Tangerang Selatan – Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penggunaan gadget di kalangan remaja, sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menginisiasi kegiatan edukatif bertajuk “Membangun Pola Pikir Positif di Era Digital” di SMK YAPIPA, Serpong Utara (19/5/2025).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Kuliah Peduli Negeri (KPN) ini dihadiri oleh puluhan siswa kelas XI jurusan Pemasaran.
Dengan pendekatan interaktif dan edukatif, para mahasiswa mengajak para peserta untuk lebih kritis, bijak, dan sehat secara mental dalam menghadapi dinamika era digital.
Bangun Kesadaran Digital Sejak Dini
Dalam sambutannya, Ilham Ramadhan selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa generasi muda saat ini hidup berdampingan dengan teknologi, tetapi belum semua mampu memilah informasi dan mengelola waktu dengan bijak.
“Pola pikir yang positif adalah fondasi penting agar kita tidak hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta peluang dari teknologi itu sendiri,” ujarnya.
Acara ini tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi juga menghadirkan praktik langsung.
Peserta dibimbing menyusun jadwal harian sehat, dikenalkan pada peluang berpenghasilan di dunia digital seperti content creator, hingga diajak melakukan sesi self-reflection dan mindfulness untuk menjaga keseimbangan mental.
Dari Literasi Digital ke Aksi Nyata
Sesi utama kegiatan berfokus pada pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja, pentingnya self-affirmation, serta strategi menghindari efek negatif digital, seperti overthinking, kecanduan gadget, dan tekanan sosial di media.
Sabrina Bella Safitri, salah satu pemateri, juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis.
“Bukan cuma tahu cara pakai teknologi, tapi juga tahu kapan harus berhenti. Itu yang membedakan antara kontrol dan kecanduan,” tegasnya.
Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia menyelenggarakan kuis interaktif melalui Kahoot dengan hadiah menarik bagi peserta yang aktif.
Pendekatan ini membuat proses belajar terasa menyenangkan dan partisipatif.
Suara Peserta: Dari PKL ke Digital Engagement
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta bernama Aan (16 tahun) membagikan pengalamannya selama Praktek Kerja Lapangan (PKL).
“Yang aku tahu setelah PKL, marketing itu ya kerja sebagai kasir atau sales yang melayani orang,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Sabrina meluruskan pemahaman tersebut dengan menambahkan:
“Marketing di era sekarang bukan hanya soal pelayanan langsung, tapi juga bagaimana kita membangun engagement di platform digital seperti e-commerce dan media sosial,” jelasnya.
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Mercu Buana Melakukan Kuliah Peduli Negeri di SMK Media Informatika
Menjadikan Dunia Digital sebagai Peluang, Bukan Ancaman
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama serta dokumentasi kegiatan. Swito Amanda Sibagariang, salah satu panitia, berharap program serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah di masa depan.
“Kami ingin siswa tak hanya cerdas dalam menggunakan teknologi, tapi juga memiliki pola pikir sehat dan masa depan yang terarah,” ujarnya.
Program KPN ini menjadi pengingat bahwa membentuk pola pikir positif di era digital bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga tanggung jawab bersama, terutama dari dunia pendidikan dan komunitas.
Penulis: Dea Ananda Putri
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana Jakarta
Dosen Pengampu: Rika Yessica Rahma, M. Ikom.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














