Dari Ember Jadi Kolam Ikan: Mahasiswa KKN-T IPB Ajak Warga Budidaya Lele dan Kangkung

Ingin tahu cara membuat budikdamber yang bisa menghasilkan ikan lele sekaligus sayuran segar di rumah?

Warga Dusun Nawangan, Desa Sembukan, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, sudah membuktikan manfaat budidaya ikan lele dalam ember yang hemat lahan, minim biaya, dan cocok diterapkan di pekarangan sempit.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Melalui demonstrasi yang diadakan oleh mahasiswa KKN-T IPB, warga mempelajari langkah-langkah praktis mulai dari menyiapkan ember, memasang kran pembuangan, memberi pakan dengan jadwal tepat, hingga memanfaatkan sistem akuaponik untuk menanam kangkung.

Meski mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak, warga desa Sembukan, khususnya dari dusun Nawangan memiliki ketertarikan tinggi terhadap perikanan.

Hal ini terbukti melalui permintaan warga dusun Nawangan akan materi mengenai budidaya ikan air tawar ketika mengetahui bahwa Dhea merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Saat itu mahasiswa KKN Tematik IPB menghadiri rapat rutin PKK dusun Nawangan pada Senin malam (30/6/2025) untuk menjalin tali silaturahmi sekaligus penjajakan untuk mencari tahu apa yang menjadi keinginan warga terhadap desa Sembukan.

Baca juga: Strategi Emas Pembaharuan Berbudidaya: Penerapan Praktik Budidaya Ikan Lele Berkelanjutan

Oleh sebab itu, mahasiswa mengadakan sosialisasi budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan aplikasi Digitani pada warga dusun Nawangan pada Jumat malam di balai dusun (18/7/2025).

Pemaparan budikdamber dibawakan oleh Dhea, sementara Fikri selaku mahasiswa Ilmu Komputer menjelaskan mengenai aplikasi Digitani.

Meskipun begitu, warga tetap kurang puas dan mengharapkan adanya demonstrasi pembuatan budikdamber.

Merasa senang akan antusiasme warga Nawangan, mahasiswa KKN-T IPB langsung membuat rencana acara dan mengumpulkan bahan untuk membuat budikdamber.

Baca juga: Integrasi Budidaya Maggot dan Aquaponik sebagai Pertanian Terpadu untuk Pengolahan Sampah Organik serta Kemandirian Pangan: Program Kelompok 24 Pengabdian Masyarakat UMBY di Dusun Ngunut

Cara Membuat Budikdamber

Demonstrasi dilakukan di balai dusun Nawangan pada hari Sabtu (20/7/2025) pukul 19.00 WIB. Warga yang hadir hampir semua merupakan ibu-ibu.

Dalam demonstrasi, pertama-tama Dhea memperlihatkan ember yang telah dipasang keran air sebagai saluran pembuangan air.

Sebelumnya bagian bawah ember telah dilubangi menggunakan solder.

Setelah itu, Dhea menunjukkan tutup ember yang telah dilubangi seukuran gelas plastik.

Gelas plastik berperan sebagai media tanam, dengan bagian bawahnya telah dilubangi kecil-kecil untuk memudahkan akar menembus dan menyerap nutrisi dari air.

Berikutnya ember diisi dengan air bersih hingga mencapai dasar media tanam. Tujuannya supaya akar dapat menyerap air dan zat hara.

Lalu ditambahkan EM4 perikanan (yang botolnya berwarna pink) sesuai takaran pada label untuk menjaga kualitas air dan menumbuhkan bakteri baik.

Dhea menegaskan bahwa air perlu dibiarkan selama 2 hari sebelum memasukkan ikan.

Dhea juga menjelaskan bagaimana cara memberi makan dan cara perawatan budikdamber supaya lele yang dibudidayakan dapat tumbuh sehat.

Air dapat diganti sebanyak 30% seminggu dua kali. Jika ikan sudah memunculkan mulut ke permukaan air, maka air perlu diganti sebanyak 50%.

Dhea memaparkan pemberian pelet dengan rumus 828, yaitu pada jam 8 pagi, jam 2 siang, dan jam 8 malam. Lele dapat dipanen setelah 2 bulan.

Baca juga: Pendampingan Kegiatan Usaha Budidaya Ikan Lele ‘Mina Baru’ Desa Gondosuli Kabupaten Tulungagung

Sambil Menyelam Sambil Minum Air: Budidaya Ikan Lele Sekaligus Kangkung 

Selain budidaya ikan, budikdamber juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman dengan cara akuaponik.

Tanaman yang dapat dibudidayakan contohnya sawi, selada, bayam, kangkung, atau pakcoy.

Pada demonstrasi ini, mahasiswa menggunakan bibit kangkung yang telah mereka tanam dua minggu lalu.

Penjelasan budidaya kangkung dipaparkan oleh Aninda, selaku mahasiswa pertanian.

Anin menjelaskan bahwa kangkung dapat dipanen dengan cara dipotong.

Dengan cara ini, kangkung dapat dipanen sebanyak 2-3 kali lagi.

Melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi budikdamber ini, mahasiswa KKN-T IPB tidak hanya membagikan ilmu, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian pangan di Dusun Nawangan.

Antusiasme warga menjadi bukti bahwa inovasi sederhana seperti budidaya ikan lele dan kangkung di ember mampu membuka peluang usaha sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan sehingga Dusun Nawangan menjadi contoh desa yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya.

 

Penulis: Catherine Tesalonika Butarbutar

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Editor: Anita Said

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses