ABSTRAK
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok memudahkan konsumen dalam mencari informasi dan melakukan pembelian produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas paparan media sosial dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimen. Partisipan penelitian berjumlah 52 remaja perempuan berusia 12–25 tahun yang pernah atau sedang menggunakan produk Viva Cosmetics serta memiliki akun TikTok aktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur variabel intensitas paparan media sosial dan keputusan pembelian. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,108 dengan nilai signifikansi p = 0,445 (p > 0,05). Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat lemah antara intensitas paparan media sosial dan keputusan pembelian, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Kesimpulannya, keputusan pembelian produk Viva Cosmetics tidak dipengaruhi secara signifikan oleh intensitas paparan konten di TikTok, melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas produk, harga, citra merek, kepercayaan konsumen, serta pengalaman penggunaan produk.
Kata kunci: intensitas paparan media sosial, keputusan pembelian, TikTok, Viva Cosmetics, perilaku konsumen.
PENDAHULUAN
Memasuki era digital, perilaku konsumen mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perkembangan teknologi yang pesat turut memengaruhi cara individu dalam mencari informasi maupun melakukan aktivitas pembelian. Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam perilaku konsumen di era modern, di mana digitalisasi memungkinkan konsumen mengakses informasi lebih cepat, membuat keputusan pembelian lebih mudah, dan berinteraksi langsung dengan merek melalui media sosial (Yusriman et al., 2025). Salah satu platform yang saat ini dominan di Indonesia adalah TikTok. Melalui kombinasi konten hiburan berbasis video pendek dan fitur belanja langsung (social commerce), TikTok mampu membentuk ekosistem baru yang persuasif sehingga batas antara konsumsi konten dan aktivitas pembelian menjadi semakin tidak jelas.
Jika ditinjau dari perspektif perilaku konsumen, keputusan pembelian tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai stimulus dari lingkungan. Dalam konteks TikTok, promosi produk sering kali dibalut dalam narasi yang alami dan tidak terkesan seperti iklan formal sehingga lebih mudah diterima oleh penonton (Adha et al., 2025). Hal ini berkaitan dengan intensitas penggunaan platform oleh konsumen, yang tidak hanya diukur secara kuantitatif melalui durasi penggunaan, tetapi juga frekuensi paparan konten serta kedalaman atensi saat berinteraksi dengan video ulasan (review), algoritma For You Page (FYP), maupun sesi live shopping.
Fenomena pemasaran digital ini tidak hanya dimanfaatkan oleh brand kosmetik baru (indie brands), tetapi juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi brand lama seperti Viva Cosmetics. Sebagai legacy brand yang telah berdiri sejak tahun 1962, Viva Cosmetics dituntut untuk mampu mempertahankan eksistensinya di tengah dinamika tren kecantikan yang terus berkembang. Brand dengan usia lebih dari enam dekade ini perlu melakukan peremajaan merek (brand rejuvenation) agar tetap relevan di kalangan Generasi Z dan Milenial yang mendominasi pengguna TikTok. Menurut Gulo (2025), influencer marketing secara fundamental memengaruhi kesadaran merek, minat beli, dan keputusan pembelian kedua generasi, namun dengan mekanisme yang berbeda. Milenial memandang influencer sebagai otoritas kredibel, sedangkan Gen Z merespons konten yang menghibur, visual menarik, dan trend-driven di platform seperti TikTok. Oleh karena itu, melalui strategi konten yang adaptif, kolaborasi dengan beauty influencer, serta pemanfaatan fitur live streaming, Viva Cosmetics berupaya menarik perhatian pasar digital saat ini.
Meskipun penelitian mengenai pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian telah banyak dilakukan, kajian yang secara spesifik membahas hubungan antara intensitas paparan video pendek TikTok dengan produk kosmetik klasik yang memiliki sejarah panjang sejak tahun 1962 masih relatif terbatas. Selain itu, karakteristik pengguna TikTok yang dinamis dan cenderung mengikuti tren secara cepat menjadi kontras dengan citra Viva Cosmetics yang relatif konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui “Hubungan antara Intensitas Paparan Media Sosial dengan Keputusan Pembelian Produk Viva Cosmetics pada Aplikasi TikTok”. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoritis dalam pengembangan ilmu perilaku konsumen di era digital, sekaligus menjadi masukan praktis bagi pelaku industri kosmetik lokal dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.
