Budaya sudah menjadi bagian bagi kehidupan kita yang tak ternilai, kultur diturunkan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Dari kultur kita dapat belajar norma dan budaya yang berlaku pada kehidupan kita. Perkembangan zaman yang terus terjadi dapat berdampak pada kultur yang telah lama ada dan juga globalisasi terjadi di penjuru dunia.
Setiap negara bisa saja merasakan dampaknya, baik secara langsung maupun tidak. Begitu juga yang terjadi di Indonesia, globalisasi pasti akan masuk dan dapat menyebabkan dampak yang signifikan. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk beradaptasi dan mempertahankan kultur dan kebudayaan mereka.
Indonesia adalah negara yang beragam dan kaya akan kultur dan budaya yang tidak terlepas dari pengaruh globalisasi yang terus terjadi. Negara dengan 16.771 pulau memiliki lebih dari 300 etnis yang beragam. Pengaruh globalisasi dapat terjadi dengan kompleks dikarenakan keberagam yang ada.
Globalisasi yang intensitasnya sangat tinggi dapat mudah masuk ke Indonesia, dengan membawa pahaman baru yang dapat merusak budi pekerti dan kultur yang ada di Indonesia. Contohnya pahaman liberalisme yang dapat merusak pancasila yang telah menjadi sumber kehidupan kita.
Globalisasi membawa banyak pengaruh pada perubahan dalam lingkungan masyarakat. Perubahan ini terjadi pada nilai-nilai budaya yang telah ada. Salah satunya terjadi kontak terhadap budaya asing dengan penyebaran yang luas. Budaya asing yang terus masuk dan tidak terbendung dapat melenyapkan kebudayaan di Indonesia secara perlahan.
Dinamika-dinamika itulah yang dapat merusak generasi mudah Indonesia. Berkembangnya teknologi globalisasi mengakibatkan generasi muda tidak lepas dengan teknologi yang saat ini ada.
Banyak informasi yang dapat diakses dengan mudah dan cepat, namun hal itu tidak berdampak baik pada kultur yang telah ada. Lebih tepatnya banyak generasi muda yang lebih tertarik dengan budaya asing, mempelajari budaya asing bukanlah hal yang salah namun banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Akibat terjadinya globalisasi membuat terkikisnya kebudayaan kita karena dianggap kuno, padahal sebagai generasi muda sudah sepatutnya untuk melanjutkan kebudayaan Indonesia agar dapat bersaing oleh budaya luar. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya literasi dan pelajaran yang mendalam tentang kebudayaan di Indonesia.
Kalangan remaja biasanya suka mengikuti trend-trend baru yang sedang viral tanpa memilih secara selektif terhadap konten-konten yang ada di sosial media yang akhirnya juga berdampak pada norma dan etika di lingkungan masyarakat.
Perihal malu dan gengsi jika tidak mengikuti trend yang sedang terjadi juga membuat minat remaja terhadap budaya Indonesia juga menurun. Padahal budaya Indonesia adalah identitas bangsa kita, tanpa budaya kita bukanlah Indonesia yang kita kenal.
Salah satu cara untuk mengembalikan rasa peduli yaitu dengan memberikan pelajaran tentang budaya lokal sejak dini agar generasi penerus dapat memahami arti kebudayaan itu sendiri dan tidak mudah untuk terbawa arus di era globalisasi.
Globalisasi dapat kita ubah menjadi peluang baru bagi Indonesia. Dengan melakukan pertukaran budaya yang dapat terjadi dengan mudah pada era sekarang.
Internet dan sosial media dapat dimanfaatkan dengan baik dengan memperluas jangkauan dalam menyebarkan keanekaragaman budaya yang Indonesia miliki, serta memberikan edukasi tentang pentingnya budaya Indonesia secara online terhadap remaja yang banyak menghabiskan waktunya di media social dengan begitu akan munculnya kesadaran tentang betapa pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa.
Beberapa dekade terakhir, budaya Indonesia juga semakin banyak mendapatkan perhatian di kancah internasional, seperti batik, wayang, dan angklung yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Banyak orang dari negara asing yang berbondong-bondong untuk mempelajarinya secara langsung.
Hal ini harus menjadi fakta bahwa budaya Indonesia juga tak kalah uniknya dengan budaya asing, serta menjadi contoh untuk generasi muda agar mulai tertarik untuk mempelajarinya karena budaya-budaya yang kita miliki tidak dapat bertahan jika tidak ada satupun generasi muda yang mau mempertahankannya.
Kebudayaan di Indonesia sangatlah beragam dan memiliki coraknya masing-masing, sudah saatnya kita mulai menyadari betapa pentingnya hal-hal tersebut di kehidupan kita.
Tanpa kultur dan budaya kita bukanlah Indonesia yang mempunyai keunikannya masing-masing. Maka, sudah saatnya kita menumbuhkan kesadaran di era globalisasi ini, dengan melestarikan dengan memberdayakan kebudayaan yang telah menjadi mendarah daging dari tubuh kita.
Penulis: Alifah Dzatil Izzah
Mahasiswa Kedokteran, Universitas Yarsi
Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S.Pd., M.Pd
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













