Contoh Bisnis F&B Ala Gen Z: Kreativitas Tanpa Batas di Era Digital

memulai bisnis f&b
Contoh Bisnis F&B Ala Gen Z: Kreativitas Tanpa Batas di Era Digital. Sumber: MMI.

Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, generasi Z hadir membawa warna baru dalam dunia bisnis, khususnya di bidang food and beverage (F&B). Bagi Gen Z, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjadi sarana berekspresi, membangun identitas, dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi konsumen.

Menurut Sandiaga Uno, sektor kuliner merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam ekonomi kreatif Indonesia.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ia juga menekankan bahwa inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan bisnis saat ini. Hal ini sangat relevan dengan gaya bisnis Gen Z yang adaptif dan penuh ide segar.

1. Coffee Shop Mini dengan Konsep Estetik

Salah satu contoh bisnis F&B ala Gen Z adalah coffee shop kecil dengan konsep estetik dan minimalis. Tidak harus besar, yang penting memiliki ‘vibe’ yang kuat—mulai dari desain interior, playlist musik, hingga penyajian minuman.

Menu yang ditawarkan biasanya sederhana seperti kopi susu gula aren, matcha latte, atau es kopi kekinian. Namun, kekuatan utamanya ada pada branding dan pengalaman visual yang cocok untuk dibagikan di Instagram maupun TikTok.

Sejalan dengan itu, William Tanuwijaya menyatakan bahwa kekuatan brand dan kedekatan dengan konsumen menjadi kunci utama dalam membangun bisnis di era digital.

Baca Juga: Malam Minggu Group: Inovasi F&B Berbasis Industri Kreatif dan Pemasaran Franchise Startup

2. Dessert Box & Sweet Treats yang Viral

Bisnis dessert box juga menjadi favorit Gen Z karena mudah dibuat, fleksibel, dan cepat viral. Produk seperti brownies lumer, tiramisu box, hingga croffle menjadi incaran pasar, terutama anak muda.

Keunggulan bisnis ini terletak pada kemasan yang menarik, rasa yang konsisten, dan strategi promosi yang kreatif seperti video ‘food review‘ atau konten proses pembuatan. Gen Z sangat paham bahwa tampilan visual bisa menjadi penentu keputusan pembelian.

3. Street Food Modern dengan Sentuhan Lokal

Gen Z juga pandai mengemas makanan tradisional menjadi lebih modern. Contohnya seperti rice bowl sambal matah, mi pedas level, atau jajanan pasar yang dikemas lebih higienis dan estetik.

Menurut Nadiem Makarim, kemudahan teknologi seperti layanan pesan antar telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha kuliner untuk berkembang tanpa harus memiliki tempat usaha besar. Ini membuat bisnis street food semakin fleksibel dan menjangkau pasar lebih luas.

4. Minuman Unik dengan Konsep Tematik

Minuman dengan konsep unik juga menjadi ciri khas bisnis F&B Gen Z, misalnya minuman boba dengan tema tertentu, mocktail warna-warni, atau minuman berbasis susu dengan topping yang tidak biasa.

Tidak jarang, konsep yang diangkat terinspirasi dari budaya populer seperti Korea, Jepang, atau bahkan karakter kartun. Hal ini membuat produk lebih mudah diingat dan memiliki daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Penerapan K3 dalam F&B Service untuk Meningkatkan Keamanan dan Kualitas Pelayanan

Ciri Khas Bisnis F&B Ala Gen Z

Dari berbagai contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis F&B ala Gen Z memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:

  • Kreatif dan unik: selalu menghadirkan ide baru;
  • Visual menarik: kemasan dan tampilan jadi nilai jual;
  • Digital savvy: aktif memanfaatkan media sosial;
  • Cepat mengikuti tren: adaptif terhadap perubahan pasar;
  • Relatable: menggunakan bahasa dan konsep yang dekat dengan anak muda.

Penutup

Bisnis F&B ala Gen Z bukan hanya tentang menjual makanan atau minuman, tetapi tentang menciptakan pengalaman, membangun cerita, dan menghadirkan sesuatu yang ‘berbeda’.

Dengan dukungan teknologi dan kreativitas tanpa batas, generasi ini mampu menciptakan peluang usaha yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga inspiratif.

Seperti yang sering ditekankan oleh para tokoh bisnis Indonesia, kunci utama dalam membangun usaha adalah keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam berinovasi. Maka, bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis F&B ala Gen Z, jangan takut untuk tampil beda—karena justru dari situlah peluang besar muncul.


Penulis: Nila Amalia Nabila
Mahasiswa Fakultas Ekonomi


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses