Kabupaten Malang, MMI — UPT Puskesmas Sumberpucung yang berlokasi di Jalan TGP No.2 Sumberpucung, Kab. Malang di bawah kepemimpinan drg. Rahmawati Daha, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Hal ini dibuktikan dengan hadirnya sembilan inovasi unggulan yang diikutsertakan dalam Innovation Government Award (IGA) 2025.
Kesembilan inovasi tersebut lahir dari semangat seluruh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Sumberpucung untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, tepat, serta menjawab kebutuhan masyarakat. Adapun inovasi yang dipresentasikan adalah:
1. Kodok Wahing
Kodok Wahing (Konsultasi dengan Dokter by WhatsApp Hari Ini Langsung Dibalas), layanan konsultasi kesehatan berbasis digital yang memudahkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter tanpa harus datang langsung ke puskesmas.
2. Sate Eksotik
Sate Eksotik (Sentra Edukasi Terpadu Puskesmas Eksotik Sumberpucung), sebuah pusat edukasi kesehatan terpadu untuk mengenalkan program-program puskesmas sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan.
3. Jempol Pak Ali
Jempol Pak Ali (Jemput Bola Pasien Kontrol Kembali), inovasi untuk memastikan pasien tidak putus kontrol dengan pendekatan jemput bola yang lebih humanis.
Baca Juga: “Ibuku Kece” (Cegah Wasting pada Balita : Peran Ibu dan Posyandu dalam Mewujudkan Generasi Sehat)
4. Satoe Jiwa
Satoe Jiwa (Skrining Awal untuk Temukan dan Obati Pasien dengan Gangguan Jiwa), upaya deteksi dini dan penanganan gangguan kesehatan jiwa di masyarakat.
5. Dawai Paris
Dawai Paris (Data Kepegawaian Cepat dan Praktis), sistem yang mempermudah pengelolaan data kepegawaian secara efektif dan efisien.

6. Posbindu Pesammas
Posbindu Pesammas (Posbindu Peduli Sampah Masyarakat Sehat), inovasi yang menggabungkan upaya kesehatan dengan kepedulian lingkungan melalui pengelolaan sampah masyarakat.
7. Caper TB
Caper TB (Cara Cepat Temukan dan Obati Pasien TB), strategi untuk mempercepat penemuan kasus dan pengobatan pasien tuberkulosis.
8. Centing Pelekor
Centing Pelekor (Cegah Stunting dengan PMT Lele dan Kelor), inovasi pemberian makanan tambahan berbasis lokal untuk menurunkan angka stunting.
9. Tanduk Kebo
TANDUK KEBO (Tanpa Identitas Kependudukan ke Puskesmas Bisa Berobat) – layanan inklusif yang tetap menerima pasien meski tanpa identitas kependudukan.
Melalui deretan inovasi tersebut, UPT Puskesmas Sumberpucung berharap dapat menjadi contoh nyata transformasi pelayanan kesehatan masyarakat.
Tidak hanya fokus pada penyembuhan, namun juga mengedepankan upaya promotif, preventif, serta pemberdayaan masyarakat.
drg. Rahmawati Daha menyampaikan bahwa inovasi yang dilahirkan merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Sumberpucung.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif dengan kebutuhan masyarakat di era digital dan tantangan kesehatan saat ini,” ujarnya.
Dengan membawa sembilan inovasi unggulan ini, Puskesmas Sumberpucung optimis mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi sebagai institusi kesehatan yang inovatif, inspiratif, dan berdaya saing.
Penulis: Redaksi Media Mahasiswa Indonesia
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












