Limbah Kulit Kopi Disulap Jadi Briket, PPK Ormawa HMPS Teknologi Pangan UMM Dampingi Masyarakat Desa Tambakasri

Malang – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan pelatihan pemanfaatan limbah kulit kopi di Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Jumat (29/08/2025).

Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan praktis dalam mengolah limbah pertanian agar bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pelatihan ini diikuti sekitar 10–15 orang dari anggota kelompok tani (Poktan) yang terbentuk menjadi Unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) baru yang antusias mencoba langsung proses pembuatan briket dari kulit kopi.

Tahapan yang dilakukan dimulai dari penyangraian kulit kopi, penghalusan, pencampuran, hingga pencetakan menjadi briket.

Untuk tahap akhir, briket dikeringkan secara manual dengan memanfaatkan panas matahari.

Proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar dua hari, namun lama pengeringan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Baca juga: Menuju UMKM Berdaya Saing: Optimalisasi Lokasi, Digitalisasi Pemasaran, dan Sertifikasi Halal

Selain praktik teknis, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang akan memproduksi serta pemasaran briket secara berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, kelompok tani bersama mitra pemasaran, Bapak Alif Hadi Saifulloh, membahas strategi distribusi agar briket kulit kopi Tambakasri dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Kehadiran mitra pemasaran ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat bahwa produk yang mereka hasilkan memiliki peluang nyata untuk berkembang.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka menilai peluang usaha briket cukup menjanjikan.

Yogi Prasetyo (30), salah seorang warga, menyampaikan bahwa adanya mitra penampung membuat masyarakat semakin bersemangat.

“Peluang briket ini cukup tinggi, apalagi sudah ada mitra yang siap menampung. Hal ini tentu menambah keyakinan kami untuk mengembangkan briket secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: PPK Ormawa HMPS Teknologi Pangan UMM Gelar Penyuluhan Kopi untuk Tingkatkan Nilai Jual Kopi Asli Desa Tambakasri

Bagi tim PPK Ormawa HMPS Teknologi Pangan UMM, kegiatan ini menjadi bukti bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah.

Selena Albinia Syaputri (20), salah satu perwakilan tim, menuturkan bahwa antusiasme warga menjadi dorongan kuat untuk keberlanjutan program ini.

“Kami melihat semangat warga sangat besar dalam mengikuti pelatihan ini.

Harapan kami, briket kulit kopi bisa terus dikembangkan hingga menjadi usaha mandiri yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Tambakasri,” ungkap Selena.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, masyarakat Tambakasri diharapkan lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil samping perkebunan kopi.

Briket berbahan kulit kopi tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan baru yang mendukung kemandirian ekonomi desa.

Baca juga: Analisis Deskriptif: Peran Perceived Value dalam Mempengaruhi Minat Beli Kopi Kenangan pada Gen Z

 

Penulis: Amalia Putri Hendrayana

Dosen Pengampu: Afifa Husna, S.TP., M.TP., M.Sc

Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang

Organisasi: Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HMPS Teknologi Pangan)

Editor: Anita Said

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses