Di dalam kehidupan perkuliahan, banyak mahasiswa yang mengalami burnout, dituntut untuk cepat, dituntut menjadi aktif, berprestasi, sekaligus bisa membagi waktu antara organisasi, tugas kampus, dan bahkan kehidupan pribadi. Tuntutan inilah yang membuat mahasiswa mengalami burnout yang dimana kondisi kelelahan mental, emosional, dan fisik yang muncul Ketika tuntutan ini semua melampui batas kapasitas diri.
Kini burnout bukan lagi isu individu, tetapi kejadian yang banyak dialami oleh mahasiswa di perguruan tinggi.
Apa sih yang Dapat Menyebabkan Burnout pada Mahasiswa?
Berikut ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan burnout terjadi pada mahasiswa:
1. Beban Akademik yang Tinggi
Beban akademik yang tinggi ini bisa membuat mahasiswa menjadi burnout. Tugas yang menumpuk, deadline yang berdekatan, laporan, presentasi, sehingga jadwal kuliah yang sangat padat membuat banyak mahasiswa sulit untuk melakukan pemulihan diri yang cukup.
2. Tekanan untuk Menjadi Berprestasi
Tekanan-tekanan ini terjadi ketika mahasiwa dituntut untuk menjadi berprestasi oleh orang tua, lingkungan sekitar. Ketika mahasiswa dituntut menjadi berprestasi, maka terjadilah ekspetasi orang tua, dosen, dan lingkungan sekitar untuk memperoleh nilai yang bagus, mengikuti berbagai lomba, dan menjadi mahasiwa yang aktif dalam mengikuti kegiatan di kampus.
3. Kurangnya Manajemen Waktu yang Baik
Dengan kurangnya mahasiswa memanajemen waktu yang baik dapat menyebabkan kewalahan dalam menghadapi tugas kampus dengan deadline yang berdekatan, jadwal yang padat, dan organisasi. Tanpa disadari dengan kurangnya mahasiswa memanajemen waktu yang kurang bisa menyebabkan kelelahan, baik Lelah secara fisik maupun batin.
4. Lingkungan Sosial yang Kompetitif
Melihat teman teman lebih aktif, lebih produktif, dan lebih sukses dari kita, sering membuat mahasiswa menjadi kurang cukup terhadap dirinya sendiri dan hal inilah yang bisa menyebabkan stress pada mahasiswa.
Baca Juga: 9 Tips Menghindari Burnout bagi Mahasiswa Aktif agar Tetap Seimbang, Sehat, dan Produktif
Bagaimana Tanda-Tanda Mahasiswa yang Mengalami Burnout?
Mahasiswa yang mengalami burnout menunjukkan beberapa gejala, antara lain sebagai berikut:
- Kehilangan motivasi belajar
- Menunda-nunda tugas kuliah
- Sulit untuk dapat berkonsentrasi saat perkuliahan sedang berlangsung
- Mudah mengalami kelelahan meskipun tidak banyak aktivitas yang dilakukan
- Sering mengalami kewalahan
- Emosi tidak stabil
- Sering merasa cemas dan khawatir yang berlebihan
- Gangguan tidur seperti insomnia
Solusi untuk Menghadapi Burnout pada Mahasiswa
1. Membangun support system
Dengan membangunn support system, ini dapat membuat mahasiwa untuk meringankan bornout yang sedang terjadi. Membangun support system adalah menemukan teman yang bisa membuat kita nyaman itu juga merupakan support system. Banyak orang yang berfikir bahwa support system itu adalah pasangan, tetapi jika dengan memiliki hubungan yang toxic itu buat apa, bukan menjadi support system malah membuat menambah beban diri dan juga pikiran.
2. Memanajemen waktu dengan baik
Apakah dengan memanajemen waktu yang baik bisa mengatasi burnout? Tentu saja dengan melakukan manajemen waktu yang baik bisa mengatasi burnout, agar tidak kewalahan untuk menghadapi jadwal kuliah yang padat, tugas kuliah yang deadlinenya berdekatan, organisasi yang diikuti, serta kehidupan pribadi. Jika tidak melakukan manajemen waktu yang salah, menunda-nunda tugas, dapat menyebabkan kewalahan, dan juga bisa membuat kita menambah pikiran karena khawatir dan cemas terhadap tugas yang belum dikerjakan tetapi deadline sebentar lagi.
3. Menjaga Kesehatan Fisik
Banyak sekali mahasiswa yang mengabaikan Kesehatan fisik, terutama mahasiswa yang jauh dari orang tua (merantau) sering kali mereka mengabaikan kesehatan. Terkadang karena mereka malas untuk membeli makanan, malas makan, terkadang mereka hanya membeli kopi untuk menemani mereka mengerjakan tugas. Ada beberapa mahasiswa yang sulit mengatur keuangan dari orang tua, sehingga ia memikirkan bagaimana cara mengatur keuangan tersebut untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan juga kehidupan kampus, banyak tugas ngeprint. Telat makan, dan terlalu banyak mengkonsumsi kopi itu bisa membuat tubuh menjadi lemah, menyebabkan asam lambung, dan juga magh.
Baca Juga: Dua Sejoli: Burnout & Coping Strategy
4. Menerapkan Rest as Productivity
Dengan cara menerapkan rest as productivity pasti bisa menjadi Solusi untuk mengatasi burnout. Caranya adalah dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan tanpa memikirkan tuntutan. Rest a Productivity ini adalah istirahat bukan untuk bermalas-malasan, hal ini dilakukan untuk menjaga energi, kefokusan agar kita bisa lebih produktif lagi.
5. Mengendalikan Ekspetasi Diri
Kebanyakan mahasiswa terlalu menuntut dirinya sendiri untuk menjadi sempurna, padahal sudah jelas di dunia ini tidak ada yang sempurna. Mahasiswa menuntut dirinya untuk menjadi sempurna biasanya juga bisa tekanan tuntutan dari
keluarga, dan lingkungan sekitar, sehingga besar harapan mahasiswa untuk menjadi sempurna. Cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan eksptesi diri ini adalah menerima bahwa kegagalan itu ialah bagian dari suatu proses, membandingkan diri kita yang saat ini dengan yang kemarin, bukan membandingkan diri kita dengan orang lain. Padahal sudah jelas diri kita sendiri dengan orang lain sangat lah berbeda, sudah mempunyai porsi keberuntungan masing-masing.
Kesimpulan
Burnout merupakan kondisi dimana fisik, mental, dan emosional sering merasa kelelahan, ini muncul akibat banyaknya tekanan dan beban yang berlangsung terus menerus, terutama mahasiswa yang mempunyai tuntutan akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi.
Burnout ini harus segera diatasi karena jika mengalami burnout berat dan tidak segera diatasi, bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental dan fisik, penurunan pencapaian akademik, dan sehingga bisa sampai kehilangan motivasi hidup, sering merasa hidup ini tidak ada artinya, hilang tujuan hidup, merasa tidak cukup, tidak berguna, dan tidak bangga terhadap dirinya sendiri.
Menjaga kesehatan mental bukan penting saat sedang menjalani perkuliahan saja, tetapi juga untuk membentuk mental di masa depan yang lebih sehat dan seimbang.
Penulis: Mayla Fajar Azalia (251010502129)
Mahasiswa Manajemen S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM)
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












