Camilan Sehat Tanpa Takut Kolesterol: Cookies Biji Kelor

Cookies biji kelor
Kandungan asam oleat yang tinggi pada biji kelor menjadikannya sebagai sumber lemak baik yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Oleh karena itu, cookies biji kelor dapat menjadi alternatif camilan sehat tanpa rasa khawatir. (Ilustrasi: Dok, MMI)

Perubahan pola hidup masyarakat zaman sekarang meningkatkan kebiasaan konsumsi makanan dan camilan tinggi lemak sehingga mengakibatkan ketidaknormalan kadar kolesterol dalam darah atau disebut hiperkolesterolemia.

Hiperkolesterolemia menyebabkan timbulnya berbagai penyakit kardiovaskular dan metabolik, seperti penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, dan obesitas. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang Indonesia di atas usia 15 tahun memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Saat ini, muncul berbagai inovasi pangan fungsional yang mengedepankan bahan alami untuk membantu mengatasi kadar kolesterol yang tidak normal.

Salah satu senyawa yang sedang mendapat sorotan dalam dunia gizi adalah asam oleat, yaitu asam lemak tak jenuh tunggal yang memiliki efek positif terhadap kadar kolesterol. Senyawa ini mudah ditemukan pada bahan pangan lokal, yaitu biji kelor (Moringa oleifera), yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan cookies.

Baca Juga: Sosialisasi Pemanfaatan Daun Kelor dalam Diversifikasi Sumber Pangan Keluarga

Asam Oleat: Lemak Baik Penjaga Jantung

Asam oleat merupakan MUFA (monounsaturated fatty acid) atau asam lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk membantu menurunkan kadar kolesterol serta memperbaiki profil lemak darah.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan asam oleat dapat menurunkan kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein), meningkatkan kolesterol baik (High-Density Lipoprotein), mengurangi peradangan dalam tubuh, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, serta berpotensi sebagai antikanker.

Baca Juga: Penyakit Tidak Menular: Kanker (Gejala, Pencegahan dan Pengobatan)

Asam oleat umumnya ditemukan pada minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan minyak kanola.

Namun, biji kelor ternyata juga memiliki kandungan asam oleat yang tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan minyak zaitun.

Biji Kelor: Sumber Alami Lokal Asam Oleat

Kelor merupakan tumbuhan yang mudah dijumpai di Indonesia. Biji kelor mengandung protein, lemak, vitamin B, vitamin C, serta mineral seperti kalsium dan fosfor. Lemak menjadi komponen nutrisi tertinggi dengan kandungan mencapai 36,7%.

Biji kelor memiliki komposisi asam lemak yang hampir sama dengan minyak zaitun, yang ditunjukkan oleh dominasi kandungan asam oleat.

Selain asam oleat, biji kelor juga mengandung fitosterol, serat, dan berbagai senyawa fitokimia yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Baca Juga: 7 Cara Alami Menurunkan Kolesterol Tinggi Secara Efektif dan Terbukti

Fitosterol berperan dalam membantu menurunkan kolesterol jahat, sedangkan serat pangan larut dapat meningkatkan pemanfaatan kolesterol dalam darah sehingga keduanya berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol.

Cookies Biji Kelor: Inovasi Camilan Sehat Fungsional

Cookies merupakan salah satu camilan yang disukai berbagai kalangan sehingga banyak variasinya terus dikembangkan.

Biji kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan cookies yang lebih sehat dan memiliki nilai fungsional karena kaya akan asam oleat.

Cookies biji kelor dibuat dari tepung terigu dengan substitusi 15% tepung biji kelor, gula kelapa, margarin, telur, dan baking powder.

Pembuatan tepung biji kelor diawali dengan pengupasan biji, kemudian direndam dalam air selama 24 jam.

Setelah itu, biji ditiriskan, dicuci, dan direbus selama 80 menit.

Selanjutnya, biji dikeringkan menggunakan oven pada suhu 50°C selama 24 jam, kemudian dihaluskan dan diayak hingga menjadi tepung.

Tepung biji kelor kemudian dicampurkan dengan seluruh bahan hingga menjadi adonan cookies dan dipanggang pada suhu 150°C selama 15–20 menit.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asam oleat memiliki sifat stabil terhadap panas sehingga proses pemanasan tidak berpengaruh terhadap komposisi asam oleat pada tepung biji kelor.

Hal ini berkaitan dengan struktur asam oleat yang hanya memiliki satu ikatan rangkap sehingga lebih tahan terhadap oksidasi dibandingkan asam lemak lainnya.

Selain itu, proses pemanasan pada suhu di bawah 170°C dalam waktu singkat juga tidak merusak struktur asam oleat secara signifikan.

Cookies biji kelor dapat menjadi camilan yang sehat, lezat, dan kaya manfaat. Kandungan asam oleat yang tinggi pada biji kelor menjadikannya sebagai sumber lemak baik yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Oleh karena itu, cookies biji kelor dapat menjadi alternatif camilan sehat tanpa rasa khawatir.

Referensi

Salman, A. N., Prangdimurti, E., & Hunaefi, D. (2023). Peningkatan Potensi Biji Kelor (Moringa oleifera) sebagai Pangan Pencegah Hiperkolesterolemia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(4), 525–533.


Penulis: Fasya Mazaya Hunafa
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses