Ilmu Teknik Industri tidak hanya berlaku di pabrik ataupun perusahaan, tetapi bisa juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Prinsip-prinsip seperti mengelola waktu, mengurangi kegiatan yang tidak perlu, dan menyusun alur kerja yang lebih sederhana membuat keseharian jadi lebih ringan.
Efektivitas dan efisiensi ini tidak selalu soal uang, tetapi juga soal bagaimana kita menghemat tenaga, mengurangi stres, dan menyelesaikan tugas dengan cara yang lebih tertata.
Sebagai contoh pertama (dalam kehidupan sehari-hari), apabila kita diberikan pilihan antara:
- Pom Bensin A: Berada pada jarak 2 km dari rumah, tetapi pom tersebut sangat ramai dan jalan untuk menuju ke sana lumayan padat.
- Pom Bensin B: Berada pada jarak 4 km dari rumah, dengan arah yang berlawanan dari Pom Bensin A sehingga perjalanan untuk ke sana lancar dan juga Pom Bensin B sepi pengunjung.
Berdasarkan 2 pilihan tersebut, apabila kita menginginkan tujuan efektivitas dan efisiensi, maka kita dapat memilih Pom Bensin B.
Pemilihan ini didasari oleh beberapa pertimbangan, antara lain:
- Untuk menghemat waktu
- Agar bensin tidak terbuang untuk antre macet dan antre pom
- Kenyamanan perjalanan: Karena beberapa orang akan kesal apabila dihadapkan dengan kemacetan.
- Karena Pom Bensin A ramai pengunjung, belum tentu saat kita datang ke pom tersebut, jenis bensin/solar yang kita inginkan masih tersedia.
Seperti yang telah dijelaskan dalam Teknik Industri, sangat penting untuk mengefisiensikan segala hal untuk memudahkan kehidupan kita.
Apabila kita tidak memiliki strategi yang tepat, maka akan memperberat pekerjaan kita.
Selain itu, waktu yang dapat kita pergunakan untuk melakukan kegiatan lain akan terbuang sia-sia karena waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk mengembangkan diri, beristirahat, maupun belajar malah menjadi terkikis.
Tanpa kita sadari, kebanyakan barang yang kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari merupakan hasil dari efisiensi dan efektivitas industri.
Contohnya, seperti meja, kursi, pensil, bolpoin, dsb. Meja yang kita gunakan sudah diatur senyaman mungkin agar saat kita ingin mengambil sesuatu pada sudut tertentu, kita tidak perlu berdiri dan jalan untuk mengambil benda tersebut.
Hanya dengan duduk santai, kita sudah bisa mengambil barang yang kita inginkan. Hal ini berkaitan dengan efisiensi tenaga, karena kita bisa menghemat sebagian tenaga yang kita miliki untuk melakukan kegiatan lain.
Menurut saya, jika seseorang tidak menerapkan efektivitas dan efisiensi akan sangat merugi, bayangkan apabila sebuah perusahaan tidak menerapkan keduanya, maka akan berakibat pada:
- Biaya produksi meningkat: Perusahaan akan memilih kualitas yang baik namun dengan harga yang mahal sebagai bahan baku produk. Sedangkan apabila menerapkan efisiensi, perusahaan akan memilih kualitas yang baik dengan harga bahan baku yang miring.
- Proses kerja akan melambat sehingga membuat banyak waktu terbuang.
- Harga jual produk akan semakin meningkat: Karena biaya produksi yang membengkak akan mengakibatkan harga jual produk meningkat juga agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
- Perusahaan akan mengalami kebangkrutan: Apabila harga jual produk yang diproduksi oleh suatu perusahaan lebih mahal dari pada harga jual yang diproduksi oleh perusahaan lain, maka konsumen akan lebih memilih membeli produk dengan harga yang lebih murah dan apabila hal ini terjadi secara terus-menerus akan mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian hingga kebangkrutan.
Oleh karena itu, penerapan efektivitas dan efisiensi sangat penting baik bagi individu maupun perusahaan agar dapat membantu kita untuk mengoptimalkan biaya, waktu, tenaga kerja, dan harga jual produk.
Baca Juga: Teknik Industri, si Teknik “Gado-Gado”
Selain itu, perusahaan akan dapat tumbuh dan berkembang apabila kedua prinsip tersebut dapat diterapkan secara bersama.
Teknik Industri dalam pembelajarannya mengajarkan kita agar dapat mempermudah hidup dengan mengurangi pemborosan dan memutuskan sesuatu dengan matang.
Dalam kehidupan sehari-hari pun kita tidak pernah luput dari penerapan efektivitas dan efisiensi. Contohnya, saat kita sedang ingin mengunjungi suatu tempat.
Pertama, kita akan menentukan waktu keberangkatan agar tidak terjebak macet di perjalanan, biasanya waktu yang tepat untuk berangkat adalah saat subuh atau malam hari.
Setelah itu, kita dapat memastikan apakah terjadi kemacetan atau jalan yang padat pada Google Maps.
Selanjutnya, memilih rute yang paling dekat. Dengan demikian, kedua prinsip ini sangatlah melekat pada kehidupan kita.
Apabila kita tidak pernah menerapkan kedua prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, maka akan berakibat pada:
- Pemborosan: Contohnya seperti membeli semua makanan diinginkan, tetapi pada akhirnya makanan yang telah dibeli tidak habis sehingga makanan sisa dibuang. Sebaliknya, dalam Teknik Industri, kita ditekankan agar tidak melakukan pemborosan karena uang, tenaga, dan waktu sangat berharga.
- Pengambilan keputusan hanya berdasarkan perasaan saja, tidak melalui pertimbangan dari berbagai kemungkinan yang ada.
- Kurang baik dalam mengatur waktu: Suka menunda pekerjaan, menghabiskan waktu untuk bermain sosial media dan game. Sedangkan dalam prinsip Teknik Industri, kita diajarkan untuk menggunakan waktu sebaik mungkin dan meminimalkan pembuangan waktu secara sia-sia.
Dengan menerapkan pola pikir “kerja cerdas, bukan kerja keras”, kita tidak hanya menghemat energi, tetapi juga menyelesaikan berbagai aktivitas dengan lebih tepat dan terukur.
Baca Juga: Teknik Industri di Era Revolusi Industri 5.0: Siapakah Kita?
Pola pikir ini membuat kita lebih teliti dalam merencanakan langkah, memprioritaskan pekerjaan, dan menghindari tindakan yang tidak memberikan nilai tambah.
Pada akhirnya, memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Teknik Industri dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu kita bekerja lebih terorganisir, mengelola waktu dan sumber daya dengan lebih bijak, serta mencapai hasil maksimal tanpa harus menguras energi secara berlebihan.
Dengan demikian, setiap upaya yang kita lakukan akan bermanfaat dan membuat hidup terasa lebih ringan dan produktif.
Penulis: Tethania Arih Izdihar (202510140110069)
Mahasiswa Prodi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Malang
Dosen Pengampu: Ary Dwi Purnomo
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













