Kenaikan harga bahan plastik mulai terasa diberbagai sektor usaha dalam beberapa waktu terakhir. Tidak hanya perusahaan besar, pelaku usaha kecil dan menengah pun ikut merasakan dampaknya, terutama yang bergantung pada plastik sebagai bahan utama produksi.
Kondisi ini terjadi secara bertahap sejak awal 2026 dan semakin terasa menjelang periode permintaan tinggi seperti Lebaran. Kenaikan ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari naiknya harga minyak dunia sebagai bahan dasar plastik, hingga biaya distribusi yang ikut meningkat.
Indonesia sendiri masih bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah, dengan sekitar 70 persen bahan baku berasal dari wilayah tersebut membuat kenaikan harga semakin sulit dihindari.
Seorang pelaku usaha makanan kemasan mengaku harus memutar otak agar tetap bisa menjaga harga jual produknya. “Kalau langsung dinaikkan, takut pelanggan berkurang. Tapi kalau tidak, susah untuk dapat untung,” ujarnya. Kondisi seperti ini membuat banyak pelaku usaha berada di posisi yang serba sulit.
Di lapangan, kenaikannya cukup terasa. Harga plastik kresek misalnya naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak, sementara plastik ukuran jumbo melonjak dari Rp25.000 menjadi Rp50.000 per pak. Angka ini menjadi beban nyata, terutama bagi usaha makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Permintaan terhadap plastik sendiri masih tergolong stabil. Hal ini karena belum banyak alternatif yang benar-benar bisa menggantikan fungsi plastik secara luas, terutama untuk kebutuhan kemasan yang praktis dan tahan lama.
Beberapa pelaku industri mulai mencoba mencari solusi, seperti mengurangi penggunaan plastik atau beralih ke bahan lain. Namun langkah ini tidak mudah karena membutuhkan biaya tambahan dan penyesuaian proses produksi.
Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga produk di tingkat konsumen dalam waktu dekat. Ini juga menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada bahan baku tertentu bisa membawa risiko tersendiri bagi dunia usaha.
Penulis:
- Fitria Rahmadhani
- Belvanys Maharani P
Mahasiswa Akuntansi, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Irenne Putren, S.Pd., M.Pd
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












