Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan (Centella Asiatica l.) dan Khasiatnya dalam Bidang Kefarmasian

tanaman pegagan

Obat tradisional adalah obat yang diolah menurut cara tradisional secara turun-temurun, berdasarkan resep nenek-moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magis maupun pengetahuan tradisional.

Pegagan atau Centella Asiatica (L.) Urb. adalah spesies tanaman dalam suku Umbelliferae atau Apiaceae. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Bagian tanaman yang berkhasiat obat adalah daun, akar dan batang. Tanaman pegagan umumnya dimanfaatkan sebagai obat tradisional baik dalam bentuk bahan segar, kering maupun yang sudah dalam bentuk jamu.

Tanaman pegagan Centella Asiatica (L.) Urb. dengan sinonim Hydrocotyle Asiatica L. Pes, berasal dari daerah tropis di Asia yang dikenal dengan nama rumput kaki kuda. Masyarakat di jawa barat menyebut tanaman ini sebagai antanan dan sering digunakan sebagai lalapan.

Baca juga: Manfaat Tanaman Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Pencegah Gigi Berlubang

Kandungan Senyawa Kimia

Pegagan mengandung berbagai senyawa aktif yaitu:

1. Triterpenoid

Triterpenoid merupakan senyawa terpenting dalam tanaman pegagan. Triterpenoid telah terbukti meningkatkan fungsi mental dan memberikan efek menenangkan.

Senyawa ini juga dapat merevitalisasi pembuluh darah sehingga memperlancar peredaran darah menuju otak, memperkuat sel-sel kulit dan meningkatkan proses perbaikan, menstimulasi sel darah dan sistem imun, serta sebagai antibiotik alami.

Yang termasuk ke dalam golongan triterpenoid yaitu asiaticoside, asiatic acid, madekasik. Asiaticoside bersifat lipofilik dan dapat membentuk senyawa kompleks dengan membran sel melalui ikatan hidrogen, sehingga menghancurkan permeabilitas dinding sel bakteri.

Baca juga: Tanaman Hias Penyelamat Bumi

2. Saponin

Saponin yang terkandung dalam tanaman ini memiliki manfaat mempengaruhi kolagen (langkah pertama dalam perbaikan jaringan), misalnya dengan menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (antikeloid), mempercepat penyembuhan luka, dan melebarkan pembuluh darah tepi (vasodilator perifer).

Yang termasuk kedalam golongan saponin yaitu brahmoside (bacoside A), brahminoside (bacoside B) dan madecacoside.

Brahmoside adalah senyawa yang berfungsi memperlancar aliran darah dan merupakan protein penting bagi sel otak karena brahmoside (bacoside A) mengeluarkan nitrit oksida sehingga aorta dan vena mengalami relaksasi yang membuat aliran darah menjadi lancar, brahminoside atau bacoside B adalah protein dalam sel otak.

Madecassoside berperan dalam mencegah penuaan dini, hal tersebut dikarekan senyawa ini sangat berguna sebagai antioksidan yang membantu dalam menetralisir kerusakan akibat radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.

3. Flavonoid

Pegagan mengandung flavonoid yang terdiri atas quercetin dan kaempferol yang bersifat sebagai vasodilator melalui mekanisme penghambatan kontraksi pembuluh darah yang diinduksi oleh kalsium dan menurunkan endothelin-1 sebagai vasokontriktor.

Selain itu, quercetin dapat mengurangi stres oksidatif, meningkatkan produksi nitrat oksida, dan menghambat Angiotensin Converting Enzym (ACE), sehingga tidak terbentuk Angiotensin II, yang berpotensi meningkatkan tekanan darah

Pegagan kaya akan manfaat untuk system imun tubuh seperti:

  1. Sebagai antilepra dan antilupa
  2. Meningkatkan daya ingat dan fungsi sistem saraf pada otak
  3. Menurunkan tekanan darah dan menghambat terjadinya keloid
  4. Menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan
  5. Mengatasi gangguan pencernaan dan membersihkan darah
  6. Mengatasi wasir dan konstipasi
  7. Memperbaiki sel-sel kulit mati, merangsang pertumbuhan kuku, rambut dan jaringan ikat.
  8. Meredakan nyeri sendi
  9. Menyembuhkan flu dan sinusitis
  10. Membantu penyembuhan penyakit TBC
  11. Memberikan efek menenangkan, sebagai anticemas dan antistress
  12. Antispermatogenesis

Penulis: Anjani Dwi Cahya
Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Binawan

Daftar Pustaka

Sutardi, S. (2016). Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian35(3), 121-130.

Nisa, U., & Dewi, T. F. (2018). Kombinasi Salam, Pegagan, Alang-Alang, dan Pala Terhadap Fungsi Kardiovaskuler Pasien Hipertensi Esensial. Buletin Penelitian Kesehatan46(1), 61-68.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses