Abstrak
Pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi membantu anak-anak merasakan nilai-nilai yang baik, mau dan mampu melakukannya. Pembentukan karakter pribadi anak (character building) sebaiknya dimulai dalam keluarga karena interaksi pertama anak terjadi dalam lingkungan keluarga. Pendidikan karakter sebaiknya di terapkan sejak anak usia dini karena pada usia dini karena sangat menentukankemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Pendidikan karakter pada anak usia dini dapat mengantarkan anak pada matang dalam mengolah emosi. Kecerdasan emosi adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak usia dini dalam menyongsong masa depan yang penuh dengan tantangan,baik secara akademis maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Katakunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Anak Sekolah Dasar
Abstract
Character education has a higher meaning of moral education because it is not only teaching what is right and what is wrong but also helping children feel the good values, haswillingness and ability to do so. The establishment of children’s personal character (character buildings) should start from the family as the children’s first interaction occurs within the family. Character education should be implemented since early childhood because it determines the children’s ability to develop their potentials. Character education in early childhood can lead children to be mature in processing their emotions. Emotional intelligence is an important provision in preparing early childhood to face future challenges, both in academic life and their life as citizen.
Keywords: Character Education, Elementary School Children’s Education
Pendahuluan
Penyimpangan-penyimpangan sosial, seperti perkelahian, konflik sengit, konflik leluhur, pembunuhan, penyerangan, pencabulan, tawuran antar pelajar, pencemaran nama baik, sering terjadi di Indonesia. Masyarakat sipil maupun aparatur negara terkena imbasnya. Reputasi bangsa Indonesia yang jujur, toleran antar umat beragama, bersahabat, gotong royong, rukun, dan saling menghargai satu sama lain sesuai dengan prinsip persatuan dan kesatuan serta sesuai dengan nilai-nilai pancasiladinilai telah tercoreng dan rusak oleh penyimpangan yang dilakukan oleh aparatur negara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai efektifitas pendidikan, salah satunya adalah pendidikan akhlak. Sebagai salah satu komponen pembentukan karakter siswa, pendidikan moral dapat diajarkan.
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri, serta menjadi warga negara yang sejahtera. masyarakat yang demokratis dan bertanggung jawab. Selain itu juga berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Instruksi adalah bagian penting dari keberadaan manusia yang tidak pernah bisa ditinggalkan.
Pendidikan bukanlah suatu proses yang teratur direncanakan, diselenggarakan, dan berdasarkan aturan yang telah disepakati oleh suatu mekanisme pelaksanaan masyarakat (negara); sebaliknya, itu adalah bagian dari kehidupan yang telah berlangsung sejak manusia pertama kali muncul. Menggunakan metode yang dipelajari dan didasarkan pada aturan yang telah disepakati. Pendidikan dapat diibaratkan sebagai suatu proses yang direncanakan, dirancang, dan diselenggarakan menurut aturan-aturan yang berlaku, terutama undang-undang yang didasarkan pada kesepakatan masyarakat. Pendidikan sebagai kegiatan dan proses yang disengaja merupakan tanda bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya membentuk, mengarahkan, dan mengatur manusia sebagaimana yang dicita-citakan masyarakat.
Sementara itu, Ramdhani (2017:28) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah pengembangan potensi untuk memiliki sikap positif dengan meningkatkan keterampilan yang akan mengangkat manusia ke derajat makhluk ilahi dan menumbuhkan kepercayaan sebagai pemimpin global. Pada tahun 2016, Puspitasari dkk. 134) Pendidikan karakter adalah suatu metode untuk mengajarkan anak bagaimana mengambil keputusan yang tegas dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari agar dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya. Berdasarkan penjelasan dari para ahli yang telah menggambarkannya, dapat diartikan bahwa pendidikan budi pekerti adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan bagi orang-orang dalam mendidik atau menunjukkan penghargaan pribadi yang baik sehingga seseorang dapat bertindak dengan baik. Pendidikan karakter diajarkan di sekolah. Penerapan pendidikan karakter berwawasan lingkungan dimungkinkan mengikuti alur kurikulum atau strategi yang direncanakan sekolah. 2017: Gunawan 23) Pendidikan karakter adalah mengajarkan seseorang untuk membentuk pribadi dengan orang lain melalui pendidikan akhlak. Hasilnya, seperti sikap positif, dapat dipercaya, tanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras, dan sebagainya dapat dilihat dalam tindakan seseorang
Pembahasan
Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter
Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.
Pendidikan karakter merupakan proses panjang sebagai sebuah usaha untuk mendidik anak agar memiliki pengetahuan, dapat merasakan dan mempraktekkan nilai-nilai (values) kebajikan (vitues) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberi dampak positif kepada lingkungan sekitar. Sementara menurut kemdiknas pendidikan karakter adalah pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter-karakter luhur kepada peserta didik, sehingga mereka memiliki karakter luhur itu, menerapkan dan mempraktikkan dalam kehidupannya, entah dalam keluarga, sebagai anggota masyarakat dan warga negara.
Pembentukan Karakter Siswa di sekolah Dasar
Pembentukan karakter dalam dalam hal ini sangat erat kaitannya dengan pendidikan karakter , definisi pendidikan karakter adalah “ sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktekkan dalam kehidupan sehar-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Sekolah sebagai institusi pendidikan pada dasarnya bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk dapat memecahkan masalah kehidupan pada masa sekarang dan di masa yang akan datang, dengan mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, pendidikan mempunyai fungsi dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan kata lain, bahwa melalui proses pendidikan yang profesional maka akan dapat membentuk karakter peserta didik (Raharjo, 2010: 231). Sekolah sebagai lembaga kedua setelah keluarga yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada individu. Di sekolah individu diajarkan bagaimana nilai-nilai kehidupan tersebut harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah dari pada di tempat lain, oleh sebab itu sekolah menjadi tempat pembentukan karakter. Dalam pembentukan karakter siswa, sekolah dapat melaksanakan suatu kegiatan secara rutin maupun spontan. Adapun kegiatan disekolah
Proses pembentukan karakter
Proses pembentukan karakter menurut beberapa ahli, sebagai berikut:
- Menurut ahli Ratna Megawangi mengatakan bahwa sebuah proses yang berlangsung seumur hidup. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika Ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Sejatinya ada tiga pihak yang mempunyai peran penting terhadap sebuah pembentukan karakter anak yaitu: keluarga, sekolah dan lingkungan.ketiga pihak itulah yang harus memiliki sebuah hubungan yangsinergis;
- Menurut Anis Matta dalam membentuk karakter muslim menyebutkan beberapa kiadah dalam pembentukan karakter;
- Kaidah kebertahapan dalam membentuk dan mengembangkan karakter itu tidak bisa secara instan ataupun terburuburu dalam mendapatkan sebuahhasil;
- Kaidah kesinambungan kalau kita lihat dari sudut sebuah pembiasaan ataupun latihan, walaupun hanya dengan porsi yang sedikit yang terpenting adalah ksinambungannya ataucontinue;
- Kaidah momentum yaitu berbagai momentum peristiwa untuk sebuah fungsi pendidikan danlatihan;
- Kaidah motivasi intrinsik yaitu karakter yang kuat akan terbentuk sempurna jika yang menyertainya benar-benar lahir dari dalam dirisendirinya;
- Kaidah pembimbingan yaitu dalam pembentukan karakter initidak bisa dilakukan tanpa seorang guru atau pembimbing
Langkah-Langkah Mengubah Karakter
Langkah-Langkah Mengubah Karakter:
Dengan mengetahui tahapan, metode dan proses pembentukan karakter, maka bisa diketahui bahwa akar dari prilaku atau karakter itu adalah cara berpikir dan cara merasa seseorang. Sehingga untuk mengubah karakter seseorang, kita bisa melakukan tiga langkahberikut
- Langkah pertama adalah melakukan perbaikan dan pengembangan cara berpikir yang kemudian disebut terapi kognitif, dimana pikiran menjadi akar dari karakter seseorang.
- Langkah kedua melakukan perbaikan dan pengembangan cara merasa yang disebut dengan terapi mental, karena mental adalah batang karakter yang menjadi sumber tenaga jiwaseseorang.
- Langkah ketiga melakukan perbaikan dan pengembangan cara bertindak yang disebut dengan terapi fisik, yang mendorong fisik menjadi pelaksana dari arahan akal dan jiwa. Hidup dizaman modern in semua serba ada, baik dan buruk, halal haram, benar salah nyaris campur menjadi satu, sulit untuk dibedakan. Maka sebaik orang yang dapat memilah dan memilih suatu perbuatan yang baik, karena perbuatan baik ini akan berdampak pada perilakumanusia.
Pentingnya Metode Pendidikan Karakter
Metode dan alat pendidikan karakter mempunyai peran penting sebab merupakan jmbatan yang menghubungkan pendidikan dengan peserta didik menuju tujuan pendidikan karakter yaitu terbentuknya kepribadian berkarakter. Berhasil atau gagalnya pendidikan karakter dipengaruhi oleh seluruh faktor yang mendukung dalam pelaksanaan pendidikan karakter. Apabila timbul berbagai permasalahan dalam pendidikan karakter, masalah tersebut diklasifikasikan dalam faktor- faktor yang ada. Apabila masing-masing faktor sudah dipandang bagus, terkecuali metode alat, pendidikan harus pandai memerinci dan mengklasifikasikan ke dalam klasifikasi masalah metode pendidikan karakter yang lebih kecil dan terperinci lagi.
Disinilah letak pentingnya metode di dunia pendidikan, apalagi dalam pendidikan karakter. Jadi dalam menyajikan materi dan bahan pendidikan karakter kepada peserta didik, pendidik harus menyesuaikannya dengan keadaan, kemampuan, dan perkembangan peserta didik. Pendidik tidak boleh hanya mementingkan materi atau bahan dengan mengorbankan kemampuan dan perkembangan peserta didik. Ia harus menyusun materi dengan sebaik mungkin yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan, perkembagan dan kematangan mental peserta didik, serta menyajikan dengan cara yang memikat hati peserta didik sehingga tidak membosankan atau membuat peserta didik tertekan sehingga malas belajar.
Kesmpulan
Pendidikan karakter merupakan nilai yang diperlukan dalam mewujudkan kelangsungan hidup anak yang nantinya menjadi pribadi yang berkualitas, memiliki akhlak yang baik, jujur, bertanggung jawab, hormat dan disiplin. Pengenalan Pendidikan karakter bagi anak sangat penting diberikan karena berkaitan dengan perkembangan emosi dan kecerdasan yang nantinya dapat menjadi teladan pada generasi berikutnya.
Saran
Untuk meningkatkan pelaksanaan Pendidikan karakter di sekolah maka sebaiknya semua guru perlu menyadari betapa pentingnya Pendidikan karakter bagi anak didik. Pihak sekolah sebaiknya mengadakan kerjasama dan relasi yang baik dengan orang tua murid dalam mengembangkan nilai karakter sehingga Pendidikan karakter anak dapat dibina bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah maupun masyarakat.
Penulis:
1. Indah Meilana
2. Romauli Marbun
3. Megawati
4. Rolando Fernandes manurung
5. Melayani
Mahasiswa Jurusan FKIP Universitas Quality Medan (UQ Medan)
DAFTAR PUSTAKA
Adawiah, Rabiatul. 2016. Profesionalisme Guru Dan Pendidikan Karakter
(Kajian Empiris di SDN Kabupaten Balangan). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Volume 6 Nomor 11, hal. 939 – 946.
Aqib, Zainal, dan Sujak. 2011. Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter.
Bandung : Yrama Widya.
Ariyani, Ririn. 2014. Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Dan Disiplin
Melalui Program Berjumpa (Bersih Jum’at Pagi) (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Teras Boyolali Tahun 2013).
Naskah Publikasi Online. http://eprints.ums.ac.id/28543/20/NASKAH_PUBLIKASI.pdf(online), diakses tanggal 17 Desember2018.
Abu Ahmadi, 2008, Pengantar Metodik Didaktik untuk Guru dan Calon Guru,
Bandung: Alfabet,
Anas Salahudin, Irwanto Alkrienciehie, 2013, Pendidikan Karakter. Bandung:
Pustaka Setia.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












