POST-TRUTH
Kau gauli satu ikhwal terus-menerus
Lama-lama dia jadi kebenaran bagimu
Orang lain akui atau tidak
Bukan urusan
Kau lupakan satu kebenaran sejati
Lama-lama dia jadi kekeliruan bagimu
Orang lain setuju atau tidak
Bukan masalah
Post-truth
Kebenaran subyektif
Melibas kebenaran obyektif
Apakah dia jilmaan pepatah lama :
“Ala bisa karena biasa, pasar jalan
karena ditempuh?”
Pantas saja Albert Einstein bilang :
“Ada dua hal yang tidak terbatas, yaitu
alam semesta dan kebodohan manusia”
Post-truth
Kebodohan post-modernism
HUKUM DASAR CINTA
Cintailah dirimu sendiri
Atau dia akan membuatmu
Asing dalam diri
Cintailah sesamamu
Atau dia akan membuatmu
Asing sendiri
Cintailah bumi
Atau dia akan membuatmu
Asing di rumah sendiri
Cintailah alam semesta
Atau dia akan membuatmu
Asing di bawah langit
Cintailah pencipta
Atau dia akan membuatmu
Asing di atas langit
LARANGAN MEMBENCI
Janganlah membenci diri sendiri
Atau dia akan mencederai
Hatimu
Janganlah membenci sesama
Atau dia akan mencederai
Dirimu
Janganlah membenci bumi
Atau dia akan mencederai
Hidupmu
Janganlah membenci alam semesta
Atau dia akan mencederai
Eksistensimu
Janganlah membenci pencipta
Atau dia akan mencederai
Keabadianmu
KUTITIP RINDU
Kepada angin
Kutitip rindu buat ibu
Yang telah lama mati
Ditelan bencana kebun ini
Kepada burung-burung
Kutitip rindu buat ayah
Yang telah lama mati
Ditelan bencana ladang ini
Kepada awan
Kutitip rindu buat nenek
Yang telah lama mati
Ditelan bencana sawah ini
Kepada langit
Kutitip rindu buat kakek
Yang telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Kepada Tuhan
Kutitip rindu buat mereka
Yang telah lama mati
Ditelan bencana bumi ini
RUKUN TETANGGA
Di beberapa sudut rukun tetangga
Tak jarang tersiar gosip-gosip tak rukun
Keluar dari mulut mama-mama tua sayang
Yang duduk berderet mencari kutu kepala
Lucu memang
Nada sirik dan iri hati
Jadi pemanis bibir
Di beberapa sudut rukun tetangga
Tak jarang tersiar omong-omong kosong
Keluar dari mulut papa-papa tua ganteng
Yang duduk bergerombol sambil minum tuak
Seru memang
Ucapan ngalor-ngidul
Jadi pembusa mulut
SERIGALA BERBULU DOMBA
Serigala berbulu domba
Duri di balik mawar
Cekikan di balik pelukan
Cakaran di balik belaian
Serigala berbulu domba
Racun di balik madu
Pukulan di balik rangkulan
Tikaman di balik sanjungan
Serigala berbulu domba
Manusia paling menawan
Dengan tabiat paling kejam
COVID 19
Gejalanya
Kau cium ini-itu
Kosong yang kau rasa
Kiprahnya
Dia beranak-pinak cepat
Menggerogoti paru-paru
Dampaknya
Tubuhmu gampang sakit ini-itu
Hilang semangat hidupmu
Penanganan medis
Tangani dampaknya
Antibodi diperkuat sudah
Sambil berharap dia mati
Kalau dia ternyata mati kutu
Tubuhmu divaksinasi petugas
Biar dia tidak datang kembali
Atau kalau upaya medis gagal
Bukan dia yang mati
Melainkan kau
Mati terpencil
IDENTITAS PENULIS
Nama Lengkap: Stepanus Anduwacu
Alamat E-mail : sanduwatju@gmail.com
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












