Mahasiswa Baru USU Laksanakan Program Edukasi berbasis Film Edukatif guna Mencegah Terjadinya Bullying di Kalangan Remaja

Kegiatan Mahasiswa Baru USU (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Medan, MMI – Sebagai bentuk implementasi nyata dari mata kuliah MKWK (Mata Kuliah Wajib Kurikulum), mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok Perundungan 101 melaksanakan program edukasi mengenai pencegahan bullying kepada siswa-siswi SMA. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap isu bullying yang masih marak terjadi di lingkungan remaja (1/11/2025).

Kelompok yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai fakultas ini menjalankan proyek edukatif yang berfokus pada penyampaian informasi melalui media video berjudul “Manusiakan Aku”.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pemilihan video dilakukan agar penyampaian materi lebih menyentuh dan relevan dengan realitas kehidupan pelajar. Video tersebut menggambarkan bagaimana bullying, baik fisik maupun verbal, dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang dan membuat korban merasa kehilangan nilai diri.

Dosen fasilitator proyek, Drs. Parlaungan Ritongga, M.Hum., mendukung sepenuhnya gagasan mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan remaja sekolah. Sementara itu, Yusria Amaliah selaku mentor Kelompok Perundungan 101, menilai bahwa edukasi berbasis visual membantu siswa lebih mudah memahami dampak serius bullying yang sering dianggap sebagai candaan biasa.

Remaja cenderung lebih menerima pesan melalui kisah yang dekat dengan kehidupan mereka. Tujuannya supaya mereka sadar bahwa setiap tindakan punya konsekuensi emosional bagi orang lain,” ujar Yusria.

Baca juga: Penyuluhan Penguatan Karakter Pelajar untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Beradab dan Bebas dari Bullying

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di salah satu SMA di Kota Medan dan diikuti oleh 29 siswa beserta satu orang guru pendamping. Setelah pemutaran video, mahasiswa mengadakan diskusi ringan yang melibatkan para peserta untuk berbagi pengalaman dan opini terkait perilaku perundungan di lingkungan sekolah. Respons peserta terbilang positif. Banyak yang mulai menyadari bahwa sikap mengejek teman atau mempermalukan di media sosial bukanlah hal sepele.

Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa ia baru memahami bahwa bullying dapat menghancurkan kepercayaan diri seseorang dalam jangka panjang. “Kadang kami merasa bercanda itu biasa. Tapi ternyata bisa buat orang sangat terluka,” ungkapnya.

Mahasiswa Kelompok Perundungan 101 juga menyampaikan bahwa tujuan utama mereka bukan hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga menumbuhkan empati dan menekankan pentingnya saling mendukung sebagai sesama generasi muda.

Proyek ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 (Quality Education) dan SDG nomor 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), khususnya dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, adil, dan berkarakter.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru USU berharap dapat memberikan dampak positif meski dalam lingkup kecil. Mereka ingin menanamkan nilai bahwa setiap individu memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi tanpa intimidasi dalam bentuk apa pun.

Edukasi yang mereka lakukan juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sosial sebagai bagian dari civitas akademika yang peka terhadap masalah kemasyarakatan.

Dengan terselenggaranya proyek ini, Kelompok Perundungan 101 menegaskan bahwa langkah kecil tetap berarti selama dilakukan dengan kesungguhan dan niat baik untuk perubahan sosial ke arah yang lebih baik.

 

Penulis: Farrel Abi Nawfal Hasibuan
Mahasiswa Hukum, Universitas Sumatera Utara 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses