Hukum Menyusui Saat Puasa

Mari kita belajar bersama tentang hukum menyusui saat puasa. Apakah puasa saat menyusui diperbolehkan atau tidak?

Berpuasa adalah hal yang wajib menurut agama Islam. Namun sangat menjadi problematika bagi setiap wanita yang sedang menyusui karena takut ASI-nya tidak lancar saat berpuasa. Maka dari itu banyak ibu yang akhirnya tidak berpuasa demi mencukupi kebutuhan ASI anaknya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dilangsir dari fiqihwanita.com, bagi wanita hamil atau menyusui yang dalam keadaan sehat, tidak lemah, tidak sakit-sakitan, atau tidak memiliki kekhawatiran terhadap janin/anaknya dan dirinya sendiri, maka ia tetap wajib berpuasa dan bila meninggalkannya berarti ia berdosa.

Nah jadi kalau ibu merasa kuat menjalani puasa, adalah hal wajib untuk menjalaninya.

Berpuasa saat menyusui juga ada manfaatnya, berikut ini manfaat dari berpuasa saat menyusui: menurunkan kadar kolestrol, mencegah penyakit diabetes, mentralkan racun, menjaga kesehatan jantung, dan lain-lain.

Baca juga: Kanker Payudara Bisa Berakibat Fatal Jika Tidak Diobati

Yuk cari tahu tips agar kuat berpuasa saat menyusui

1. Cukupi Kebutuhan Nutrisi Tubuh saat Sahur

Sebelum menjalani ibadah puasa umat beragama islam menjalani sahur yaitu makan dan minum sebelum memasuki waktu puasa.

Pada saat sahur inilah ibu dapat menfaatkannya untuk memakan makanan yang mengandung protein tinggi dan mencukupi kebutuhan serat harian. Karena makanan yang dikonsusi saat sahur inilah yang akan memenuhi kebutuhan harian ibu saat menyusui.

Berikut ini contoh makanan yang dapat ibu makan saat sahur diantaranya adalah katuk, brokoli, bayam, ikan salmon, daging sapi tanpa lemak, dan makanan bernutrisi lainnya.

2. Kebutuhan Cairan Ibu saat Berpuasa

Selain makan ibu juga harus mencukupi kebutuhan air mineral dalam tubuh karena itu sangat penting, maka dari itu ibu disarankan untuk mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh.

Berikut ini saran agar ibu menyusui dapat memenuhi kebutuhan cariannya.

  • Pertama 1 Gelas setelah adzan maghrib
  • Kedua 2 Gelas setelah sholat maghrib
  • Ketiga 1 Gelas setelah makan
  • Keempat 2 Gelas sebelum sholat isya
  • Kelima 1 Gelas setelah sholat tarawih
  • Keenam 1 Gelas sebelum tidur
  • Ketujuh 1 Gelas setelah bangun tidur
  • Terakhir 3 Gelas setelah makan sahur.

Dengan mengikuti saran ini diharapkan ibu dapat memenuhi kebutuhan cairannya pada saat berpuasa. Namun jika sudah muncul gejala-gejala ini dimohon ibu untuk tidak melanjutkan puasa karena dehidrasi sangat berdampak bahaya bagi ibu, berikut ini tanda tandanya merasa kehausan, pusing, lemah, bibir pecah-pecah, mulut kering, dan lain-lain.

Baca juga: 3 Isu Terbaru Terkait Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2022

3. Perhatikan Kegiatan Harian

Jika pada saat tidak puasa ibu memiliki kegiatan yang padat atau bekerja, sebaiknya hindari berkegiatan yang membuat ibu kelelahan karena kelelahan dapat berimbas kepada produksi Asi maka dari itu ibu haruslah perhatikan kegiatan hariaan saat menyusui dan berpuasa.

4. Hindari Stress

Jika berpuasa membuat ibu stress sebaiknya ibu tidak melanjutakn berpuasa, dan mengganti puasa tersebut dilain waktu atau menggantinya dengan membayar fidyah. Karena stress adalah hal yang sangat dihindari saat menyusui yang akan berdampak pada produksi Asi.

Penulis: Denisha Alida Yumiko
Mahasiswa Kebidanan Universitas Binawan

Dosen pengampu: Apriani Riyanti, S.Pd., M.Pd

Daftar pustaka

PUASA BAGI WANITA HAMIL DAN MENYUSUI https://fiqihwanita.com/puasa-bagi-wanita-hamil-dan-menyusui/

Fakta Penting tentang Puasa Bagi Ibu Menyusui

https://www.alodokter.com/fakta-penting-tentang-puasa-bagi-ibu-menyusui

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses