Google in Education: A Case Study of Illiteracy in West Kalimantan

buta huruf di Kalimantan Barat
Foto: Freepik

Pendahuluan

Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia, yang terletak di pulau Kalimantan. Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang dijuluki “Provinsi Seribu Sungai”.

Julukan ini sejalan dengan lokasi geografisnya, yang menawarkan ratusan sungai besar dan kecil, banyak di antaranya dapat dilayari dan sering digunakan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sistem pendidikan di Kalimantan Barat menjadi fokus utama dalam hal ini karena isu buta huruf di Kalimantan Barat menjadi isu yang memprihatinkan, khususnya untuk pembangunan generasi mendatang.

Data yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025 menunjukkan bahwa tingkat buta huruf di Kalimantan Barat bagi mereka yang berusia 15-44 tahun adalah 0,41.

Angka ini menunjukkan penurunan tingkat melek huruf, terutama di kalangan remaja usia sekolah.

Namun, ini juga menjadi perhatian khusus, karena informasi yang “seharusnya” dapat diakses oleh remaja tidak disebarluaskan dengan benar.

Oleh karena itu, salah satu inovasi yang ingin saya usulkan adalah kehadiran Google sebagai penyedia media dan informasi.

Argumen

Google bukan hanya platform informasi; juga berdampak bermanfaat pada penyebaran informasi di Kalimantan Barat.

Beberapa pembaca mungkin merasa “mustahil” bagi Google, penyedia informasi multinasional, untuk berperan dalam pendidikan di Kalimantan Barat.

Namun, kita harus mempertimbangkan peluang yang diberikannya bagi siswa yang mengalami akses informasi yang terbatas, terutama siswa.

Google dapat meningkatkan koordinasi dengan wilayah Kalimantan Barat untuk memberikan informasi yang komprehensif dan merata di semua wilayah.

Ini adalah salah satu cara untuk mencapai SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan yang berkualitas.

Hal ini dapat diwujudkan dengan menyinkronkan keterlibatan wilayah dengan Google, dan dengan menyinkronkan dan mengoordinasikan program di dalamnya.

Dari informasi yang diperoleh, terdapat program Belajar.id, sebuah website yang didirikan pada tahun 2022 untuk menerapkan layanan penjaminan mutu pendidikan di Kalimantan Barat.

Program ini sangat membantu, karena Google berkontribusi dengan memberikan informasi dan membantu memantau dan meninjau laporan tentang distribusi dan manfaat program melalui pemerintah daerah.

Sebagai konsultan, saya melihat peluang untuk mencapai akses informasi yang adil untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas.

Program Belajar.id dapat dilanjutkan asalkan dana inklusif diberikan untuk mendukung program ini, dan tidak hanya mencakup pelatihan tetapi juga penguatan infrastruktur pendidikan dengan menyediakan literasi berbasis digital.

Belajar.id adalah platform resmi di akar pembelajaran. Oleh karena itu, sebagai konsultan, saya ingin mengusulkan koordinasi dengan Google untuk membantu menyediakan “Creative Youth of Learning”.

Saya ingin membangun komunitas pemuda sambil berkoordinasi dengan Google untuk menentukan bahasa pendidikan, sambil tetap selaras dengan program Belajar.id.

Ambil risiko, Untuk Membangun Pendidikan yang Meringankan. Ini adalah tagline dari program ini, dan diharapkan program ini akan memberikan dampak nyata bagi anak muda, membantu menyebarluaskan informasi melalui platform media sosial untuk jangkauan yang lebih luas, atau dengan menjangkau langsung daerah-daerah di Kalimantan Barat yang belum pernah terjangkau sebelumnya, dengan akses pendidikan yang terbatas dan tingkat buta huruf yang masih tinggi.

Implementasi Program:

  1. Penyediaan buku untuk anak buta huruf, pengawasan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sekolah. Kreativitas Pemuda Pembelajaran bertindak sebagai fasilitator dan mitra jangka panjang untuk membantu di bidang-bidang ini.
  2. Membuat Modul Pembelajaran. Dalam hal ini, saya ingin menyajikan modul pembelajaran berjudul “Cara Mengetahui Informasi tentang Digital Learning“. Modul ini dapat digunakan oleh pendidik untuk menjangkau anak-anak buta huruf di daerah di mana pendidikan tidak setara.
  3. Kreativitas Pemuda Pembelajaran membuat video edukasi bekerja sama dengan masyarakat lokal tentang teknologi informasi menggunakan bahasa lokal.
  4. Kehadiran kelompok literasi keliling, termasuk buku seperti buku cerita dan cerita lain untuk dibaca anak-anak, juga berdampak.
  5. Akhirnya, dampak dari Kamp Pemuda Desa adalah memberikan pelatihan kepada pemuda di beberapa kabupaten yang berbeda untuk membantu mendukung program literasi di daerah mereka. 

Kesimpulan

Pendidikan berkualitas dimulai dengan ketersediaan sumber daya manusia dan informasi yang memadai. Melalui program-program yang ditawarkan, dikoordinasikan dengan Google, perusahaan multinasional tersebut, diharapkan informasi digital terdistribusi secara merata, khususnya di Kalimantan Barat.

Ini tidak hanya akan berdampak pada pendidik tetapi juga mempersiapkan generasi mendatang untuk masa depan yang inovatif dan mendidik.


Penulis: Maria Yolani Edison
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, Universitas Kristen Indonesia


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses