Banyuwangi, 10 September 2025, MMI – Dalam upaya mendorong regenerasi petani sekaligus meningkatkan produktivitas melalui digitalisasi, Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar sosialisasi bertajuk “Aplikasi Alsintan untuk Mewujudkan Generasi Muda Tani di Era Digital” pada Rabu (10/9) di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta, terdiri atas petani, kelompok tani (poktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perangkat desa, serta perwakilan dari Dinas Pertanian.
Sosialisasi bertujuan mengenalkan sekaligus mengedukasi masyarakat tani mengenai pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis digital sebagai solusi atas berbagai tantangan sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Ikomatun Nadipah, S.P., menekankan pentingnya melibatkan generasi muda melalui pemanfaatan teknologi.
“Sektor pertanian tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Jika ingin bersaing di masa depan, kita harus melibatkan generasi muda dan memberikan mereka akses pada teknologi modern, termasuk aplikasi alsintan yang mempermudah proses pertanian,” ujar Ikomatun.
Respons Positif dari Masyarakat
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta, khususnya petani yang merasakan manfaat langsung dari sistem digital. Suyitno (68), Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kampunganyar, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya aplikasi tersebut.
“Biasanya kami harus antre lama untuk pinjam traktor, bahkan daftar seminggu sebelumnya. Dengan aplikasi ini, saya bisa langsung cek ketersediaan alat lewat HP dan memilih jadwal yang sesuai. Sangat membantu sekali,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ikomatun (41), Koordinator BPP, yang menilai aplikasi ini membuat proses peminjaman lebih teratur.
“Dengan adanya aplikasi ini, petani bisa lebih tertib dalam mengatur jadwal penggunaan alat. Sistemnya jelas dan transparan, sehingga memudahkan semua pihak,” terangnya.
Sementara itu, Pandu (40) dari bidang sarana dan prasarana Dinas Pertanian, menegaskan dukungan pemerintah terhadap inovasi tersebut.
“Inovasi ini sangat positif. Aplikasi ini mampu mempercepat pelayanan peminjaman alat pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani,” katanya.
Baca Juga: Jeratan Utang dan Ketergantungan Tengkulak: Kisah Nyata Petani Kita
Demo Langsung dan Pelatihan
Acara juga dilengkapi dengan demonstrasi penggunaan aplikasi Sistem Tani Desa (SiTANDES). Peserta dipandu langsung oleh mahasiswa untuk mempraktikkan cara menginstal aplikasi, membuat akun, memilih jenis alat, hingga menjadwalkan peminjaman melalui ponsel masing-masing.
Harapan ke Depan
Melalui sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk terjun ke dunia pertanian modern. Ketua Gapoktan, Suyitno, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur yang telah mendampingi selama dua bulan terakhir.
“Terima kasih kepada adik-adik dari UPN, dengan adanya aplikasi ini semoga bisa memotivasi anak-anak muda untuk ikut bertani,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para petani senior agar terus belajar dan aktif berkumpul supaya semakin terbiasa dengan sistem baru.
“Aplikasi ini sangat membantu dalam mempermudah akses sarana pertanian, jadi para petani harus mau belajar cara pakainya,” tambahnya.
Tsalis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPPM Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan yang telah diberikan. Berkat dukungan tersebut, kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Kampunganyar dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis: PMM Kampunganyar
1. Wahyu Setiawan
2. Jauhari Achmad Pradana
3. Alfi Kurinita Widianti
Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur
Dosen Pengampu: Hendra Maulana, S.Kom., M.Kom.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















