Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD) merupakan pelajaran yang berdiri sendiri sebagai integrasi dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial, sains, kemanusiaan, dan masalah sosial dalam kehidupan.
Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, melainkan juga membina siswa untuk mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam masyarakat, misalnya tenggang rasa, disiplin, keteraturan, ketaatan, gotong royong, dan peduli lingkungan.
Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yaitu untuk mengembangkan potensi siswa agar peka sosial, memiliki sikap dan mental positif, dan terampil dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Baca Juga: Sekolah Penggerak: Program Sekolah Penggerak Sebagai Gebrakan Baru Pendidikan Indonesia
Pendidikan bermasyarakat penting diberikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai bekal untuk menghadapi keberagaman yang sangat tinggi di Indonesia. Setiap individu memiliki ciri tersendiri, mulai dari agama, suku, ras, bahasa, dan latar belakang yang berbeda.
Perbedaan inilah yang dapat memicu perpecahan jika salah satu individu tidak memahami dan tidak menerapkan konsep keberagaman. Pembentukan karakter individu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Faktor eksternal cukup berpengaruh besar dalam pembentukan karakter setiap individu. Lingkungan sekolah adalah lingkungan di mana individu belajar menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan hidup bermasyarakat.
Baca Juga: Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan Penerapannya pada Siswa Sekolah Dasar
Pendidikan bermasyarakat ini harus dibarengi dengan pendidikan keagamaan, karena pendidikan keagamaan mempersiapkan siswa untuk menguasai dan mengamalkan ajaran agamanya karena norma agama adalah norma utama dari norma lainnya.
Yang mana semua agama pasti mengajarkan kebaikan, salah satunya ajaran yang mewajibkan penganutnya untuk menghargai keberagaman dan membangun toleransi.
Untuk menumbuhkan sikap sosial bermasyarakat yang menghargai keberagaman, guru dapat menggunakan media pembelajaran digital berbentuk visual atau audio visual.
Dengan cara menyajikan contoh konkret, serta memberi contoh secara langsung dengan tingkah laku, dan membimbing siswa untuk mengamalkannya di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, dengan harapan dapat berguna sebagai bekal hidup bermasyarakat.
Penulis: Hindri Larasati dan Nurul Hidayati
Mahasiswa Jurusan PGSD UMP Purworejo
Editor: Ika Ayuni Lestari
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












