Peran Milenial dalam Panggung Perbankan Syariah

Kita semua hafal betul dengan kalimat sempurna optimisme Bung Karno, “Beri Aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”.

Boleh ambil harapan lain dari tokoh kenamaan bapaknya ibu kota negara, Anies Baswedan, “Anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan”.

Lihat sendiri bagaimana kita mahasiswa mahasiswi, pemuda pemudi, taruna taruni, yang acapkali dicap sebagai generasi milenial, memegang amanah besar untuk menjunjung tinggi peradaban di masa mendatang.

Bacaan Lainnya
DONASI

Bagaimana tiap tindak tanduk kita setiap harinya saat ini yang dipercaya untuk nantinya membangun negeri lebih baik lagi. Tidak main-main, nyatanya kita benar dimohonkan sebagai aktor yang memainkan sandiwara impromptunya dalam panggung masa depan untuk semua genre.

Boleh macam sastra, olahraga, cendekia, agama, budaya, sebut apa saja dan di sanalah kita dibawa. Tambahkan juga keuangan syariah, ragam yang namanya berkeliaran belakangan ini, bergerak linear naik beriringan dengan semakin dikenalnya milenial.

Setidaknya telah tersedia tiga jenis keuangan syariah yang semakin berkembang dewasa ini. Syarq (syarq.com), platform cicilan syariah online berdasar akad murabahah. Duha syariah (duhasyariah.com), pemberian pinjaman barang atau jasa syariah. Qazwa (qazwa.id), p2p lending syariah yang mempertemukan UMKM dengan calon investor.

Lain daripada itu, kita kenal juga yang lebih dulu dikenal dalam keuangan syariah adalah perbankan syariah. Lantas, apa peran kita?

Pertama, generasi milenial identik dengan karakter melek teknologi. Paham betul bagaimana menyikapi modernisasi zaman tanpa norak, kampungan, atau ndeso. Justru yang mereka idamkan memang segala bumbu serba instan dalam kehidupan. Rekat, lekat, erat dengan gawai elektronik dalam setiap kesempatan, tiduran, senderan, sendirian, atau sandaran.

Poin positif ini yang dimaksudkan untuk menyesuaikan perbankan syariah sesuai perkembangan masa. Sebut saja digitalisasi perbankan yang digadang-gadang sebagai wujud pembaharuan bank-bank syariah sesuai pemenuhan tuntutan zaman. Bisa juga sistem online untuk segala akses dalam perbankan syariah.

Semua perusahaan berlomba memuaskan pelanggan berdasar istilah ‘palugada’ alias ‘apa lu mau gua ada’. Mau aplikasi, website, media sosial macam instagram, youtube, facebook, twitter, segalanya, perbankan syariah sediakan. Nah, di sinilah kepiawaian generasi jaman now diharapkan untuk unjuk gigi.

Kedua, dengan pengeluaran umat muslim diperkirakan $ 2,1 triliun pada 2017, ekonomi Islam terus tumbuh stabil didorong oleh populasi muslim muda yang meningkat, yang diperkirakan akan mencapai 3 miliar pada 2060, naik dari 1,8 miliar pada 2017, menurut Laporan Ekonomi Islam Global 2018-2019 dari Thomson Reuters. Jumlah yang cukup fantastis ini jelaslah berpeluang sebagai pundi pundi-profit bagi perbankan syariah.

Muslim muda dapat berperan aktif untuk perbankan syariah yang lebih cerah dengan melakukan investasi, mengajukan pinjaman, atau sekadar membuka tabungan. Generasi milenial sudah tentu akan menguasai masa depan dengan jumlahnya yang luar biasa banyak.

Ketiga, tren gaya hidup halal atau halal lifestyle yang bertambah tenar akhir akhir ini. Mulai dari properti, makanan, kosmetik, finansial, bahkan pariwisata. Selain itu, semakin banyak kita jumpai fenomena hijrah di tanah air.

Umat muslim semakin sadar pentingnya melibatkan keabsahan hukum islam dalam berbagai bidang di kehidupan sehari-hari, termasuk juga saudara saudari pahlawan muda Islam. Dengan literasi yang baik perihal Islam agama rahmatan lil alamin mestinya menjadi fondasi yang kuat untuk memadu padankan nilai-nilai Islam dengan beragam aktivitas ekonomi yang dijalani.

Berbekal pengetahuan dan keengganan menikmati bahaya riba sejak masih usia belasan akan memicu generasi milenial untuk mengutamakan perbankan syariah, baik sebagai nasabah, konsumen, atau investor.

Keempat, ide-ide kreatif dan raga penuh asa dari generasi milenial mampu mengubah produk perbankan syariah untuk terus bertumbuh lebih baik lagi.

Gagasan yang ‘OUT OF THE BOX’ bisa melahirkan inovasi brilian yang selama ini mungkin dicari dan belum pernah terpikirkan oleh perbankan syariah. Sebut lagi, kemampuannya bertahan adaptif terhadap tekanan masa kini.

Jangan lupa dengan sikap unggul penuh ambisi untuk dapat berkompetensi maupun berkompetisi secara profesional, baik bersaing dengan bank konvensional, fintech, atau lembaga keuangan lain. Boleh jadi justru milenial menawarkan relasi alih-alih ancaman antar lembaga keuangan satu sama lain.

Solusi dari permasalahan yang dipecahkan milenial semoga menjadi jawaban kemaslahatan bersama sekarang, esok, beberapa hari kemudian, bahkan sampai bertahun kelak.

Terakhir, seperti yang sempat disinggung pada poin pertama, investasi syariah sebagai salah satu instrumen perbankan syariah cocok untuk dicoba oleh generasi milenial. Mengapa? Terutama investasi jangka panjang, perbankan syariah menyajikan keuntungan jangka panjang untuk masa depan. Hal ini bisa dimanfaatkan milenial sebagai aset tabungan untuk mempersiapkan kehidupan mendatangnya kelak.

Salah satu primadona yang patut dilirik milenial misalnya sukuk atau bisa juga disebut obligasi syariah. Mulai investasi tanpa nominal modal cukup tinggi, halal menurut MUI dan UU, serta cukup mudah untuk investor amatir. Investasi sedini mungkin supaya mendorong kemandirian milenial di tengah semakin naiknya harga kebutuhan saat mencapai puncak usia dewasa.

Akhir kata, kita, milenial, diramalkan bermetamorfosis menjadi kunci dalam setiap pintu-pintu peradaban negeri. Mengetuk hunian lemah sampai merenovasinya hingga berdiri singgasana hebat dengan pilar ilmu, iman, serta taqwa. Saling membangun tanpa meruntuhkan. Saling berdiri pada petak berbeda dalam satu naungan, Indonesia.

Muthia Iftinah Parahita
Kepala Biro Humas FUKI Fasilkom Universitas Indonesia

Baca juga:
Penerapan Ekonomi Islam di Era Milenial
HMI Ciputat Gelar Bedah Buku “Hukum Ekonomi Syariah”
Devide et Impera; Islam Tersekat, Indonesia Darurat

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI