Ponorogo, MMI – Dalam upaya memperkokoh pemahaman dasar keislaman khususnya di bidang Tauhid, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyelenggarakan pelatihan intensif “Workshop Aqidatul Awam”.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara berkala dari bulan Agustus hingga Desember 2025 dan dilaksanakan di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 Madusari.
Kegiatan ini merupakan realisasi dari skema Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2025 dengan fokus utamanya pada penguatan kompetensi guru pengajar Aqidah.
Langkah ini diambil untuk memperdalam penguasaan materi para guru sehingga memberikan mereka perspektif tambahan yang tidak terbatas hanya pada buku referensi wajib.
Program ini lahir sebagai respons atas dinamika di lapangan, di mana pembelajaran tauhid kerap kali terhenti pada pembacaan teks buku semata. Padahal, tantangan pemikiran kontemporer menuntut pemahaman logika teologis yang kuat dan relevan.
Oleh karena itu, kajian kitab Aqidatul Awam diberikan sebagai bekal tambahan agar para guru memiliki pemahaman ilmu tauhid yang lebih luas sebelum diajarkan kepada santri.
Wakil Direktur KMI Gontor 2, Al-Ustadz Zaky Mubarok, turut hadir dan mengapresiasi penuh inisiatif ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru adalah mandat strategis bagi Pesantren Gontor.
Baca Juga: Bela Negara dalam Tragedi Ponpes Al-Khoziny: Menjaga Nyawa, Menjaga Martabat Bangsa
Beliau juga menilai program Pk Mini sebagai bentuk bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung dan menjaga ekosistem keilmuan di pesantren.
“Guru berperan sebagai pengajar (mudarris) sekaligus pendidik (murabbi) yang membentuk pola pikir santri. Maka, pemahaman aqidah harus diperkuat secara sistematis agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman saat ini,” ujar Ustadz Zaky.
Baca Juga: Goeboek Pentjeng, Ponpes yang Berbasis Santripreneur
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga bulan ini berjalan dengan suasana yang dinamis. Dalam pelatihannya, para guru dibekali metode penyampaian materi yang logis dan sistematis, namun tetap dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami tanpa mengurangi esensi maknanya.
Melalui bekal ini, para guru diharapkan mampu menjadi murabbi yang tangguh dalam mengawal aqidah santri di tengah arus perubahan zaman yang terus bergerak cepat.
Penulis:
1. M. Faqih Nidzom
2. Henri Shalahuddin
3. Rahmat Ardi Nur Rifa Da’i
4. Alfi Wahyu Irchamni
5. Abidly Robbi Antama Ulana
Dosen dan Mahasiswa Magister Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














