Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang berperan sangat penting dalam berinteraksi atau untuk berkomunikasi sesama manusia. Di mana manusia sangat membutukan komunikasi untuk mengungkapkan suatu ide dan gagasan, perasaan maupun keinginan (Andi dkk, 2025).
Namun diperlukan juga penghalusan kata atau memperlembut kata yang biasa disebut eufemisme. Eufemisme diperlukan untuk mengubah kata dengan memperhalus kata yang dianggap kasar dan berpotensi menyinggung menjadi kata yang dapat diterima tanpa menyinggung perasaan orang lain.
Eufemisme berfungsi sebagai alat untuk menjaga perasaan orang lain pada saat melakukan interaksi sosial. Pastinya pada saat ingin menyampaikan sebuah informasi pasti menggunakan bahasa atau kata-kata yang tidak menyinggung dan yang mudah dipahami oleh si pendengar.
Karena ketika penyampaian informasi dengan kata-kata yang kasar dapat memperburuk situasi. Namun ketika menggunakan eufemisme tidak boleh digunakan secara berlebihan, karena dapat merudah makna asli menjadi kurang jelas.
Banyak hal yang perlu yang menggunakan eufemisme terlebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu kepada seseorang maupun kepada masyarakat.
Misalnya tenaga apoteker pada saat memberikan informasi kepada pasien tanpa munggunakan eufermisme kata-kata yang disampaikan tersebut akan cenderung keras dan dapat menyinggung perasaan pasien tersebut.
Baca Juga: Unsur Intrinsik dalam Novel “Hati Yang Damai” Karya Nh. Dini
Namun ketika seorang apoter tersebut menyampaikan informasi kepada pasien menggunakan eufemisme kata-kata yang disampaikan akan dengan mudah diterima dan dipahamin oleh pasien. Sehingga menunjukkan bahwa eufemisme bukan semata soal etika kesopanan dalam menyampaikan informasi tetapi juga sebagai alat framing.
Framing sebagai alat yang digunakan untuk merangkai kata-kata yang akan digunakan untuk menyampaikan sebuah topik pembahasan kepada masyarakat dalam bentuk narasi. Menyampaikan suatu peristiwa dalam bentuk narasi akan merubah respon masyarakat menjadi lebih santai pada saat membaca maupun mendengar informasi.
Karena ketika seseorang menyampaikan informasi menggunakan kata-kata yang gampang dipahami akan mengubah cara berfikir masyarakat yang membaca maupun masyarakat yang mendengar.
Adapun dampak yang akan terjadi ketika pembicara tidak menggunakan eufemisme pada kata-kata yang akan digunakan dalam menyampaikan informasi.
Dampaknya yang akan merugikan misalnya timbulnya rasa tersinggung, malu, dan terintimidasi sehingga memicu terjadinya konflik atau kesalapahaman, memberi rasa kurang nyaman, dan sulit menerima informasi.
Dampak tersebut akan terjadi ketika tidak menggunakan eufemisme pada penyampaian informasi sehingga dapat merugikan masyarakat.
Baca Juga: Pergeseran Makna dalam Era Digital: Telaah atas Perubahan Bahasa di Ruang Komunikasi Virtual
Secara keseluruhan eufermisme bukan hanya sekadar penghalusan kata namun juga sebagai etikan, empati, dan profesionalisme dalam menyampaikan informasi. Sehingga eufemisme sangat diperlukan dalam berkomunikasi dan memberikan informasi kepada masyarakat. Namun eufemisme dalam komunikasi seperti pisau bermata dua.
Karena dapat menjaga martabat dan sekaligus menyamarkan realitas. Namun eufemisme juga memiliki tantangan yaitu ketika menyampaikan informasi harus mempertahankan makna yang jelas dari informasi tersebut tanpa menyinggung dan menyesatkan.
Serta mengajarkan kepada masyarakat membaca atau mendengar bukan hanya apa yang dikomunikasiakan tetapi bagaimana mengenali bahasa atau kata tersebut yang disertai bukti. Hanya dengan demikian pengatahuan ilmiah bisa benar-benar menjadi dasar tindakan bukan sekadar kata-kata yang diperhalus.
Penulis: Akmahlin Lenti Anugrah
Mahasiswa Farmasi Universitas Mulawarman (UNMUL)
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Andi,M. N., Yuyun, M., Zulfani, Z. T. Fradini, I., Maria, D. N., dan Maria, I. M. 2025. Kekuatan Memengaruhi Persepsi : Analisis Semantik dan Pragmatic Terhadap Isu Ijazah Jokowi di Media Digital. Journal of Intellectual Publication 5(3), 1907- 1915
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












