Penuh Cerita dan Semangat: Night Class bersama Anak-anak Buku Jalanan Chow Kit

Night Class
Kegiatan Night Class (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Chow Kit, Kuala Lumpur, MMI – Selasa, 11 Juli 2025. Malam itu, ruangan sederhana di bangunan Buku Jalanan Chow Kit (BJCK) dipenuhi suara tawa, semangat, dan keceriaan.

Night Class bersama anak-anak Buku Jalanan Chow Kit bukan sekadar kegiatan belajar tambahan, melainkan juga ruang pertemuan yang hangat, interaktif, dan penuh warna. Di balik cahaya lampu neon yang sederhana, hadir tekad anak-anak untuk belajar meski dengan keterbatasan dan lelah selepas seharian beraktivitas.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Night Class menjadi salah satu program rutin di BJCK sebagai upaya mendukung pendidikan inklusif bagi anak-anak marjinal. Kelas malam ini bukan hanya memberi pelajaran akademis, tetapi juga membentuk rasa percaya diri, keberanian berbicara, serta kebersamaan antar volunteer dan para anak BJCK.

Bagi mereka, belajar di malam hari menghadirkan suasana berbeda, yang lebih tenang namun juga penuh tantangan karena rasa lelah mulai menghampiri.

Kegiatan dimulai dengan solat maghrib berjamaah dan dilanjutkan sesi makan malam bersama. Di atas meja yang digelar memanjang dan saling berhimpitan, disitulah kebersamaan bermulai. Selepas makan, anak-anak bersiap untuk belajar di posisinya masing-masing. Kemudian pada volunteer yang sudah siap akan menghampiri mereka dan menjadi cikgu untuk malam itu.

Pada malam itu,  terdapat volunteer dari negara amerika yang berkunjung sekaligus ikut memeriahkan night class. Kami pun bergabung dan memulai sesi pembelajaran dengan membimbing masing-masing anak, mulai dari membaca, berhitung, hingga mengerjakan soal-soal.

Suasana hening berubah riuh ketika beberapa anak sudah mulai menyelesaikan belajarnya. Kami sebagai cikgu pada malam hari itu terus berusaha melakukan hal yang dapat membuat mereka antusias, seolah lupa akan rasa kantuk.

Seronok sangat! Kadang penat, tapi bila dapat jawab betul soalan cikgu, terus rasa seronok.” kata Jihan, 7 tahun, dengan wajah berseri-seri.

Meski semangat begitu tinggi, tidak sedikit yang mulai menguap dan mengusap mata lelah. Namun ketika kami mengajak bermain kelompok, semua kembali bersemangat. Tawa pecah ketika ada hal yang lucu, menjadikan kelas malam ini tak hanya tempat belajar, tetapi juga ruang kebahagiaan sederhana.

Baca juga: Kreatifnya Kelompok 69 KKN UMBY, Ajak Anak Mojolegi Belajar Lindungi Diri Lewat Psikoedukasi

Puncak kegiatan ditutup dengan berpamitan dengan para cikgu, makcik, dan anak-anak. Sesekali orangtua yang sudah menunggu untuk menjemput anaknya juga ikut melambaikan tangan.

Terima kasih banyak cikgu dah sedia ajar anak-anak kami, hati-hati di jalan cikgu.” ujar seorang ayah yang sudah bersiap pulang bersama anaknya dari sepeda motor.

Night Class bukan hanya meninggalkan coretan di buku tulis, tetapi juga meninggalkan cahaya kecil di hati anak-anak. Malam itu, mereka pulang dengan wajah lelah, namun membawa semangat baru bahwa belajar selalu mungkin, kapan saja dan di mana saja.

 

Penulis: Misael Marcell Sulaiman
Mahasiswa Agribisnis, IPB University

Dosen Pengampu: Muhammad Anhar, S.Pi, M.E.

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses