Pontianak, MMI – Di tengah lanskap media yang terus berubah, puluhan jurnalis, content creator, lembaga dan organisasi pegiat lingkungan dari berbagai penjuru Kalimantan Barat berkumpul dalam semangat kolaborasi di Kolase Journalist Camp.
Acara yang digelar selama tiga hari di kawasan kampung Caping Pontianak ini menjadi wadah untuk mengasah kembali keterampilan, memperluas jaringan, dan merumuskan respons taktis terhadap tantangan jurnalisme memandang lingkungan.
Mengusung tema Ragam Hayati Kekuatan Kita, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Para peserta diajak untuk menyelami isu-isu krusial, mulai dari lingkungan, pengenalan organisasi pegiat lingkungan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di ruang redaksi, hingga aksi bersih sungai.
Kami ingin menciptakan ruang di mana jurnalis, pegiat lingkungan hidup, dan content creator Kalbar berkumpul membahas isu yang ada di Kalbar,” ujar Daeng, Aktivis Kolase pada malam pembukaan Kolase Journalist Camp (22/8).

“Tantangan hari ini tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menjaga alam Kalimantan Barat,” tuturnya.
Baca Juga: Hari Kedua Kolase Journalist Camp Kenalkan Sejumlah Organisasi Melek Lingkungan

Suasana malam pembukaan berlangsung hangat sebab penyelenggara menghadirkan budaya saprahan yang semakin mewarnai kebersamaan. Penayangan film dokumenter karya anak muda lokal dari Dayak Iban semakin menambah kekaguman akan kekayaan lingkungan sosial budaya di Kalbar.
Pameran fotografi menjadi hiburan pengunjung dan warga di sekitar Rumah Budaya Kampung Caping.
Sesuai namanya, para peserta turut bermalam dan memasang tenda untuk ber-camping di Rumah Budaya Kampung Caping.
Penulis: Ika Ayuni Lestari
Pimred Media Mahasiswa Indonesia
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













