Anomali Pasar Akhir Tahun: Harga Cabai Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Protein Hewani

apa itu anomali pasar
Anomali Pasar Akhir Tahun: Harga Cabai Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Protein Hewani. Sumber: MMI.

Memasuki pekan terakhir tahun 2025, fenomena “Anomali Pasar” mewarnai pergerakan harga pangan di Indonesia. Berbeda dengan pola tahun-tahun sebelumnya di mana mayoritas komoditas melonjak secara serentak, akhir tahun ini ditandai dengan anjloknya harga cabai meskipun harga protein hewani merangkak naik akibat tingginya permintaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sektor Hortikultura: Cabai Mengalami Penurunan Signifikan

Setelah sempat bergejolak di pertengahan tahun, kelompok hortikultura mencatatkan penurunan harga yang sangat tajam. Berdasarkan data per 24 Desember 2025, Cabai Merah Besar mengalami penurunan terdalam sebesar 11,43% menjadi rata-rata Rp51.600 per kg.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Cabai Rawit Merah, yang masih menjadi komoditas termahal di kelompoknya, kini harganya melandai ke kisaran Rp70.700 per kg, atau turun hampir 9% dalam sepekan terakhir. Di beberapa wilayah sentra produksi, harga bahkan dilaporkan menyentuh angka Rp63.000 per kg.

Sementara itu, harga Bawang Merah terpantau stabil di angka Rp40.000–Rp43.000 per kg seiring dengan lancarnya distribusi dari wilayah panen raya seperti Brebes dan Nganjuk.

Baca Juga: Harga Pangan Melonjak Saat Stok Melimpah, Ironi Pengelolaan Pangan Kita

Protein Hewani Tertekan Lonjakan Permintaan

Sebaliknya, sektor protein hewani mengalami tekanan kenaikan harga karena menjadi komoditas utama konsumsi rumah tangga selama libur akhir tahun. Harga Daging Ayam Ras melambung ke angka Rp37.350–Rp41.500 per kg, dipicu oleh tingginya permintaan dari industri kuliner dan rumah tangga.

Kenaikan serupa terjadi pada Telur Ayam Ras yang merangkak naik ke level Rp32.900–Rp33.000 per kg. Bahkan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harganya dilaporkan menembus Rp40.000 per kg akibat kendala logistik yang disebabkan cuaca ekstrem.

Adapun harga Daging Sapi Murni kualitas I terpantau masih bertahan di level tinggi namun stabil pada kisaran Rp141.300 per kg.

Baca Juga: Analisis Ekonomi Manajerial: Dampak Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Aceh terhadap Struktur Pasar

Intervensi Pemerintah dan Stok Pangan

Pemerintah melalui Perum Bulog dan Bapanas terus melakukan intervensi masif untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok hingga akhir tahun. Cadangan beras nasional dipastikan aman dengan stok mencapai 3,9 juta ton.

Harga Beras Medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijaga pada kisaran Rp12.400–Rp12.500 per kg, sedangkan Beras Premium berada di angka Rp15.500 per kg.

Untuk komoditas minyak goreng, Minyakkita masih menjadi tumpuan masyarakat dengan harga sekitar Rp17.400 per liter, meski sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek dibanderol antara Rp21.000–Rp22.000 per liter.

Secara keseluruhan, inflasi pangan di akhir 2025 ini dinilai relatif lebih terkendali dibandingkan periode 2023-2024. Meskipun terjadi kenaikan pada harga protein hewani, anjloknya harga cabai memberikan ruang napas bagi daya beli masyarakat di penghujung tahun.


Penulis: Zilva Zahra Maldina
Mahasiswa UIN Ar-Raniry


Dosen Pengampu: Nyanyak Marawan Putri, M.A.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses