Malang – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Senin (28/8/2025).
Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Tambakasri ini berfokus pada peningkatan pengetahuan warga mengenai pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan penyuluhan ini memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kulit kopi tidak seharusnya dipandang hanya sebagai sisa hasil panen.
Dengan pengolahan yang tepat, limbah ini justru memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian desa. Berbagai inovasi pun diperkenalkan sebagai upaya memaksimalkan nilai tambah dari kopi yang dihasilkan oleh para petani.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah mengenai pengolahan kulit kopi menjadi arang briket.
Produk ini dinilai ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif bahan bakar.
Penjelasan mengenai pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga manfaat briket membuat masyarakat memahami peluang besar yang bisa digarap dari bahan sederhana di sekitar mereka.
Selain itu, peserta juga mendapat pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik dari kulit kopi.
Pupuk ini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diyakini dapat menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Kecanduan Kopi bagi Mahasiswa Paling Ampuh!
Inovasi lain yang tidak kalah menarik adalah pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan minuman, seperti teh cascara dan kombucha cascara.
Minuman ini dinilai kaya manfaat serta memiliki peluang besar untuk dipasarkan sebagai produk unggulan desa.
Penjelasan mengenai pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga kandungan gizi didalamnya membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang potensi produk minuman berbasis kulit kopi.
Salah seorang warga yang hadir, Sukateno (53) mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti penyuluhan ini. “Selama ini kami hanya membuang kulit kopi karena tidak tahu bisa dimanfaatkan.
Ternyata bisa diolah jadi teh dan minuman lain yang punya nilai jual. Ini bisa jadi peluang baru bagi kami di desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ika Melinda Afiandani (21) selaku perwakilan tim PPK Ormawa HMPS Teknologi Pangan UMM menyampaikan harapannya agar pengetahuan yang didapat masyarakat dapat dipraktekkan secara berkelanjutan.
Baca juga: Apa itu Ilmu Teknologi Pangan? Yuk, Temukan Penjelasannya!
“Kami berharap warga dapat mempraktikkan hasil penyuluhan ini sehingga kulit kopi tidak lagi terbuang percuma. Justru bisa menjadi produk baru yang mendukung ekonomi desa,” ungkapnya.
Melalui penyuluhan ini, masyarakat Desa Tambakasri semakin terdorong untuk melihat kopi dan limbahnya sebagai sumber daya bernilai.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya inovasi produk baru sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Penulis:
1. Bintang Yomara Hertanto
2. Nindi Alaida Pramesti
Dosen Pengampu: Afifa Husna, S.TP., M.TP., M.Sc
Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang
Organisasi: Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HMPS Teknologi Pangan)
Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