Berdasarkan penjelasan di atas, pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah intensitas paparan media sosial khususnya TikTok memiliki hubungan dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada remaja perempuan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menetapkan hipotesis, yaitu: Hipotesis A (Ha): terdapat hubungan signifikan antara intensitas paparan media sosial dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok dan Hipotesis 0 (H0): tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas paparan media sosial dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok.
KAJIAN TEORI
Intensitas Paparan Media Sosial
Paparan media (media exposure) tidak hanya diukur dari lamanya seseorang menggunakan suatu media, tetapi juga dari informasi dan konten yang diterima selama mengakses media tersebut (Pamirma & Satwika, 2022). Di era digital saat ini, paparan media menjadi semakin penting karena media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk makna melalui pembingkaian dan pembentukan agenda (Saifullizam, 2025). Di mana kedua hal tersebut menjelaskan bagaimana media merepresentasikan realitas dengan memilih apa yang ditampilkan dan bagaimana hal tersebut dipersepsikan.
Dalam penelitian ini, intensitas paparan media sosial diartikan sebagai tingkat keterpaparan konsumen terhadap konten mengenai produk Viva Cosmetics melalui aplikasi TikTok. Intensitas tersebut dapat dilihat dari seberapa sering konsumen melihat konten, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mengaksesnya, serta seberapa besar perhatian yang diberikan terhadap konten tersebut. Semakin tinggi paparan konsumen terhadap produk Viva Cosmetics di TikTok, maka semakin besar peluang konsumen memperoleh informasi yang dapat mempengaruhi pertimbangan dalam melakukan pembelian.
Menurut Kevin & Purnama Sari (2019), intensitas paparan media terdiri dari tiga aspek, yaitu:
- Frekuensi, yaitu tingkat seberapa sering seseorang mengakses atau terpapar suatu konten media dalam periode waktu tertentu.
- Durasi, yaitu jumlah waktu yang digunakan seseorang ketika mengakses atau memperhatikan konten yang terdapat dari media.
- Atensi, yaitu tingkat fokus, perhatian, dan keterlibatan seseorang terhadap pesan atau informasi yang disampaikan melalui media.
Keputusan Pembelian
Menurut (Kotler et al., 2022), keputusan pembelian merupakan keputusan akhir yang dilakukan konsumen dalam memilih, membeli, menggunakan, serta mengevaluasi suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan mereka. Keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh pertimbangan rasional, seperti kualitas dan manfaat produk, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, serta informasi yang diperoleh dari lingkungan sekitar (Nadilawati, 2025). Hal ini menunjukkan bahwa informasi, promosi, maupun konten yang diterima konsumen melalui media sosial dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertimbangan sebelum melakukan pembelian.
Dalam penelitian ini, keputusan pembelian mengacu pada keputusan konsumen dalam membeli produk Viva Cosmetics setelah memperoleh informasi atau paparan konten melalui aplikasi TikTok. Paparan konten seperti review produk, promosi, maupun rekomendasi dapat menjadi salah satu sumber informasi yang membantu konsumen dalam mempertimbangkan suatu produk sebelum melakukan pembelian.
METODE
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimen. Desain ini dipilih karena tujuan utama penelitian adalah untuk menyelidiki dan menjelaskan sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada variabel lain, yaitu hubungan antara variabel Intensitas Paparan Media Sosial dengan Keputusan Pembelian Produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok. Penelitian ini bersifat asosiatif kausalitas, namun peneliti tidak memberikan perlakuan (treatment) maupun manipulasi terhadap subjek atau lingkungan penelitian, sehingga seluruh data diperoleh secara alami berdasarkan kondisi yang ada. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
Partisipan dan Sampel
Partisipan dalam penelitian ini diminta kesediaannya untuk terlibat dan mengisi kuesioner dalam bentuk google form. Penyebaran kuesioner dilakukan melalui WhatsApp pribadi peneliti. Partisipan penelitian ini adalah remaja perempuan dengan kriteria usia 12-25 tahun, pernah atau sedang menggunakan produk Viva Cosmetics, serta memiliki akun TikTok yang aktif. Partisipan berjumlah 52 orang (N = 52), sebanyak 1 orang partisipan berusia 15 tahun, 1 orang partisipan berusia 16 tahun, 3 orang partisipan berusia 17 tahun, 4 orang partisipan berusia 18 tahun, 3 orang partisipan berusia 19 tahun, 5 orang partisipan berusia 20 tahun, 6 orang partisipan berusia 21 tahun, 11 orang partisipan berusia 22 tahun, 6 orang partisipan berusia 23 tahun, 4 orang partisipan berusia 24 tahun, serta 8 orang partisipan berusia 25 tahun. Terkait dengan waktu penggunaan produk Viva Cosmetics di dominasi oleh pengguna Milk Cleanser dan Face Tonic dengan durasi penggunaan 1-5 tahun (40,5%). Selain itu, terkait dengan paparan konten produk Viva Cosmetics 42,3% partisipan melihat konten tersebut 3 kali dalam sehari dan menghabiskan waktu sebanyak 6 menit (38,5) untuk mencari tahu informasi tersebut. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 10 Juni 2026 hingga 17 Juni 2026.
Instrumen Penelitian
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengukuran intensitas paparan media sosial (Martinoes, 2022) yang terdiri dari 17 item pernyataan untuk mengukur frekuensi, durasi, serta atensi paparan media sosial. Instrumen ini menggunakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban yaitu, 1 (Sangat Setuju) hingga 5 (Sangat Tidak Setuju). Selain itu, terdapat pilihan jawaban yang mengukur durasi terpapar konten terkait variabel yang diteliti dan waktu untuk mencari tahu informasi produk. Sedangkan untuk mengukur keputusan konsumen dalam melakukan pembelian menggunakan skala pengukuran (Febriansyah, 2025) yang terdiri dari 10 item pernyataan berdasarkan kesadaran produk, minat beli, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, serta perilaku pasca pembelian. Instrumen ini menggunakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban yaitu, 1 (Sangat Tidak Setuju) hingga 5 (Sangat Setuju).
Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan pertama adalah analisis deskriptif untuk mengetahui ketepatan dan kesahihan item-item pada intensitas paparan media sosial dan keputusan pembelian. Pada penelitian ini, analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah analisis korelasi. Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas paparan media sosial dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok. Dasar pengambilan keputusan, jika nilai signifikansi > 0.05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Sebaliknya, jika nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Setelah data kuesioner terkumpul dan dinyatakan memenuhi asumsi klasik, seperti uji normalitas dan uji linearitas, data dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 25.
HASIL
Hasil uji validitas dan reliabilitas terhadap item-item pernyataan terkait dengan intensitas paparan media sosial terhadap konten produk Viva Cosmetics diperoleh bahwa seluruh item dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai p-value <0.001 dan nilai Crornbach’s Alpha sebesar 0,774. Sedangkan item-item pernyataan mengenai keputusan konsumen untuk membeli produk Viva Cosmetics juga menunjukkan hasil yang sama yaitu seluruh item dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai p-value <0.001 dan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,772. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas paparan media sosial dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis Korelasi Pearson Product Moment dengan jumlah responden sebanyak 52 orang (N = 52).
Jika ditinjau lebih mendalam berdasarkan hasil statistik deskriptif pada masing-masing variabel, sebaran jawaban responden menunjukkan adanya kesenjangan antara tingginya intensitas paparan dengan tingkat keputusan pembelian. Pada variabel intensitas paparan media sosial, mayoritas responden berada dalam kategori tinggi, yang tercermin dari frekuensi akses TikTok yang cukup sering serta durasi harian dalam mencari informasi terkait produk Viva Cosmetics. Namun demikian, tingginya tingkat keterpaparan tersebut tidak menunjukkan hubungan yang linier dengan skor pada variabel keputusan pembelian. Jawaban responden pada variabel ini cenderung berada pada kategori moderat, khususnya pada indikator evaluasi alternatif dan perilaku pasca-pembelian.
Sebagian besar responden mengaku sering melihat konten Viva Cosmetics di halaman For You Page (FYP), tetapi skor pada pernyataan yang berkaitan dengan kemantapan untuk langsung membeli produk setelah melihat konten tersebut relatif rendah. Temuan ini secara deskriptif memberikan gambaran mengapa kedua variabel tidak menunjukkan hubungan yang signifikan ketika diuji menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment.
Berdasarkan hasil pengolahan data statistik pada tabel Correlations, diperoleh nilai koefisien korelasi Pearson (Pearson Correlation) antara variabel Intensitas Paparan Media Sosial dengan Keputusan Pembelian Produk sebesar 0,108. Nilai tersebut menunjukkan arah hubungan yang positif, artinya terdapat kecenderungan bahwa peningkatan intensitas paparan media sosial diikuti oleh peningkatan keputusan pembelian meskipun hubungan yang ditunjukkan sangat lemah. Namun, berdasarkan kriteria interval koefisien korelasi, nilai 0,108 berada pada rentang 0,00-0,199 yang menunjukkan bahwa tingkat hubungan tersebut sangat rendah. Selanjutnya, nilai signifikansi Sig. (2-tailed) yang diperoleh sebesar 0,445. Nilai ini lebih besar dibandingkan dengan taraf signifikansi (α) sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai 0,445 > 0,05.
| Intensitas Paparan Media Sosial | Keputusan Pembelian Produk | |
|---|---|---|
| Intensitas Paparan Media Sosial | ||
| Pearson Correlation | 1 | 0.108 |
| Sig. (2-tailed) | 0.445 | |
| N | 52 | 52 |
| Keputusan Pembelian Produk | ||
| Pearson Correlation | 0.108 | 1 |
| Sig. (2-tailed) | 0.445 | |
| N | 52 | 52 |
Berdasarkan hasil tersebut, keputusan uji hipotesis menunjukkan bahwa H₀ diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas paparan media sosial dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok.
PEMBAHASAN
Analisis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa intensitas paparan media sosial memiliki hubungan positif dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,108. Namun, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,445 (p > 0,05) sehingga hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas paparan media sosial yang diterima konsumen, tidak serta-merta diikuti oleh peningkatan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics. Meskipun terdapat hubungan yang searah, kekuatan hubungan yang ditunjukkan sangat lemah sehingga tidak cukup kuat untuk menjelaskan adanya keterkaitan yang berarti antara kedua variabel.
Selain itu, jika dikaitkan dengan karakteristik pengguna TikTok yang didominasi oleh Generasi Z dan Milenial, temuan ini menunjukkan bahwa intensitas paparan konten semata belum cukup untuk mendorong terjadinya keputusan pembelian. Konten yang ditampilkan juga perlu selaras dengan preferensi psikologis pengguna. Sebagaimana dikemukakan oleh Gulo (2025), Generasi Z cenderung lebih responsif terhadap konten yang bersifat menghibur, menarik secara visual, serta mengikuti tren yang dinamis. Dengan demikian, tingginya frekuensi maupun durasi paparan, tanpa diiringi dengan keterlibatan dan relevansi pesan terhadap identitas konsumen modern, tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini menjadi tantangan bagi legacy brand seperti Viva Cosmetics untuk mampu mengemas konten edukasi maupun ulasan produk secara lebih interaktif dan menarik sehingga tidak sekadar menjadi konten yang terlewat di halaman For You Page (FYP) pengguna.
Lebih lanjut, lemahnya hubungan antara intensitas paparan media sosial dan keputusan pembelian dalam penelitian ini dapat ditinjau dari aspek atensi audiens, serta fenomena ad fatigue (kejenuhan terhadap iklan) di platform TikTok. Meskipun data menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan memiliki tingkat keterpaparan konten yang cukup tinggi setiap harinya, tingginya frekuensi dan durasi tersebut tidak serta-merta mencerminkan adanya keterlibatan psikologis atau atensi yang mendalam. Dalam konteks digital, pengguna media sosial cenderung melakukan scrolling secara cepat terhadap konten yang dianggap repetitif atau terlalu bersifat persuasif-komersial. Akibatnya, ketika konten ulasan produk atau promosi Viva Cosmetics muncul di halaman For You Page (FYP) tanpa didukung oleh nilai hiburan (entertainment value) yang kuat, konsumen cenderung hanya melihatnya secara sekilas tanpa memberikan perhatian lebih lanjut.
Temuan ini sekaligus memperkuat gambaran mengenai karakteristik konsumen modern yang semakin selektif dan kritis dalam memproses informasi. Konsumen tidak lagi secara impulsif mengambil keputusan pembelian hanya berdasarkan frekuensi paparan konten, melainkan lebih mengutamakan proses evaluasi mandiri yang mencakup pertimbangan terhadap manfaat produk, aspek keamanan, serta kesesuaian harga sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.
Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas paparan media sosial bukan merupakan faktor yang secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian produk Viva Cosmetics pada aplikasi TikTok. Faktor-faktor lain, seperti kualitas produk, harga, citra merek, promosi, kepercayaan konsumen, serta electronic word of mouth (e-WOM) menjadi faktor yang besar dalam memengaruhi keputusan pembelian dan dapat menjadi bahan kajian pada penelitian selanjutnya.
KESIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas paparan media sosial khususnya TikTok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keputusan pembelian produk Viva Cosmetics remaja perempuan. Walaupun hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara intensitas paparan media sosial dengan keputusan pembelian, namun kekuatan hubungannya sangat lemah yang menjelaskan bahwa semakin tinggi intensitas paparan konten mengenai produk Viva Cosmetics di TikTok, tidak secara langsung dapat meningkatkan keputusan konsumen untuk membeli produk tersebut. Keputusan pembelian produk Viva Cosmetics cenderung dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas produk, harga, citra merek, kepercayaan konsumen, serta metode pemasaran electronic word of mouth. Brand Viva Cosmetics telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sehingga produknya memiliki citra merek dan pengalaman penggunaan yang dapat menjadi pertimbangan utama konsumen dalam melakukan pembelian. Dengan demikian dapat disimpulkan, keputusan pembelian produk Viva Cosmetics tidak dipengaruhi secara signifikan oleh intensitas paparan media sosial atau konten di aplikasi TikTok, melainkan cenderung dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang berkaitan dengan pengalaman pengguna dan citra mereka dari produk tersebut.
Berdasarkan kesimpulan tersebut, terdapat beberapa saran yang dapat diajukan, baik secara praktis maupun akademis. Bagi manajemen Viva Cosmetics, strategi pemasaran digital di TikTok sebaiknya tidak hanya berfokus pada aspek kuantitas, seperti intensitas penayangan video dan aktivitas live shopping, tetapi juga lebih menekankan pada peningkatan kualitas konten yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Selain itu, konten yang disajikan perlu mampu memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kualitas serta keterjangkauan produk yang selama ini menjadi keunggulan utama perusahaan.
Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dengan menambah jumlah dan variasi sampel agar hasil yang diperoleh lebih representatif. Penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan variabel lain yang telah terbukti berpengaruh dalam kajian perilaku konsumen, seperti persepsi harga, citra merek (brand image), serta efektivitas electronic word of mouth (e-WOM).
DAFTAR PUSTAKA
- Adha, H. N., Ahmad, S. R., Zalzabilah, U. S., Annisa, N. N., & Husain, F. (2025). PENGARUH KONTEN TIKTOK TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA GENERASI Z DIERA DIGITAL. Neraca Manajemen, Ekonomi, 17(1). https://doi.org/10.8734/mnmae.v1i2.359
- Febriansyah. (2025). PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SKINCARE DI BENING’S CLINIC.
- Gulo, S. S. P. (2025). Dampak Influencer Marketing terhadap Perilaku Konsumen Generasi Milenial dan Gen Z.Jurnal Administrasi Modern (JABM), 1(2).
- Kevin, D., & Purnama Sari, W. (2019). Pengaruh Terpaan Media Online Terhadap Brand Image Kini Capsule.
- Kotler, Philip., Keller, K. Lane., & Chernev, Alexander. (2022). Marketing Management. Pearson Education Limited.
- Martinoes. (2022). YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YLPI) RIAU UNIVERSITAS ISLAM RIAU FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI PENGARUH TERPAAN MEDIA PADA AKUN INSTAGRAM @LOCALPRIDEINDONESIA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA FIKOM UIR SKRIPSI.
- Nadilawati, H. (2025). PENGARUH BRAND IMAGE, KUALITAS PRODUK, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK VIVA KOSMETIK PADA GENERASI Z.
- Pamirma, S. (2022). Hubungan Antara Paparan Media dengan Body Image pada Remaja Perempuan HUBUNGAN ANTARA PAPARAN MEDIA DENGAN BODY IMAGE PADA REMAJA PEREMPUAN Yohana Wuri Satwika.
- Saifullizam. (2025). Paparan Media dan Dampaknya Terhadap Persepsi Publik.
- Yusriman, Fadlillah, & Syafril. (2025). ANALISIS PENGARUH DIGITALISASI TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DI ERA MODERN. https://jurnalsentral.com/index.php/jdss
Penulis:
– Annisa Azalia Putri
– Sonia Aqilah Indriani
– Firstya Rizky Audina
– Keelin Hadist
– Alvin Eryandra
Program Studi Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI











