Transformasi Industri Menuju Green Manufacturing: Peran Teknik Industri dalam Mewujudkan Produksi Berkelanjutan

Green Manufacturing
Ilustrasi Green Manufacturing (Sumber: Media Sosiald dari AI freepik.com)

Saat ini, perkembangan industri mengutamakan adanya keseimbangan antara peningkatan produktivitas dengan pelestarian lingkungan (Pandey, 2025).

Aktivitas manufaktur konvensional yang cenderung boros energi dan menghasilkan limbah tinggi kini mulai bertransformasi menuju konsep green manufacturing, yaitu sistem manufaktur yang efisien dan ramah lingkungan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Transformasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9, yaitu “Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,” yang menekankan pentingnya mendorong inovasi teknologi yang ramah lingkungan untuk mencapai industri berkelanjutan.

Dalam konteks ini, peran teknik industri menjadi sangat penting. Melalui pemodelan atau analisis sistem, perancangan proses yang efisien, pengendalian kualitas, hingga penerapan teknologi cerdas seperti otomasi dan smart manufacturing, tenaga kerja industri berkontribusi dalam menciptakan proses produksi yang tidak hanya optimal secara waktu dan biaya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan (Tsoku dkk., 2024).

Dengan demikian, penerapan prinsip green manufacturing yang didukung oleh keilmuan teknik industri merupakan langkah nyata dalam mewujudkan industri berkelanjutan yang berkualitas.

Baca juga: Menuju Circular Economy: Peran Lean Manufacturing dalam Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Daur Ulang

Transformasi menuju green manufacturing mulai terlihat nyata di berbagai sektor industri yang ada di Indonesia. Di sektor energi, PT Pertamina New & Renewable Energy telah memanfaatkan solar rooftop pada fasilitas produksinya untuk mengurangi konsumsi listrik konvensional.

Upaya pengolahan limbah pun berkembang pesat, seperti PT HM Sampoerna yang mengolah limbah tembakau kering menjadi kompos dan bio-pellet, serta inovasi bottle-to-bottle dari Danone-AQUA yang mendaur ulang botol plastik bekasi menjadi botol plastik baru.

Penerapan teknologi digital turut memperkuat efisiensi proses, seperti PT Unilever Indonesia yang menggunakan digital twin untuk mengoptimalkan produksi es krim. Digital twin sendiri adalah model digital dari suatu proses atau mesin yang digunakan untuk memantau, menganalisis, dan mengoptimalkan operasi secara real-time.

Pada sektor manufaktur lainnya, seperti PT Kahatex dan PT Sri Rejeki Isman, mulai mengganti zat pewarna kimia dengan pewarna berbasis tumbuhan, sedangkan industri furniture Jepara beralih ke water-based coating untuk mengurangi emisi VOC yang berbahaya.

Transformasi juga terjadi pada sektor logistik, seperti PT Pos Indonesia dan JNE, yang mulai mengadopsi kendaraan listrik untuk distribusi perkotaan, sedangkan GoTo menguji electric vehicle delivery dan mengoptimalkan rute menggunakan AI agar dapat mengurangi konsumsi bahan bakar.

Berbagai contoh dari sektor energi, manufaktur, logistik, hingga teknologi menunjukkan bahwa banyak perusahaan di Indonesia telah mengadopsi solusi inovatif dan berkelanjutan untuk mengurangi emisi, memaksimalkan efisiensi, dan memanfaatkan kembali sumber daya.

Peran teknik industri pun menjadi sangat krusial dalam era modern ini, mulai dari merancang sistem produksi yang efisien, mengembangkan prosedur kerja yang minim limbah, hingga mengintegrasikan teknologi digital seperti digital twin dan otomatisasi. Oleh karena itu, perusahaan menciptakan proses dan metode yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan.

 

Penulis:

  1. Michelle Oskeviola Sibarani
  2. Rehilda Wella Patiung
  3. Tiara Paramita Rosyadah
  4. Hasna’ Mazaya Ananda Arimi
  5. Ajeng Sri Banowati Putri

Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Airlangga

 

Referensi

Pandey, A. (2025). The Intersection of Industrial Policy and Environmental Regulation. 339–362. https://doi.org/10.4018/979-8-3373-6002-7.ch010

Tsoku, T., van Dyk, L., & Maisiri, W. (2024). THE ROLE OF INDUSTRIAL ENGINEERING AND ITS IMPACT ON SUSTAINABILITY: A SYSTEMATIC REVIEW APPROACH. South African Journal of Industrial Engineering, 35(3). https://doi.org/10.7166/35-3-3093

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses