Inovasi Pembelajaran Kimia: FKIP UNSRI Kenalkan Green Chemistry dan Praktikum Ramah Lingkungan di SMAN 4 Palembang

Green Chemistry
Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMAN 4 Palembang (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Palembang, MMI – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya melaksanakan kegiatan bertema “Implementasi Green Chemistry dalam Pembelajaran Kimia untuk Peserta Didik SMA Negeri 4 Palembang: Edukasi dan Praktikum Ramah Lingkungan” (11/11/2025).

Program ini dirancang untuk memperkenalkan prinsip kimia hijau (green chemistry) serta mengembangkan keterampilan ilmiah siswa melalui eksperimen praktis yang aman, relevan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pembelajaran kimia yang lebih kontekstual dan ramah lingkungan di tingkat sekolah menengah.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Program pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Sanjaya, M.Si sebagai ketua, dengan anggota tim Dr. Effendi, M.Si; Drs. M. Hadeli L., M.Si., Ph.D; Rahmat Zikri, S.Si., M.Si; Muhammad Zulqurnain, S.Si., M.Si; dan Sakti Hidayati Fikriya, S.Pd., M.Si.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan lima mahasiswa—Chindy Edita Putri, Irma Amelia, Fatma Aningsih, Nabila Zahira Hanani, dan Firmalia Herliani—yang berperan dalam asistensi teknis serta pendampingan langsung kepada peserta didik sepanjang kegiatan.

Kegiatan resmi dibuka pada 28 Oktober 2025, diawali sambutan oleh Kepala SMA Negeri 4 Palembang, Bapak Sutami Hamdani, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis sains yang aman dan relevan.

Beliau juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya yang dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar siswa melalui kegiatan praktikum yang terarah dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan program pengabdian masyarakat yang diwakili oleh Muhammad Zulqurnain, S.Si., M.Si., kemudian penyampaian konsep green chemistry oleh Sakti Hidayati Fikriya, S.Pd., M.Si., serta materi termokimia oleh Rahmat Zikri, S.Si., M.Si.

Baca juga: Pelatihan Selai Kulit Pisang: Inovasi Ramah Lingkungan di Desa Meluwur, Kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur

Pada sesi ini, siswa diperkenalkan pada urgensi penerapan kimia hijau dalam eksperimen maupun kehidupan sehari-hari, mencakup pengurangan bahan berbahaya, pemanfaatan sumber alami secara efisien, serta penerapan metode eksperimen yang aman tanpa mengurangi kualitas hasil belajar.

Memasuki tahap praktikum, pada 4 November 2025, peserta didik melaksanakan praktik termokimia secara luring dengan pendekatan green chemistry. Praktikum ini menggunakan bahan-bahan sederhana dan aman seperti ragi, hidrogen peroksida kadar rendah, urea, dan air untuk mengamati reaksi endoterm dan eksoterm.

Siswa terlihat antusias melakukan pengukuran suhu, mencatat perubahan reaksi, dan mendiskusikan fenomena ilmiah yang mereka amati bersama tim pendamping. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga memberikan pengalaman eksperimen yang relevan tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya.

Pada 5 November 2025, tim pengabdian memberikan pendampingan secara daring terkait penyelesaian Lembar Kerja Siswa (LKS). Siswa dibimbing dalam melakukan analisis data praktikum, menginterpretasi perubahan suhu, dan menyimpulkan hasil pengamatan secara sistematis.

Tahap pendampingan ini berlanjut dengan sesi presentasi daring pada 7 November 2025, di mana siswa memaparkan hasil kerja mereka, menjawab pertanyaan dari pemateri, dan menerima umpan balik konstruktif. Kegiatan ini menjadi kesempatan penting dalam melatih kemampuan komunikasi ilmiah, penyusunan argumen berbasis data, dan keberanian berbicara di depan publik.

Tahap berikutnya berlangsung pada 10 November 2025, di mana siswa kembali mendapat pendampingan daring untuk mempersiapkan kegiatan praktik pembuatan cat alami.

Pada sesi ini tim pengabdian memberikan penjelasan mengenai sumber pewarna alami seperti kunyit, kulit buah naga, dan bunga telang, serta prosedur ekstraksi sederhana yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai aspek keselamatan kerja, penggunaan alat yang tepat, dan tujuan edukatif dari pembuatan cat alami sebagai bentuk implementasi langsung prinsip green chemistry.

Kegiatan puncak berlangsung pada 11 November 2025 melalui pelaksanaan praktik pembuatan poster edukasi. Dalam sesi ini peserta didik berkereasi mencampurkan warna primer yang telah dibuat dari bahan alami menjadi catdengan berbagai warna, lalu mengaplikasikannya dalam poster bertema Green Chemistry.

Suasana kegiatan berlangsung kreatif dan interaktif, dengan siswa menampilkan berbagai ide visual yang menarik sekaligus mencerminkan pemahaman mereka mengenai pemanfaatan bahan ramah lingkungan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan bagi karya terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan usaha peserta didik, disertai sesi foto bersama seluruh tim pengabdian, guru pendamping, dan peserta kegiatan.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi peserta didik. Selain meningkatkan pemahaman terhadap konsep green chemistry dan termokimia, siswa juga memperoleh pengalaman belajar yang bermakna melalui eksperimen ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini turut memperkuat hubungan kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah dalam upaya memajukan pembelajaran kimia yang inovatif, aman, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan selesainya rangkaian acara pada 11 November 2025, program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis green chemistry yang dapat diadaptasi oleh sekolah lain di masa mendatang.

 

Penulis:

  1. Dr. Sanjaya, M.Si
  2. Dr. Effendi, M.Si
  3. Drs. M. Hadeli L., M.Si., Ph.D
  4. Rahmat Zikri, S.Si., M.Si
  5. Muhammad Zulqurnain, S.Si., M.Si
  6. Sakti Hidayati Fikriya, S.Pd., M.Si.

Dosen Pendidikan Kimia, Universitas Sriwijaya

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses