Membangun Inovasi Pangan melalui Pendekatan STE(A)M: Peran Saya sebagai Generasi Ahli Pangan Masa Depan

Inovasi Pangan
Ilustrasi Ahli Pangan (Sumber: MMI)

Gagasan Subjektif-Personal

Pertumbuhan penduduk dunia yang semakin meningkat setiap tahunnya membawa tantangan serius dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Sebagai mahasiswa Ilmu Pangan yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional, saya menyadari bahwa peran saya dalam ekosistem STE(A)M (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) akan menjadi semakin penting dalam 5-10 tahun mendatang.

Oleh karena itu, saya perlu untuk mengembangkan sebuah gagasan dan melakukan kontribusi nyata yang dapat memberikan dampak terhadap keberlanjutan sistem pangan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

 

Latar Belakang

Penduduk di dunia berbanding lurus dengan permintaan pangan yang di mana diproyeksikan terus meningkat dalam dekade mendatang dan diperkirakan kenaikan permintaan pangan sekita dua digit persen akibat pertumbuhan populasi dan peningkatan pendapatan yang di mana menempatkan tekanan besar pada produksi, ketersediaan dan keberlanjutan sistem pangan.

Proyeksi OECD-FAO dan laporan FAO menunjukkan bahwa kebutuhan kalori dan produk pertanian akan meningkat produktivitas dan transformasi sistem pangan untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa merusak lingkungan. Pernyataan ini menegaskan adanya kebutuhan strategis bagi para ahli pangan untuk mengembangkan solusi teknologi dan manajerial yang efisien dalam 5-10 tahun ke depan (Rome 2022).

Kerugian dan pemborosan pangan tetap menjadi penghambat utama ketahanan pangan yang diperkirakan puluhan persen dari produksi hilang atau terbuang di sepanjang rantai pason yaitu dari panen sampai konsumsi yang mengakibatkan pemborosan sumber daya, peningkatan emisi gas rumah kaca dan pengurangan ketersediaan pangan nyata bagi populasi rentan.

Studi dan tinjauan sistematik terbaru menunjukkan bahwa sekitar belasan persen hingga lebih dari 20% produksi bisa terbuang pada level tertentu, sehingga adanya pengurangan kehilangan pangan menjadi intervensi prioritas untuk menambah pasokan efektif tanpa perlu peningkatan produksi yang besar. Hal ini menegaskan urgensi inovasi pada tahap pasca-panen, penyimpanan, pengemasan dan perilaku konsumen (Todd & Faour-Klingbeil 2024).

Tantangan tersebut dapat terjawab dengan adanya penerapan dan pengembangan teknologi pengolahan atau preservasi modern seperti freeze drying yang dioptimalkan, highpressure processing dan teknologi non-termal lainnya untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu nutrisi serta pemanfaatan bahan pangan lokal dan tanaman underutilized sebagai sumber gizi alternatif yang memperkuat ketahanan dan keberagaman pangan.

Kombinasi antara inovasi teknologi dan juga peningkatan penggunaan dari sumber daya lokal dapat mengurangi kehilangan pangan, meningkatkan nilai tambah produk dan mendukung sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, peran praktis dan riset calon ahli pangan harus terfokus pada integrasi STE(A)M untuk menghadirkan solusi teknis, desain produk dan strategi adopsi yang adaptif (Khama 2024).

 

Ide Utama

  1. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan kebutuhan pangan global terus bertambah dan menuntut sistem pangan yang lebih kuat serta berkelanjutan.
  2. Di sisi lain, sistem pangan saat ini masih menghadapi tantangan serius berupa tingginya kehilangan dan pemborosan pangan yang mengurangi ketersediaan pangan nyata bagi masyarakat
  3. Mengatasi berbagai tantangan tersebut, inovasi berbasis STE(A)M menjadi kunci dalam pengembangan teknologi, produk dan strategi pangan yang lebih efisien & berkelanjutan.

 

Penjelasan Argumentasi

1. Kontribusi dalam Aspek Sains (Science): Inovasi Produk Pangan Berbasis Lokasi

Sebagai calon ahli pangan, saya ingin berkontribusi dengan mengembangkan produk pangan inovatif berbasis bahan lokal yang bernilai gizi tinggi namun masih kurang dimanfaatkan.

Melalui pemahaman tentang komposisi kimia pangan, perilaku bahan selama pengolahan serta stabilitas nutrisi, saya berencana menciptakan produk yang tidak hanya aman dan bergizi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Inovasi pangan dapat memperluas pilihan konsumsi tanpa mengandalkan impor berlebihan.

2. Penerapan Teknologi (Technology): Optimalisasi Proses Pengolahan Modern

Teknologi pengolahan pangan seperti freeze drying, high pressure dan fermentasi terkontrol akan semakin dibutuhkan dalam 5-10 tahun ke depan. Saya ingin berperan dalam penerapan teknologi tersebut untuk meningkatkan umur simpan, mutu sensoris dan nilai gizi produk.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi kunci untuk mengurangi kehilangan pangan (food loss) yang selama ini menjadi faktor besar dalam ketidakcukupan pasokan pangan.

Baca juga: Rahasia di Balik Keawetan Makanan Kaleng: Teknologi Pengolahan Panas

3. Pendekatan Rekayasa (Engineering): Efisiensi dan Keberlanjutan Sistem Produksi

Saya ingin terlibat dalam merancang proses produksi pangan yang lebih efisien, hemat energi dan ramah lingkungan.

Adanya pendekatan rekayasa, saya dapat mengoptimalkan alur produksi, memilih metode pengolahan yang tepat guna serta merancang kemasan aktif yang dapat memperpanjang umur simpan produk tanpa bahan kimia berlebih. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri pangan masa depan yang menekankan prinsip sustainable processing.

4. Peran Seni dan Kreativitas (Arts): Edukasi dan Desain Produk yang Humanis

Seni memiliki peran penting dalam STE(A)M untuk menyampaikan pesan melalui desain kemasan, penyajian informasi gizi dan edukasi kepada konsumen. Saya ingin memastikan produk pangan yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki tampilan, pesan dan nilai estetika yang mampu menarik minat masyarakat. Kreativitas ini dapat mendorong konsumen untuk memilih produk lokal bergizi tinggi, sehingga turut serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

5. Peran Matematika (Mathematics): Analisis Data untuk Pengambilan Keputusan

Sebagai calon ahli pangan, saya akan memanfaatkan matematika dalam analisis mutu produk, permodelan proses hingga prediksi shelf life. Kemampuan memahami data akan sangat penting dalam menentukan standar mutu, efesiensi biaya dan proses produksi yang optimal. Penagmbilan keputusan berbasis data (datadriven), sistem pangan dapat menjadi lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan dunia yang terus berubah.

 

Kesimpulan

Peningkatan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk, tingginya kehilangan dan pemborosan pangan, serta perlunya inovasi pengolahan merupakan tantangan utama yang harus dihadapi dalam beberapa dekade mendatang.

Situasi tersebut menegaskan kembali bahwa peran ilmu pangan dalam ekosistem STE(A)M sangat penting untuk menciptakan solusi yang mampu meningkatkan efisiensi, mutu dan keberlanjutan sistem pangan, meskipun formulasi upaya yang dibutuhkan mungkin berbeda dari pendekatan tradisional.

Oleh karena itu, pengembangan teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal dan integrasi kreativitas serta analisis ilmiah harus terus diingatkan sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan.

Para calon ahli pangan diharapkan dapat berkontribusi melalui riset, inovasi dan penerapan teknologi yang tidak hanya menjawab kebutuhan masa kini, tetapi juga mempersiapkan sistem pangan yang lebih tangguh, adaptif dan bekelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Penulis: Putri Risfa Melinda (F0505251046)
Mahasiswa Ilmu Pangan, IPB University

 

Referensi

Khama R. 2024. Advancements in food preservation technologies : enhancing food quality, safety, and sustainability. Brazilian Journal of Technology. 7(4):1–17. doi:10.38152/bjtv7n4-045.

Rome. 2022. Medium-term agricultural outlook 2022-31 and emerging issues. Committee on Commodity Problems. 22(3):1–14.

Todd ECD, Faour-Klingbeil D. 2024. Impact of food waste on society , specifically at retail and foodservice levels in developed and developing countries. Journal Foods. 13(7):1–27. doi.org/10.3390/foods13132098.

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses