Kumpulan Puisi Stepanus Anduwacu

Kumpulan Puisi Stepanus Anduwacu
Kumpulan Puisi Stepanus Anduwacu (source: pexels.com)

POST-TRUTH

Kau gauli satu ikhwal terus-menerus

Lama-lama dia jadi kebenaran bagimu

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Orang lain akui atau tidak

Bukan urusan

 

Kau lupakan satu kebenaran sejati

Lama-lama dia jadi kekeliruan bagimu

Orang lain setuju atau tidak

Bukan masalah

 

Post-truth

Kebenaran subyektif

Melibas kebenaran obyektif

 

Apakah dia jilmaan pepatah lama :

“Ala bisa karena biasa, pasar jalan

karena ditempuh?”

 

Pantas saja Albert Einstein bilang :

“Ada dua hal yang tidak terbatas, yaitu

alam semesta dan kebodohan manusia”

 

Post-truth

Kebodohan post-modernism

 

HUKUM DASAR CINTA

 Cintailah dirimu sendiri

Atau dia akan membuatmu

Asing dalam diri

 

Cintailah sesamamu

Atau dia akan membuatmu

Asing sendiri

 

Cintailah bumi

Atau dia akan membuatmu

Asing di rumah sendiri

 

Cintailah alam semesta

Atau dia akan membuatmu

Asing di bawah langit

 

Cintailah pencipta

Atau dia akan membuatmu

Asing di atas langit

 

LARANGAN MEMBENCI

Janganlah membenci diri sendiri

Atau dia akan mencederai

Hatimu

 

Janganlah membenci sesama

Atau dia akan mencederai

Dirimu

 

Janganlah membenci bumi

Atau dia akan mencederai

Hidupmu

 

Janganlah membenci alam semesta

Atau dia akan mencederai

Eksistensimu

 

Janganlah membenci pencipta

Atau dia akan mencederai

Keabadianmu

 

KUTITIP RINDU

Kepada angin

Kutitip rindu buat ibu

Yang telah lama mati

Ditelan bencana kebun ini

 

Kepada burung-burung

Kutitip rindu buat ayah

Yang telah lama mati

Ditelan bencana ladang ini

 

Kepada awan

Kutitip rindu buat nenek

Yang telah lama mati

Ditelan bencana sawah ini

 

Kepada langit

Kutitip rindu buat kakek

Yang telah lama mati

Ditelan bencana tanah ini

 

Kepada Tuhan

Kutitip rindu buat mereka

Yang telah lama mati

Ditelan bencana bumi ini

 

RUKUN TETANGGA

Di beberapa sudut rukun tetangga

Tak jarang tersiar gosip-gosip tak rukun

Keluar dari mulut mama-mama tua sayang

Yang duduk berderet mencari kutu kepala

 

Lucu memang

Nada sirik dan iri hati

Jadi pemanis bibir

 

Di beberapa sudut rukun tetangga

Tak jarang tersiar omong-omong kosong

Keluar dari mulut papa-papa tua ganteng

Yang duduk bergerombol sambil minum tuak

 

Seru memang

Ucapan ngalor-ngidul

Jadi pembusa mulut

 

SERIGALA BERBULU DOMBA

Serigala berbulu domba

Duri di balik mawar

Cekikan di balik pelukan

Cakaran di balik belaian

 

Serigala berbulu domba

Racun di balik madu

Pukulan di balik rangkulan

Tikaman di balik sanjungan

 

Serigala berbulu domba

Manusia paling menawan

Dengan tabiat paling kejam

 

COVID 19

Gejalanya

Kau cium ini-itu

Kosong yang kau rasa

  

Kiprahnya

Dia beranak-pinak cepat

Menggerogoti paru-paru

 

Dampaknya

Tubuhmu gampang sakit ini-itu

Hilang semangat hidupmu

 

Penanganan medis

Tangani dampaknya

Antibodi diperkuat sudah

Sambil berharap dia mati

Kalau dia ternyata mati kutu

Tubuhmu divaksinasi petugas

Biar dia tidak datang kembali

 

Atau kalau upaya medis gagal

Bukan dia yang mati

Melainkan kau

Mati terpencil

 

IDENTITAS PENULIS

Nama Lengkap: Stepanus Anduwacu

Alamat E-mail :  sanduwatju@gmail.com

 

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses