Cerita Mahasiswi Stikes Jakarta Ikuti Pertukaran Mahasiswa di Universitas Andalas

Pendidikan
Cerita Mahasiswi Stikes Jakarta Ikuti Pertukaran Mahasiswa di Universitas Andalas

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau yang dikenal dengan PMM ialah program yang digagas oleh Pak Nadiem Makarim yakni memberikan kesempatan mahasiswa untuk menjalankan perkuliahannya selama 1 semester di luar pulau atau lebih tepatnya perpindahan satu klaster daerah ke klaster daerah lainnya yang memberikan pengalaman kebhinekaan dan sistem alih kredit maksimal lebih kurang 20 sks.

Program ini mempunyai misi untuk saling bertukar budaya, berbagi pengalaman serta merasakan bagaimana sistem perkuliahan di luar pulau. Faiza dan Dinda merupakan mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada Jakarta yang lolos dan diterima di Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Begitu tak menyangka mereka saat diterima di Universitas Andalas mengingat berdasarkan sumber dari Instagram pertukaran mahasiswa yang menyebut pendaftar dari program ini yang sebelumnya sebanyak 35.107 peserta.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Kompetensi Mahasiswa di Era Disrupsi

Namun setelah adanya seleksi baik melalui tes dan kelengkapan berkas maka didapatlah total 12.722 mahasiswa yang diterima sebagai peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan ditempatkan di universitas berbeda sesuai dengan pilihan peserta tersebut.

Namun menariknya lagi berdasarkan wawancara saya dengan Faiza dan Dinda, mereka mengatakan ada enam orang dari Stikes Jakarta yang mendaftar ke Universitas Andalas dan dinyatakan lolos semua.

Persyaratan apa aja nih yang harus dipenuhi guna mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini? Yang pertama yakni mendapatkan izin dari PT asal, kemudian minimal berada di semester ganjil yakni semester 3, 5, dan juga 7, kemudian yang tak kalah penting yaitu izin dari kedua orang tua.

Selain itu Dinda juga menambahkan yakni tidak pernah mendapatkan sanksi secara akademik maupun non akademik, mengurus, dan melengkapi berkas yang dibutuhkan serta mengikuti tes atau survei kebhinekaan nantinya. Selanjutnya benefit apa aja nih yang didapatkan?

“Yang kita dapatkan yang pertama itu kita dapat biaya transportasi pulang pergi, dan terus kita mendapatkan dana kedatangan dan selama kita di sini setiap bulannya kita mendapatkan uang saku, terus kita juga dapat biaya asuransi, selain itu kita juga nanti akan mendapatkan potongan UKT untuk semester berikutnya Kak,” ujar Dinda.

Begitu banyak benefit yang ditawarkan oleh program ini dan tentu ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kesempatan tidak datang 2 kali.

Selama 1 semester di PT penerima tentu menjadi tantangan dan pengalaman tersendiri bagi narasumber mulai dari lingkungan sekitar kampus yakni jumlah mahasiswa di kelas yang lebih banyak dibanding PT asalnya, bahasa/ logat di sana, sistem mata kuliah serta berkumpul dengan mahasiswi PMM lainnya dalam satu asrama.

Faiza menuturkan, “Yang pasti kita harus bersikap dewasa, karena kita di sini nggak hidup sendiri, kita memang harus hidup bareng-bareng dan memang itu tujuannya program ini dibentuk sebenarnya, biar kita terbiasa nih hidup dengan orang yang memiliki latar belakang budaya, suku dan juga ras yang berbeda. Nah selain itu menurut saya kita perlu juga yang namanya toleransi Kak, kita juga perlu toleransi terhadap latar belakang orang lain, kemudian kita juga perlu menghargai setiap pribadi orang Kak karena kalau misalnya kita akan menghargai orang lain kita juga akan dihargai oleh orang tersebut, seperti itu,” ujar Dinda.

Baca Juga: MBKM Batch 3 Tahun 2022: PT. Paragon Technology and Innovation

Selain itu, Program Pertukaran Mahasiswa ini tidak hanya mengenalkan mahasiswa tentang sistem perkuliahan di sana, namun mempunyai program andalan yakni Modul Nusantara. Nah di Modul Nusantara ini mahasiswa akan diajak untuk tour ke suatu tempat bersejarah maupun tempat wisata di sana sembari mengenalkan budaya dan juga menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif.

“Selain jalan-jalan sendiri juga, di program ini ada namanya Modul Nusantara, nah di Modul Nusantara ini kita belajar tentang daerah Sumatera Barat ini Kak, nah kita bukan hanya belajar tapi juga jalan-jalan. Kita udah pernah jalan-jalan di Pantai Air Manis, ke Batu Malin Kundang, terus ke Sumrilah, dan kemarin juga kita mengadakan tokoh inspiratif yaitu tokoh budayawan terkenal yaitu Mak Katik seperti itu. Kemarin kita juga sempat ke Museum Adityawarman serta berkunjung ke rumah ibadah yang ada di Sumatera Barat ini Kak,” ujar Dinda dan Faiza.

Program Pertukaran Mahasiswa akan menjadi cerita, kenangan, dan pengalaman yang tak terlupakan bagi mahasiswa yang sudah menjalaninya hingga ia kembali ke daerah asalnya.

Merasakan bagaimana perkuliahan di sana, serta berkumpul dengan teman dengan latar belakang budaya, agama, suku yang berbeda sesuai dengan slogannya “Bertukar sementara bermakna selamanya”.

Penulis: Lailatul Hanif
Mahasiswa Ilmu Komunikasi IISIP YAPIS Biak, Papua

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

1 Komentar

Komentar ditutup.