Edukasi Dampak Sosial Tren Viral TikTok terhadap Pergeseran Etika Berkomunikasi Siswa di Lingkungan Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Ciputat

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Sumber: Dokumentasi Penulis)

​Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini bagaikan dua sisi mata uang bagi kehidupan remaja. Di satu sisi, platform populer seperti TikTok hadir sebagai ruang tanpa batas yang mampu memicu kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta menjadi wadah ekspresi diri bagi para siswa Sekolah Menengah Atas. Namun di sisi lain, ada tantangan moral cukup besar yang harus dihadapi di lingkungan sekolah.

Penggunaan SmartPhone dan aplikasi yang terlalu intensif tanpa kendali mulai memicu pergeseran etika berkomunikasi yang cukup kontras di kalangan remaja. Fenomena ini ditandai dengan penyeragaman bahasa gaul atau slang, menormalisasikan kosakata kasar dan sarkastik, hingga penurunan rasa hormat saat berinteraksi dengan guru maupun sesama rekan sekolah demi mengejar tuntutan konten yang humoris atau viral.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Merespon fenomena sosial tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Pamulang bergerak cepat untuk memberikan solusi nyata pada tanggal 5 Mei 2026 di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, dengan tema “Dampak Sosial Tren Viral TikTok terhadap Pergeseran Etika Berkomunikasi Siswa di Lingkungan Sekolah.”

Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Achmad Fahrezi, dengan anggota pelaksana Tifani Aluna Citra dan Muhammad Zaky Azhari, serta didukung oleh Dosen Pembimbing Ibu Haidilia Maharani S.Sos., M.M. Tema ini dipilih sebagai bentuk respons terhadap perkembangan zaman di mana penggunaan aplikasi TikTok secara intensif telah memicu pergeseran etika berkomunikasi yang cukup kontras pada remaja saat berinteraksi di lingkungan formal sekolah.

Melalui edukasi ini, para siswa mendapatkan materi tentang pentingnya memfilter stimulasi digital dan menjaga tata krama di dunia nyata. Peserta dibekali strategi pendekatan karakter digital (Character-Based Digital Literacy), termasuk bagaimana pilar kesopanan berbahasa (linguistic politeness) diterapkan, teknik mengendalikan diri agar tidak mengejar validasi sosial siber secara berlebihan (clout chasing), serta pengelolaan waktu layar (screen time) menggunakan fitur kontrol SmartPhone.

Selain pemaparan materi utama oleh Raesya Masyhura dan Nabila Sifa Aulia, diselenggarakan juga sesi interaktif berupa diskusi kelompok, tanya jawab, serta fun games edukatif. Melalui edukasi intensif ini, para siswa diarahkan untuk mengevaluasi perilaku komunikasi harian mereka sehingga dapat melakukan perbaikan dan pembatasan istilah viral yang tidak pantas secara mandiri.

Baca juga: Antara Promosi dan Manipulasi: Etika Konten Viral di TikTok

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para siswa dan guru di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat. Pihak sekolah, termasuk Kepala Sekolah Bapak Hafis Umar SE, sangat mengapresiasi metode edukasi yang edukatif dan persuasif ini karena membantu menyediakan metode pendekatan baru dalam membina adab dan karakter siswa di era siber.

Para pendidik merasa terbantu karena materi yang disampaikan membuka wawasan siswa mengenai batasan tegas antara interaksi kasual di media sosial dengan etika formal di dunia nyata. Kegiatan ini diharapkan dapat memulihkan perilaku santun serta memulihkan tata krama berbahasa siswa dalam berinteraksi dengan guru maupun teman sebayanya.

​Pada akhirnya, keberhasilan program PKM ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dan berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi dengan pihak Sekolah Menengah Atas. Kolaborasi yang harmonis antara guru di sekolah dan orang tua di rumah melalui literasi digital berbasis karakter menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara digital tetapi juga tetap kaya akan moral, adab, dan etika.

Artikel ini disusun bukan sekadar sebagai dokumentasi formal kegiatan semata, melainkan juga sebagai sumber informasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya membentengi etika generasi muda dari pengaruh buruk tren media sosial demi menjaga lingkungan akademis sekolah yang kondusif.

 

Dokumentasi Kegiatan


Penulis:

  1. Achmad Fahrezi (241010501598)
  2. Muhammad Zaky Azhari (241010501565)
  3. Tifani Aluna Citra (241010501569)

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Haidilia Maharani, S.Sos., M.M.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses