan Generasi Z sebagai kelompok masyarakat yang aktif memberikan penilaian terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa responden memahami adanya hubungan antara pelemahan nilai rupiah dengan kenaikan harga barang. Pernyataan mengenai pengaruh pelemahan rupiah terhadap harga barang memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,13. Temuan ini menunjukkan bahwa responden menyadari perubahan nilai tukar memiliki dampak terhadap kondisi ekonomi yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Pratiwik & Prajanti, 2023) yang menjelaskan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah dapat memengaruhi kondisi perekonomian nasional, termasuk stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, harga barang cenderung meningkat sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, tingginya skor yang diberikan responden menunjukkan bahwa Generasi Z telah memahami bahwa stabilitas nilai rupiah merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat. Pemahaman tersebut juga didukung oleh karakteristik Generasi Z yang aktif mengakses informasi melalui media digital sehingga mereka lebih mudah mengikuti perkembangan isu ekonomi dan mengaitkannya dengan kondisi yang mereka alami sehari-hari.

Di sisi lain, tingginya perhatian terhadap kondisi ekonomi tidak selalu diikuti dengan tingginya tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Hasil survei menunjukkan bahwa pernyataan “Pemerintah telah berupaya menjaga stabilitas nilai rupiah” memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,03, sedangkan pernyataan “Saya percaya pemerintah mampu mengatasi pelemahan nilai rupiah” memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,15. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih memberikan penilaian yang cenderung sedang terhadap kemampuan pemerintah dalam menghadapi pelemahan nilai rupiah. Temuan ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa responden tidak percaya kepada pemerintah, tetapi lebih menggambarkan bahwa mereka masih menunggu bukti nyata dari efektivitas kebijakan yang diterapkan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut (Idris, 2020), kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dipengaruhi oleh keterbukaan informasi mengenai proses maupun hasil kebijakan yang dilakukan pemerintah. Ketika masyarakat memperoleh informasi yang jelas, transparan, dan mudah dipahami, tingkat kepercayaan cenderung meningkat. Sebaliknya, apabila informasi yang diterima dianggap kurang memadai, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah. Temuan ini juga diperkuat oleh (Hastrida & Hendriyani, 2023) yang menyatakan bahwa komunikasi dialogis antara pemerintah dan masyarakat mampu meningkatkan kepercayaan publik karena masyarakat merasa memperoleh informasi yang terbuka serta memiliki kesempatan untuk memahami kebijakan yang diterapkan.

Baca juga: Pengaruh Academic Stress terhadap Kecenderungan Perilaku Impulsive Buying Generasi Z pada Pengguna Lazada

IV. Penutup

A. Simpulan

Berdasarkan hasil survei terhadap Generasi Z di Kabupaten Kudus, dapat disimpulkan bahwa responden memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap dampak melemahnya nilai rupiah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Mereka memahami bahwa pelemahan nilai tukar dapat memengaruhi kenaikan harga barang, kesejahteraan masyarakat, serta masa depan ekonomi Generasi Z. Namun, tingkat kepercayaan terhadap kemampuan dan upaya pemerintah dalam mengatasi pelemahan nilai rupiah masih berada pada kategori sedang. Meskipun demikian, responden tetap menunjukkan optimisme bahwa nilai rupiah dapat kembali menguat di masa depan dan menilai bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

B. Saran

Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan transparansi, komunikasi, dan efektivitas kebijakan ekonomi agar mampu memperkuat kepercayaan Generasi Z terhadap upaya yang dilakukan dalam menjaga stabilitas nilai rupiah. Selain itu, edukasi mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan publik perlu lebih dioptimalkan melalui media digital yang banyak diakses Generasi Z, sehingga pemahaman masyarakat terhadap faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar dan kondisi ekonomi nasional menjadi lebih baik. Bagi Generasi Z, penting untuk terus meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan agar dapat memahami isu ekonomi secara lebih kritis dan objektif.


Penulis:
1. Malahika Syarifatul Laillisyam (202460001)
2. Chintya Nova Saridewi (202460015)
Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muria Kudus

 

Daftar Pustaka

Atmadja, A. S. (2002). Analisa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Setelah Diterapkannya kebijakan sistem nilai tukar mengambang bebas di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan keuangan, 4(1), 69-78.

Detiawati, D., Izzah, A., & Suharti, F. (2026). Generasi Z Vs Rupiah Digital: Mengupas Tuntas Perubahan Pola Perilaku Keuangan Syariah di UIN SAIZU Purwokerto. Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 5(1), 16-35.

Ginting, G. E. B., & Pribadi, M. A. (2025). Persepsi politik Generasi Z di TikTok: Analisis teori ekologi media. Koneksi, 9(1), 153–160.

Laturette, K., Widianingsih, L. P., & Subandi, L. (2021). Literasi keuangan pada Generasi Z. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 9(1), 131–139.

Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An integrative model of organizational trust. Academy of management review, 20(3), 709-734.

Mankiw, N. G. (2018). Principles of economics (8th ed.). Cengage Learning.

Sustiyo, J., & Hidayat, R. T. (2019). Literasi keuangan dan pajak pertambahan nilai pada Generasi Z. Jurnal Pajak Indonesia, 3(1), 11–23.

Williams, A. (2020). Twenge, JM (2017). iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy and Completely Unprepared for Adulthood. New York, NY: Atria. ISBN: 978-1-5011-5201-6 paperback. 342 pp.

Viana, E. D., Febrianti, F., & Dewi, F. R. (2021). Literasi keuangan, inklusi keuangan dan minat investasi Generasi Z di Jabodetabek. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 12(3), 252–264.

Hastrida, A., & Hendriyani. (2023). PENGARUH KOMUNIKASI DIALOGIS TERHADAP

KEPERCAYAAN PADA PEMERINTAH. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 27(2), 141–160. https://doi.org/10.17933/jskm.2023.5144

Idris, H. (2020). Transparansi Informasi Meningkatkan Level Kepercayaan terhadap Laporan Kinerja Pemerintah. Bata Ilyas Journal of Accounting, 1(1), 65–72.

Mutmainna, N., & Taibe, P. (2025). Suara Gen Z: Persepsi Politik dan Partisipasi Politik di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 5(1), 296–302. https://doi.org/10.56326/jpk.v5i1.5829

Pratiwik, E., & Prajanti, S. D. W. (2023). Rupiah exchange rate: the determinants and impact of shocks on the economy. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 24(1), 100–126. https://doi.org/10.18196/jesp.v24i1.18016

Santoso, A. R., & Danarsari, D. N. (2025). THE INFLUENCE OF ECONOMIC, PSYCHOLOGICAL, AND SOCIAL ASPECTS ON FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR AMONG GENERATION Z IN DKI JAKARTA: THEMODERATING

ROLE OF INCOME CHARACTERISTICS. Eduvest-Journal of Universal Studies, 5(6), 6426–6432. http://eduvest.greenvest.co.id

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses