Sekolah Sukses melalui Penerapan MBS

Manajemen berbasis sekolah
Ilustrasi: istockphoto

Pendahuluan

Manajemen berbasis sekolah masuk dalam ruang lingkup pendidikan untuk menciptakan layanan pendidikan yang lebih baik. Mengubah cara pandang dalam melihat peran sekolah, sehingga memperluas cakupan yang bukan hanya sekedar tempat belajar namun juga menciptaan karakter dan karier bagi peserta didik kedepannya.

Manajemen berbasis sekolah hadir untuk membuat kerangka dalam menggambarkan kebijakan-kebijakan yang mampu mempermudah dalam meraih prestasi dan kompetensi. Memberdayakan warga sekolah hingga aspek-aspek terkait untuk bekerja sama dalam menciptakan layanan pendidikan yang saling mendukung satu sama lain.

Sehingga menjelajahi konsep manajemen berbasis sekolah ini akan membuka pemikirian untuk bereksplorasi dan berinovasi dalam mengembangkan segala kebijakan yang tentunya sesuai dengan kondisi.

Bacaan Lainnya
DONASI

Pembahasan

A. Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah

Dalam era perubahan dan transformasi yang selalu menghantui dunia pendidikan, Manajemen Berbasis Sekolah telah menjadi fokus utama.

Konsep manajemen ini telah masuk ke dalam sistem pendidikan di seluruh dunia, melakukan perubahan besar dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kualitas manusia.

Caldwell dalam Patras (2019:801) mengatakan bahwa Manajemen Berbasis Sekolah adalah desentralisasi sistematis dari tingkat otoritas dan tanggung jawab sekolah untuk membuat keputusan tentang tujuan, kebijakan, kurikulum, standar, dan akuntabilitas dalam kerangka yang ditentukan secara terpusat.

Sedangkan menurut Oswald Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah pendekatan untuk mereformasi sistem pendidikan dengan memindahkan otoritas keputusan dari kantor pendidikan umum ke sekolah. Dengan kata lain, MBS berarti memindahkan otoritas keputusan dari kantor pendidikan umum ke sekolah.

Berdasarkan menurut para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai suatu pendekatan desentralisasi pengambilan keputusan pendidikan dengan melibatkan orang tua, siswa, guru, pejabat, dan masyarakat untuk mencapai fleksibilitas, otonomi, keterlibatan, kemandirian, dan tanggung jawab sekolah.

Manajemen Berbasis Sekolah juga memiliki beberapa prinsip yang sangat penting, yaitu:

  1. Otonomi Sekolah: MBS memberi sekolah kebebasan untuk membuat keputusan sendiri tentang perencanaan strategis, program pembelajaran, dan pengelolaan sumber daya. Hal ini memungkinkan sekolah untuk lebih menyesuaikan metode mereka dengan kebutuhan, karakteristik, dan lingkungan sekitar siswa.
  2. Participasi: MBS mendorong semua pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan sekolah. Ini terdiri dari orang tua, komunitas lokal, staf sekolah, dan guru. Diharapkan bahwa partisipasi ini akan meningkatkan pemahaman, dukungan, dan keterlibatan semua pihak dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
  3. Akuntabilitas: Sekolah yang menerapkan MBS tetap bertanggung jawab untuk mencapai tujuan pendidikan, meskipun mereka berdiri sendiri. Mereka harus berkomunikasi secara terbuka dengan pemangku kepentingan tentang kemajuan yang telah dicapai dan secara teratur melacak dan mengevaluasi kinerja mereka.
  4. Pengembangan Kapasitas: MBS mendorong sekolah untuk terus meningkatkan kapasitas pembelajaran dan manajemen mereka. Ini termasuk peningkatan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, pembaruan kurikulum, dan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru.
  5. Peningkatan Kualitas Pendidikan: MBS bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan memberikan sekolah fleksibilitas untuk merancang program pendidikan mereka sendiri, diharapkan sekolah dapat mencapai hasil yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan siswa dengan lebih baik.

Digunakan di berbagai negara, Manajemen Berbasis Sekolah adalah cara untuk merespons keberagaman dalam pendidikan dan memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran.

Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan akuntabilitas, partisipasi, dan hasil pendidikan di tingkat sekolah serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

Departemen Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah model manajemen yang memberikan sekolah lebih banyak kebebasan dan keleluasaan.

MBS juga memungkinkan semua pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, dan wali murid, untuk berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas sekolah dengan berpedoman pada pendidikan nasional.

Dengan adanya definisi mengenai manajemen sekolah (MBS), maka wajar jika pemerintah pada dasarnya menginginkan agar sistem pendidikan di daerah dapat dikelola secara mandiri, yang kegiatannya mencakup berbagai unsur di lingkungan sekolah.

B. Tujuan dan Manfaat Manajemen Berbasis Sekolah

Konsep manajemen berbasis sekolah dengan pelimpahan wewenang ini mampu menjelaskan sejauh mana pendidik dan tenaga kependidikan mampu mengeksplorasi sekolah sesuai keadaan secara nyata, dengan begitu menurut Atikasari (2020:2) tujuan manajemen berbasis sekolah ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang efektif dan efisien.

Hal tersebut diperjelas dengan pendapat Hartati (2022:39) untuk bisa mengembangkan MBS diperlukan saling berinovasi, berinsiatif, dan berkolaborasi antar pihak sekolah.

Dari pelaksanaan konsep MBS yang melibatkan berbagai pihak untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik inilah, akan dirasakan manfaatnya menurut Suryana dalam Baharudin (2022:154) bahwa pelaksanaan manajemen berbasis sekolah mampu menciptakan pemimpin-pemimpin berkualitas.

C. Peran Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan pendekatan desentralisasi terhadap administrasi sekolah yang melibatkan beberapa pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Adapun beberapa peranan Manajemen Berbasis Sekolah, yaitu:

1. Memberdayakan Kepala Sekolah

MBS menawarkan lebih banyak kewenangan kepada kepala sekolah untuk melibatkan seluruh komunitas sekolah secara langsung dalam semua inisiatif partisipasi. Kepala sekolah akan memiliki landasan yang kokoh untuk bekerja dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas berkat visi, misi, dan tujuan sekolah.

2. Meningkatkan Mutu Program dan Kurikulum Sekolah

Salah satu cara untuk mengukuran terselenggaranya pendidikan di sekolah dapat dilihat dari program-programnya, khususnya dalam kaitannya dengan kelancaran proses pendidikan tersebut. Rencana program berikut harus menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas program sekolah.

Persyaratan mutu pada tingkat institusi pendidikan dapat dilihat pada spesifikasi program serta kompetensi lulusan. Di dalamnya mencakup silabus, tujuan pendidikan, peta kurikulum, dan kurikulum. Hal tersebut perlu dirumuskan melalui satu kesatuan kegiatan dalam pengembangan kurikulum.

3. Meningkatkan Mutu Siswa

Sesuai dengan amanat fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 terkait Sistem Pendidikan: Tujuannya ialah untuk mengembangkan potensi siswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab sebagai warga negara yang demokratis.

4. Meningkatkan Mutu Pendidik

Dalam meningkatkan mutu pendidik dapat dilihat sesuai aturan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 Ayat 1 dan 2 mengemukakan bahwa pendidik itu bertugas menyelenggarakan dan melaksanakan tugas, merencanakan serta melaksanakan proses pembelajaran, mengevaluasi hasil pembelajaran, menawarkan nasihat dan pelatihan, melakukan penelitian, serta melakukan pengabdian masyarakat. Jika sudah sesuai dengan pernyataan di atas, maka pelaksanaan pembelajaran pun akan lebih berkualitas.

5. Meningkatkan Mutu Fasilitas Sekolah

Agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berjalan dengan efektif, tentu perlu adanya dorongan mengenai sarana dan prasarana yang memadai. Dengan tersedianya fasilitas yang mendukung, maka pembelajaran pun akan berjalan dengan optimal.

6. Meningkatkan Hubungan Mitra Sekolah

MBS melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan di setiap komite sekolah. Kolaborasi antara masyarakat dan sekolah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sepanjang kegiatan yang dilakukan bersifat kooperatif dan menguntungkan kedua belah pihak.

Dalam merencanakan, melaksanakan, dan membuat kebijakan itu hampir semua jenis kemitraan sekolah dan masyarakat serta kepala sekolah ikut bertanggung jawab.

Kesimpulan

Sekolah yang baik harus beradaptasi. Kepemimpinan efektif yang ditunjukkan dengan kemampuan kepala sekolah dalam membuat penilaian yang bijaksana. Pengajaran yang efektif oleh guru untuk meningkatkan pembelajaran siswa di kelas.

Manajemen siswa yang berhasil, dan manajemen kepala sekolah yang baik, semuanya harus dikembangkan di dalamnya. Seluruh potensi reformasi pendidikan diwujudkan dalam Manajemen Berbasis Sekolah, yang memungkinkan sekolah memberikan siswa pendidikan yang lebih baik dan relevan.

Motivasi, kapasitas, dan daya cipta sekolah untuk mengembangkan dan meningkatkan layanan serta kualitas pendidikan yang diberikan menentukan penggunaan pola manajemen berbasis sekolah.

Penulis:
1. Putri Nabilah Rasendriya
2. Siti Ratna Anjani
3. Visualy Seyu Rahmatin
4. Lukman Nulhakim
5. Firdaus
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Daftar Pustaka

Akbar, M., A. (2019). KONSEP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN IMPLEMENTASINYA. PEADAGOG: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah, 2(1), 20- 29.

Atikasari, N. A. (2020). Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Bahana Manajemen Berbasis Pendidikan, 2.

Ayeni, A & Bamire, F. (2022). The Role of School Based Management and Students’ Academic Performance in Secondary Schools in Owo Local Government Area of Ondo State, Nigeria. International Journal of Education, Teaching, and Social Science, 2(3), 49-63.

Baharudin, & dkk. (2022). Kajian Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Pengembangan Sekolah Dasar. Journal On Teacher Education, 154.

Dewi, dkk. (2022). The Role of the School Committee in the Implementation of School-Based Management in the Sidoarjo District. International Journal of Multi Discipline Science (IJMDS), 5(2), 62-67

Hartati, S. (2022). Sistematisasi Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah. Journal of Islamic Education and Learning, 39.

Hidayat, D. (2021). The Role of School-Based Management as a Determinant of the Effectiveness of the Implementation of Education in Schools. INFLUENCE: International Journal of Science Review, 3(1), 47-55. Mulyasa, E. (2022). Modul Konsep Dasar Manajemen Berbasis Sekolah. Universitas Terbuka.

Patras, Y. E., Iqbal, A., Papat, P., & Rahman, Y. (2019). Meningkatkan kualitas pendidikan melalui kebijakan manajemen berbasis sekolah dan tantangannya. Jurnal manajemen pendidikan, 7(2), 800-807.

Prihantini, & dkk. (2021). Manajemen Berbasis Sekolah. Tasikmalaya: Edu Publisher.

Suparlan. (2022). Manajemen Berbasis Sekolah dari Teori sampai dengan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryadi. (2018). MANAJEMEN MUTU BERBASIS SEKOLAH: Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Sarana Pancakarya Nusa

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI