Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran perceived value (persepsi nilai) konsumen terhadap merek Kopi Kenangan pada kalangan mahasiswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini melibatkan 45 responden mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan menggunakan instrumen PERVAL Scale yang mengukur empat dimensi utama, yaitu emotional value, social value, quality/performance value, dan price/value for money.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang (62,22%) dalam mempersepsikan nilai Kopi Kenangan, dengan rata-rata skor total sebesar 58,91. Secara dimensi, price/value for money menjadi faktor paling dominan (3,32), diikuti oleh emotional value (3,28), quality/performance value (3,25), dan social value (2,79).
Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memandang Kopi Kenangan sebagai produk yang fungsional dan praktis, di mana harga yang dibayarkan dianggap sebanding dengan manfaat yang diterima. Namun, rendahnya dimensi sosial menunjukkan bahwa merek ini belum sepenuhnya dipersepsikan sebagai simbol status gaya hidup di kalangan mahasiswa.
Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen Kopi Kenangan untuk meningkatkan nilai tambah pada aspek sosial agar dapat memperkuat loyalitas konsumen di masa depan.
Kata Kunci: Perceived Value, Kopi Kenangan, Mahasiswa, Perceived Value Scale, Perilaku Konsumen.
Pendahuluan
Industri kopi siap saji di Indonesia berkembang dengan sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ini didukung oleh semakin populernya budaya berkumpul atau nongkrong di coffee shop yang telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda, khususnya mahasiswa.
Fenomena ini tidak hanya sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat urban yang semakin dinamis. Saat ini, coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk bersosialisasi, mengekspresikan diri, serta melakukan berbagai aktivitas seperti belajar dan bersantai (Abdi et al., 2026).
Mahasiswa merupakan kelompok konsumen yang aktif mengikuti tren dan memiliki intensitas tinggi dalam mengunjungi coffee shop.
Kehadiran berbagai merek kopi kekinian dengan konsep yang beragam memberikan banyak pilihan bagi mahasiswa dalam menentukan merek yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Variasi penawaran di pasar ini membuat konsumen memiliki daya tawar yang lebih tinggi dalam memilih layanan yang paling optimal bagi mereka.
Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, perusahaan tidak hanya dituntut untuk menawarkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan nilai yang dirasakan (perceived value) oleh konsumen. Nilai yang dirasakan tersebut menjadi dasar bagi konsumen dalam mengevaluasi manfaat yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan (Laksmana et al., 2026).
Perceived value merupakan penilaian keseluruhan konsumen terhadap suatu produk atau jasa berdasarkan persepsi mengenai manfaat yang diterima dibandingkan dengan pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh produk atau jasa tersebut.
Dengan kata lain, perceived value terbentuk ketika konsumen membandingkan apa yang mereka dapatkan dengan apa yang mereka berikan, seperti uang, waktu, tenaga, maupun usaha (Hakim & Sumiati, 2026). Konsep ini menjadi kunci utama bagi pemasar untuk memahami mengapa konsumen memilih merek tertentu di tengah banyaknya alternatif yang tersedia.
Salah satu bisnis minuman yang saat ini banyak diminati masyarakat adalah Kopi Kenangan. Perusahaan yang bergerak di bidang food and beverage ini turut berperan dalam perkembangan industri kopi modern di Indonesia. Kopi Kenangan didirikan pada tahun 2017 oleh Edward Tirtanata bersama dua rekan pendirinya, yaitu Cynthia Chaerunnisa dan James Prananto.
Gerai pertamanya berlokasi di kawasan Menara Standard Chartered, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, Kopi Kenangan telah memiliki ratusan gerai yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan terus memperluas jangkauan usahanya. Seiring pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun, Kopi Kenangan juga berkembang menjadi perusahaan New Retail F&B yang mengintegrasikan pengalaman ritel dengan pemanfaatan teknologi dalam operasional bisnisnya. (Kadek Devasya et al., 2024).
Kopi Kenangan terus melakukan inovasi dengan menghadirkan berbagai produk unggulan, seperti Cerita Roti, Chigo, Kenangan Manis, serta produk ready to drink yang merupakan bagian dari Kenangan Brands di bawah naungan PT Bumi Berkah Boga.
Di antara berbagai produk yang ditawarkan, minuman kopi dan non-kopi menjadi produk yang paling diminati oleh konsumen dengan total penjualan mencapai 30 juta cangkir pada tahun 2020.Selain itu, rata-rata penjualan minuman mencapai 217 gelas per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan makanan yang rata-rata hanya 38 porsi per hari.
Menu Kopi Kenangan Mantan tercatat sebagai produk dengan jumlah penjualan tertinggi, yang menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap produk minuman Kopi Kenangan. Tingginya permintaan tersebut menunjukkan bahwa lini produk minuman memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen (Kadek Devasya Devi Urmili, 2024).
Penelitian yang dilakukan oleh Nabilah dan Kuswanto (2022) terhadap 385 konsumen Kopi Kenangan di Jakarta menemukan bahwa perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen.
Selain itu, kepuasan konsumen terbukti memediasi hubungan antara perceived value dan loyalitas konsumen (partial mediation). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai yang dirasakan konsumen terhadap produk dan layanan Kopi Kenangan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan dan loyalitas yang dimiliki konsumen.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Faqih et al (2025) terhadap 260 konsumen Kopi Kenangan di Jakarta menunjukkan bahwa perceived quality, customer expectation, customer social value, dan customer emotional value berpengaruh signifikan terhadap perceived value.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa perceived value berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction dan customer loyalty. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai yang dirasakan konsumen merupakan faktor penting yang menjembatani berbagai pengalaman konsumen menjadi kepuasan dan loyalitas terhadap merek Kopi Kenangan.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, perceived value terbukti memiliki peran penting dalam membentuk kepuasan dan loyalitas konsumen terhadap brand Kopi Kenangan.
Konsumen yang merasakan nilai positif dari produk dan layanan yang diberikan cenderung menunjukkan tingkat kepuasan dan loyalitas yang lebih tinggi. Namun, penelitian terdahulu umumnya dilakukan pada konsumen secara umum dan berfokus pada hubungan perceived value dengan variabel lain, seperti kepuasan dan loyalitas konsumen.
Sementara itu, penelitian yang secara khusus menggambarkan perceived value brand Kopi Kenangan pada mahasiswa masih relatif terbatas. Padahal, mahasiswa merupakan salah satu kelompok konsumen yang aktif mengikuti tren kopi kekinian dan menjadikan aktivitas ngopi sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Pemahaman mengenai bagaimana kelompok mahasiswa menilai nilai sebuah merek kopi menjadi krusial karena karakteristik konsumsi mereka yang unik dan berbeda dengan segmen pasar lainnya. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perceived value brand Kopi Kenangan pada mahasiswa yang meliputi dimensi emotional value, social value, quality/performance value, dan price/value for money.
Kajian Teori
Perilaku konsumen merupakan proses ketika individu memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi suatu produk atau jasa berdasarkan pengalaman, kebutuhan serta persepsi yang dimiliki. Dalam penelitian ini, perilaku konsumen dijelaskan melalui ABC Model of Attitude sebagai teori utama. Menurut Solomon (2009), sikap konsumen terbentuk melalui tiga komponen yang saling berinteraksi, yaitu Cognition, Affect, dan Behavior.
Cognition berkaitan dengan proses berpikir, pengetahuan, dan evaluasi rasional individu, affect merujuk pada respons emosional atau perasaan subjektif setelah proses evaluasi, sedangkan behavior menggambarkan kecenderungan tindakan atau niat untuk membeli yang muncul dari sikap tersebut.
Model ini menjelaskan bahwa perilaku konsumen tidak terjadi secara instan, melainkan diawali dari proses evaluasi kognitif yang sistematis terhadap suatu produk
Salah satu bentuk evaluasi kognitif yang krusial tersebut dijelaskan melalui konsep perceived value. Menurut Zeithaml (dalam Andrew Wijaya et al, 2013) perceived value merupakan penilaian komprehensif konsumen terhadap suatu produk berdasarkan perbandingan antara manfaat yang diterima dengan pengorbanan (biaya, waktu, usaha) yang dikeluarkan.
Dengan demikian, perceived value dipahami sebagai bagian fundamental dari komponen cognition dalam ABC Model of Attitude, karena berkaitan dengan bagaimana konsumen menilai suatu produk secara objektif dan rasional.
Penelitian Andrew Wijaya et al. (2013) menunjukkan bahwa persepsi terhadap kualitas berperan penting dalam membentuk perceived value, di mana semakin baik kualitas yang dipersepsikan maka semakin tinggi nilai yang dirasakan konsumen.
Selain itu, Ciputra & Prasetya (2020) menjelaskan bahwa perceived value berkaitan dengan kepuasan, kepercayaan, hingga kecenderungan perilaku konsumen di masa depan. Hal ini mengimplikasikan bahwa perceived value tidak hanya berkaitan dengan evaluasi rasional, tetapi juga respons emosional, sehingga menggambarkan keterkaitan yang kuat antara komponen cognition dan affect dalam model ABC.
Penelitian Marnilin et al. (2022) juga menunjukkan bahwa ketika manfaat yang diterima sesuai dengan harapan atau ekspetasi konsumen, individu cenderung memberikan evaluasi positif terhadap produk atau pengalaman yang diperoleh.
Pada industri food and beverage, Nabila & Kuswanto (2022) menjelaskan bahwa perceived value menjadi faktor penting dalam evaluasi konsumen terhadap suatu merek, khususnya pada industri coffee shop yang sangat mempertimbangkan kualitas produk, harga, pengalaman konsumsi, dan citra merek secara keseluruhan.
Dalam penelitian ini, mahasiswa dipilih sebagai subjek penelitian karena merupakan kelompok konsumen muda yang erat dengan gaya hidup konsumsi kopi modern. Berdasarkan perspektif ABC Model of Attitude, perceived value dalam penelitian ini posisikan sebagai bentuk evaluasi kognitif mahasiswa terhadap berbagai manfaat produk Kopi Kenangan sebelum terbentuk respons afektif maupun sikap yang lebih mendalam terhadap suatu merek.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan perceived value konsumen terhadap produk Kopi Kenangan pada mahasiswa sebagai bagian dari perilaku konsumsi generasi muda.
Untuk memahami perceived value secara lebih komprehensif, penelitian ini mengacu pada model yang dikembangkan oleh Sweeney & Soutar (2001), yang menjelaskan bahwa perceived value terdiri atas empat dimensi utama yang merepresentasikan bagaimana konsumen mengevaluasi suatu produk secara menyeluruh. Adapun dimensi-dimensi tersebut meliputi:
- Emotional value merupakan nilai yang berkaitan dengan manfaat emosional atau perasaan positif yang dirasakan konsumen ketika menggunakan suatu produk atau jasa.
- Social value merupakan nilai yang menggambarkan sejauh mana penggunaan suatu produk mampu meningkatkan konsep diri sosial, gengsi, atau status sosial individu dalam lingkungannya.
- Quality or performance value berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap kualitas teknis maupun performa produk yang diterima dibandingkan dengan ekspetasi ataupun standar kualitas yang dimiliki sebelumnya.
- Price or value for money merupakan penilaian konsumen terhadap keseimbangan antara manfaat yang diperoleh dengan harga atau biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif untuk mengetahui gambaran perceived value brand Kopi Kenangan pada mahasiswa. Pendekatan kuantitatif merupakan metode yang berfokus pada pengumpulan data dalam bentuk angka yang kemudian dianalisis secara statistik. Sementara itu, desain deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena berdasarkan data yang diperoleh dari partisipan (Sugiyono, 2013).
Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 45 orang yang merupakan mahasiswa sekaligus pelanggan Kopi Kenangan serta memiliki pengalaman dalam mengonsumsi produk tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, sehingga partisipan dipilih secara sengaja berdasarkan karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Instrumen penelitian menggunakan PERVAL Scale (Consumer Perceived Value Scale) yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia untuk mengukur perceived value konsumen. Skala ini mencakup empat dimensi, yaitu emotional value, social value, quality/performance value, dan price/value for money. Instrumen terdiri dari 19 item pernyataan yang disusun menggunakan skala Likert empat pilihan jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).
Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen terlebih dahulu disesuaikan melalui proses adaptasi dengan memperhatikan penggunaan bahasa dan konteks penelitian agar mudah dipahami oleh responden. Penyesuaian ini dilakukan tanpa mengubah makna asli dari setiap item. Setelah itu, instrumen ditelaah melalui expert judgment guna menilai kesesuaian isi, kejelasan redaksi, serta keterkaitan item dengan tujuan penelitian.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan perceived value brand Kopi Kenangan pada mahasiswa. Proses analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel.
Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif untuk mengetahui gambaran perceived value brand Kopi Kenangan pada mahasiswa. Pendekatan kuantitatif merupakan metode yang berfokus pada pengumpulan data dalam bentuk angka yang kemudian dianalisis secara statistik. Sementara itu, desain deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena berdasarkan data yang diperoleh dari partisipan (Sugiyono, 2013).
Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 45 orang yang merupakan mahasiswa sekaligus pelanggan Kopi Kenangan serta memiliki pengalaman dalam mengonsumsi produk tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, sehingga partisipan dipilih secara sengaja berdasarkan karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Instrumen penelitian menggunakan PERVAL Scale (Consumer Perceived Value Scale) yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia untuk mengukur perceived value konsumen. Skala ini mencakup empat dimensi, yaitu emotional value, social value, quality/performance value, dan price/value for money. Instrumen terdiri dari 19 item pernyataan yang disusun menggunakan skala Likert empat pilihan jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).
Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen terlebih dahulu disesuaikan melalui proses adaptasi dengan memperhatikan penggunaan bahasa dan konteks penelitian agar mudah dipahami oleh responden. Penyesuaian ini dilakukan tanpa mengubah makna asli dari setiap item. Setelah itu, instrumen ditelaah melalui expert judgment guna menilai kesesuaian isi, kejelasan redaksi, serta keterkaitan item dengan tujuan penelitian.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan perceived value brand Kopi Kenangan pada mahasiswa. Proses analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan data yang terkumpul dari 45 responden mahasiswa, diketahui bahwa komposisi responden terdiri dari 24 perempuan (53,33%) dan 21 laki-laki (46,67%). Hasil analisis kategorisasi menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa, yaitu sebanyak 28 orang atau 62,22%, berada pada kategori sedang dalam mempersepsikan nilai Kopi Kenangan.
Sementara itu, terdapat 7 responden (15,56%) yang berada pada kategori tinggi, dan sisanya sebanyak 10 responden (22,22%) berada pada kategori rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memandang Kopi Kenangan berada pada tingkat yang sedang, di mana produk yang ditawarkan telah mampu memenuhi harapan dasar konsumen sebagai minuman kopi.
Namun, produk tersebut belum sepenuhnya menghadirkan nilai tambahan yang cukup kuat untuk mendorong antusiasme tinggi, sehingga belum menjadi pilihan utama atau top-of-mind di kalangan mahasiswa.
Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa skor perceived value responden berada pada rentang yang cukup beragam. Rata-rata skor total yang diperoleh adalah 58,91 dengan standar deviasi sebesar 6,49.
Nilai ini mengindikasikan bahwa persepsi nilai mahasiswa terhadap Kopi Kenangan berada pada tingkat sedang yang relatif stabil, namun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh telah sesuai dengan ekspektasi dasar konsumen.
Namun, posisi ini juga menandakan bahwa loyalitas mahasiswa masih bersifat situasional, di mana mereka akan tetap melakukan pembelian selama kebutuhan dasar terpenuhi, tetapi tetap terbuka untuk beralih ke merek lain yang menawarkan nilai lebih menarik.
Oleh karena itu, masih terdapat peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah guna memperkuat loyalitas konsumen dan mendorong persepsi nilai ke tingkat yang lebih tinggi.
Jika ditinjau dari tiap dimensi, dimensi harga memiliki rata-rata tertinggi (3,32), diikuti oleh dimensi emosional (3,28) dan dimensi kualitas (3,25), sedangkan dimensi sosial memiliki nilai paling rendah (2,79). Temuan ini menunjukkan bahwa harga (price/value for money) menjadi faktor paling dominan, di mana mahasiswa merasa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Mahasiswa cenderung memposisikan Kopi Kenangan sebagai pilihan yang “masuk akal” secara ekonomi tanpa harus mengorbankan kualitas rasa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Nabila & Kuswanto (2022) yang menekankan bahwa dalam industri coffee shop yang kompetitif, persepsi mengenai kesesuaian harga menjadi fondasi utama dalam evaluasi konsumen.
Selain itu, perolehan nilai yang cukup tinggi pada dimensi emosional dan kualitas menegaskan bahwa proses konsumsi mahasiswa tidak hanya berhenti pada pertimbangan rasional (cognition), tetapi juga melibatkan respons afektif (affect).
Sejalan dengan Marnilin et al. (2022), pengalaman konsumsi yang konsisten dengan harapan, baik dari segi rasa maupun kenyamanan suasana gerai akan menciptakan perasaan positif yang memperkuat keterikatan individu dengan merek
Di sisi lain, dimensi sosial yang memperoleh skor paling rendah mengindikasikan adanya batasan dalam citra merek Kopi Kenangan di mata mahasiswa.
Hal ini mengisyaratkan bahwa Kopi Kenangan belum sepenuhnya dipersepsikan sebagai simbol status sosial yang mampu meningkatkan kepercayaan diri penggunanya di lingkungan pergaulan. Fenomena ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya paparan mahasiswa terhadap berbagai merek coffee shop lain yang lebih agresif menonjolkan gaya hidup (lifestyle brand).
Akibatnya, mahasiswa cenderung menempatkan Kopi Kenangan pada fungsi praktis, sebagai teman saat belajar atau sekadar penunda kantuk daripada sebagai representasi identitas sosial atau gaya hidup mewah. Ketimpangan antar dimensi ini memberikan gambaran bahwa Kopi Kenangan saat ini lebih unggul dalam aspek fungsionalitas produk dibandingkan aspek status sosial.
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perceived value mahasiswa terhadap Kopi Kenangan berada pada kategori sedang. Hal ini merefleksikan bahwa mahasiswa menilai manfaat yang diterima dari Kopi Kenangan telah memenuhi ekspektasi dasar sebagai produk kopi kekinian, namun belum mencapai tingkat antusiasme atau keterikatan emosional yang sangat tinggi.
Secara dimensional, dimensi price/value for money (harga) teridentifikasi sebagai faktor pendorong utama yang membentuk persepsi nilai mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa aspek rasionalitas dalam mempertimbangkan keseimbangan antara pengorbanan biaya dan manfaat yang diperoleh tetap menjadi prioritas utama mahasiswa dalam mengevaluasi merek.
Selain itu, emotional value dan quality/performance value juga memberikan kontribusi positif, yang menunjukkan bahwa keputusan konsumsi mahasiswa merupakan hasil kombinasi antara pertimbangan kognitif yang rasional dan pengalaman emosional yang menyenangkan.
Sebaliknya, rendahnya perolehan pada dimensi social value mengisyaratkan bahwa bagi mahasiswa, Kopi Kenangan belum sepenuhnya dipandang sebagai simbol status sosial atau alat untuk meningkatkan konsep diri di lingkungan pergaulan mereka.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran posisi merek di benak konsumen, di mana Kopi Kenangan cenderung dianggap sebagai produk fungsional dan praktis untuk kebutuhan sehari-hari, alih-alih sebagai lifestyle brand yang eksklusif.
Sebagai implikasi praktis, hasil penelitian ini memberikan masukan bagi manajemen Kopi Kenangan untuk tidak hanya berfokus pada strategi efisiensi harga, tetapi juga perlu merancang inovasi yang dapat memperkuat aspek citra sosial dan nilai emosional merek guna menjangkau segmen mahasiswa yang dinamis. Terakhir, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal jumlah responden dan cakupan area geografis.
Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas jangkauan responden guna mendapatkan gambaran perceived value yang lebih representatif dan komprehensif mengenai perilaku konsumsi kopi di kalangan generasi muda.
Penulis:
- Nadya Nova Fitriani
- Kania Agisti Zahra
- Syahril Riyadi
- Alvin Eryandra
Mahasiswa Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Abdi, M., Nasution, A. R., Aisyah, S., Anzani, W., Anggriani, D., Siregar, F. A., & Sihombing, R. (2026). Pengaruh Digital Marketing, Perceived Value, dan Costumer Experience terhadap Loyalitas Merek Mahasiswa FE Unimed pada Produk Kopi Kenangan. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 8186–8194. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4764
Administrasi, J., Manajemen, D., Nabila, Z., & Kuswanto, A. (n.d.). Pengaruh Perceived Value Terhadap Loyalitas Konsumen Melalui Kepuasan Konsumen Pada Kopi Kenangan Jakarta. Retrieved http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/administrasimanajemen/index
Andrew Wijaya, Prof. Dr. Hatane Semuel. S.E., M. S., & Edwin Japarianto, S. E. , M. M. (2013). Analisa Pengaruh Perceived Quality Terhadap Perceived Value Konsumen Pengguna Internet Mobile XL di Surabaya. JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN PETRA, 1, 1–12.
Ciputra, W., & Prasetya, W. (2020). Analisis Pengaruh E-Service Quality, Perceived Value Terhadap Customer Satisfaction, Trust, dan Customer Behavioral Intention. COMMENTATE: Journal of Communication Management, 1(2), 109. https://doi.org/10.37535/103001220201
Faqih, M., Arton, N., & Prasetio, B. (2025). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI CUSTOMER LOYALTY KOPI KENANGAN DI JAKARTA. Juni, 5(2), 107–124. http://jurnaltsm.id/index.php/EJMTSM
Hakim, A. T., & Sumiati, S. (2026). Pengaruh Perceived Value dan Product Quality terhadap Repurchase Intention dengan Customer Satisfaction sebagai Variabel Intervening pada Pelanggan Fore Coffee di Semarang. ARZUSIN, 6(1), 478–498. https://doi.org/10.58578/arzusin.v6i1.9054
Kadek Devasya Devi Urmili, I. Gst. N. J. A. W. K. (2024). Peran Kepuasan Pelanggan Memediasi Pengaruh Citra Merek Terhadap Niat Beli Ulang Minuman Kopi Kenangan di Denpasar
Laksmana, I. N. H., Widhiari, L. K. P., Rinaldi, E., & Fauziah, L. (2026). Perceived Value Mediates Product Quality and Price Effects on Purchases at Pandang Kopi, Gianyar, Bali. Jamanika (Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan), 6(1), 98–108. https://doi.org/10.22219/jamanika.v6i1.43299
Marnilin, F., Mutmainah, I., Yulia, I. A., & Mahfudi, A. Z. (2022). Pengaruh Perceived Value Terhadap Kepuasan Implementasi Program MBKM. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.37641/jimkes.v11i1.936
Solomon, M. R. . (2009). Consumer behavior : buying, having, and being. Pearson Prentice Hall.
Sweeney, J. C., & Soutar, G. N. (2001). Consumer perceived value: The development of a multiple item scale.
Zahra Nabila & Arif Kuswanto. (2022). Pengaruh Perceived Value Terhadap Loyalitas Konsumen Melalui Kepuasan Konsumen Pada Kopi Kenangan Jakarta. Jurnal Administrasi Dan Manajemen. http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/administrasimanajemen/index
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














