Daun sirih adalah salah satu tanaman yang digunakan untuk mengurangi keputihan, selain banyak di sekitar lingkungan rumah daun sirih hijau sering digunakan karena resiko efek samping yang tidak berbahaya. kandungan dari daun sirih mempunyai senyawa kimia aktif seperti polifenol, alkaloid, steroid, saponin, dan tannin.
Sirih hijau sudah dikenal lama dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Kandungan dari daun sirih hijau (piper betle.l) sangatlah bagus untuk pengobatan, ada beberapa kandungan yang terdapat di dalam daun sirih hijau diantaranya minyak astiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allyprokatekol, eugenol, caryophyllelen, cyneole, candinene, diastse, pati, terpennena, sesquiterpena, phenyil propane, tanin, gula, dan anti jamur.
Daun sirih salah satu ramuan untuk merawat organ intim, daun sirih sering dipakai untuk membunuh kuman pada luka, mematikan jamur candida albicans yang ada pada organ dalam manusia dan mengandung zat tannin yang dapat mengurangi pengeluaran cairan alami vagina yang berlebihan atau keputihan.
Perawatan daerah kewanitaan amat penting karena berkaitan dengan sirkulasi menstruasi, keputihan, hubungan seks, kehamilan dan dapat menggangu keseimbangan asam dan basa (pH) di area kewanitaan. Perubahan dari keseimbangan pH bisa disebabkan oleh penularan infeksi kuman, pengunaan sabun, faktor fisik dan masalah kebersihan diri.
Kesehatan reproduksi dimana suatu keadaan Ketika seseorang merasakan kesejahteraan fisik, mental dan sosial secara utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan tetapi dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.
Baca Juga: Daun Stevia (Stevia Rebaudiana) sebagai Pengganti Gula bagi Penderita Diabetes
Salah satu masalah kesehatan reeproduksi remaja khusunya wanita yang sering mengalami adalah keputihan. Keputihan yang bisa disebabkan oleh infeski bakteri seperti gonococcus, chlamydia trichomatis, infeksi jamur seperti candida dan infeksi parasite seperti trichomonas vaginalis. Sering kali keputihan dapat menganggu hingga menyebabkan ketidak nyamanan dalam aktifitas sehari-hari.
Keputihan dapat berupa fisiologis (Normal) dan patologis (tidak normal). Dalam keadaan normal, vagina akan menghasilkan cairan yang tidak bewarna (bening), tidak berbau, dan dalam jumlahnya yang tidak terlalu banyak, tanpa rasa panas dan nyeri. Sedangkan keputihan tidak normal akan sebalinya, biasanya bewarna kuning, hijau atau keabu-abuan, berbau amis atau busuk, jumlah banyakdan disertai gatal dan rasa panas atau nyeri pada vagina.
World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan adalah suatu kondisi sejahtera jasmani, rohani, dan sosial ekonomi, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsinya serta prosesnya.
Masalah kesehatan mengenai reproduksi wanita yang buruk telah mencapai 33% dari jumlah total beban penyakit yang menyerang pada wanita di seluruh dunia. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan masalah reproduksi pada kaum laki-laki yang hanya mencapai 12,3% pada usia yang sama dengan kaum wanita.
Setiap wanita secara normal akan mengeluarkan sedikit cairan vagina yang jernih, seperti susu atau sedikit kekuningan. Jika pengeluaran cairan ini tidak menimbulkan rasa gatal atau tidak berbau busuk, mungkin hal ini bukan merupakan masalah. Seringkali seorang wanita, terutama masa kehamilan mengalami keputihan disertai rasa gatal di dalam vagina (Setiani, et al., 2015).
Baca Juga: Manfaat Tumbuhan Lavender (Lavandula angustifolia) sebagai Anti Nyamuk
Berdasarkan penelitian Tulus et al., 2014, keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita. Remaja putri yang baru memasuki masa pubertas dengan segala bentuk fenomena perubahan pada diri mereka, masalah ini dapat berdampak negatif jika tidak ditangani sejak dini.
Banyaknya wanita yang mengalami keputihan ini disebabkan karena beberapa hal salah satunya adalah kurangnya menjaga kebersihan organ reproduksi. Pembersihan alat kelamin ini memang mutlak dibutuhkan. Keputihan dapat dicegah dengan dua cara, yaitu dengan budaya hidup yang sehat dan dengan cara hidup yang sehat.
Cara hidup yang sehat adalah bagaimana cara dapat menjaga kebersihan dari alat kelamin diri sendiri, misalnya dengan rajin membersihkannya ataupun rajin untuk mengganti celana dalam yang dipakai.
Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih celana dalam adalah bahan yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan katun sehingga dapat menyerap keringa dan membiarkan kulit bernapas. Selain itu, hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat karena selain gerah, juga menyebabkan peredaran darah tidak lancer (Shadini, 2012).
Baca Juga: Aktivitas Farmakologi Daun Seledri untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Ada beberapa cara penggunaan daun sirih untuk mengatasi keputihan: yang pertama dengan cara, Meminum air rebusan daun sirih:Rebus 5-10 lembar daun sirih dengan 500 ml air hingga mendidih.Tunggu hingga air rebusan dingin dan saring. Minum air rebusan daun sirih 2-3 kali sehari, kedua dengan cara mencuci area kewanitaan dengan air rebusan daun sirih: rebus 10-15 lembar daun sirih dengan 1 liter air hingga mendidih.
Tunggu hingga air rebusan dingin. Gunakan air rebusan daun sirih untuk membersihkan area kewanitaan setelah mandi, ketiga dengan cara Memasukkan tampon yang telah dibasahi dengan air rebusan daun sirih: Rebus 5-10 lembar daun sirih dengan 250 ml air hingga mendidih. Tunggu hingga air rebusan dingin dan saring. Basahi tampon dengan air rebusan daun sirih. Masukkan tampon ke dalam vagina selama 10-15 menit. Lakukan 1-2 kali seminggu.
Bagi para remaja yang mengalami keputihan atau kelebihan cairan vagina segera atasi dengan menggunakan ramuan daun sirih, jangan dibiarkan berlarut-larut agar tidak menimbulkan penyakit yang lebih berbahaya. Kita wajib memelihara Kesehatan dan kebersihan alat reproduksi.
Penulis:
Fadillah Ramalani
Mahasiswa S1 Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














