Sosialisasi Pemilihan Metode Kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia

Pemilihan Metode Kontrasepsi
Foto bersama tim dosen Institut Kesehatan Helvetia dalam kegiatan Sosialisasi Pemilihan Metode Kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia. (Foto: Dok. Penulis)

Deli Serdang, MMI – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi terus dilakukan melalui kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Sosialisasi Pemilihan Metode Kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang dilaksanakan di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia, Jumat (13/02/25).

Kegiatan yang diprakarsai oleh tim dosen Program Studi Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi. Dengan begitu, pasangan dapat mengambil keputusan yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan dan rencana keluarga. Dalam praktik pelayanan kesehatan, masih ditemukan pasangan yang menentukan metode kontrasepsi berdasarkan informasi tidak lengkap atau hanya mendengar pengalaman orang lain. Landasan informasi yang belum tentu sesuai kebutuhan pasangan ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan hingga penghentian penggunaan kontrasepsi.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ketua tim pengabdian, Andini Mentari Tarigan, menjelaskan bahwa edukasi ini dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. Tenaga kebidanan memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis kontrasepsi jangka pendek maupun jangka panjang, cara kerja, kelebihan, keterbatasan, serta kemungkinan efek samping yang dapat muncul.

“Kegiatan ini tidak bertujuan mengarahkan peserta pada satu metode tertentu, tetapi membantu mereka memahami pilihan yang tersedia sehingga keputusan yang diambil lebih sadar dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca juga: Faktor Penting Terjadinya Unmet Need KB pada Pasangan Usia Subur (PUS)

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya dan berdiskusi terkait pengalaman maupun kekhawatiran mengenai penggunaan kontrasepsi. Diskusi terbuka ini dinilai penting karena mampu meluruskan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap informasi dari tenaga kesehatan.

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan pasangan dalam proses pengambilan keputusan kontrasepsi. Hal ini dinilai penting karena keberhasilan program Keluarga Berencana tak hanya bergantung pada perempuan, tapi juga dukungan dan pemahaman pasangan mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas komunikasi dalam keluarga serta meningkatkan keberlanjutan penggunaan kontrasepsi yang sesuai.

Pemilihan Metode Kontrasepsi
Salah seorang tim dosen sedang mendengarkan pengalaman dan keluhan peserta Sosialisasi Pemilihan Metode Kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia. (Foto: Dok. Penulis)

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perbedaan metode kontrasepsi serta pertimbangan medis yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan. Pihak rumah sakit juga menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kebidanan dan kesehatan reproduksi.

Secara umum, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat nyata, baik bagi peserta maupun institusi pelayanan kesehatan. Edukasi langsung yang dilakukan tenaga kebidanan terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Harapannya, kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga sehat dapat semakin meningkat di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan, upaya peningkatan kualitas kesehatan reproduksi diharapkan mampu menciptakan keluarga yang lebih sehat, sejahtera, dan terencana.


Penulis:

1. Andini Mentari Tarigan, S.Tr.Keb., MKM (Dosen Jurusan Kebidanan dan Profesi Bidan, Institut Kesehatan Helvetia)

2. dr. Dyna Safitri Rakhelmi Rangkuti, MKM (Dosen Jurusan Administrasi Rumah Sakit, Institut Kesehatan Helvetia)

3. Rima Melinda Sembiring, SKM., MKM (Dosen Jurusan Administrasi Rumah Sakit, Institut Kesehatan Helvetia)


Editor: Nilam Indahsari

Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses