Sumatera Utara – Lima mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Medan (UNIMED) mengunjungi Perpustakaan Daerah Sumatera Utara dalam rangka eksplorasi ilmu pengetahuan dan budaya pada Kamis (27/03/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpustakaan tidak hanya menjadi pusat literasi akademik, tetapi juga sebagai sarana pelestarian kearifan lokal. Kedatangan mahasiswa tersebut disambut dengan baik oleh petugas perpustakaan, yang kemudian memberikan arahan tentang tata tertib perpustakaan.
Tantangan Perkembangan Zaman
Di era modern, tantangan terbesar adalah kian pudarnya budaya-budaya kearifan lokal di tengah gempuran informasi digital. Banyak generasi muda yang mulai kehilangan keterikatan dengan sejarah dan tradisi yang membentuk identitas dalam mengenal sejarah.
Oleh karena itu, kunjungan ini menjadi langkah kecil tetapi berarti dalam mengenal kembali akar budaya dan warisan intelektual yang selama ini tersimpan di perpustakaan.
Perpustakaan ini memiliki berbagai fasilitas, termasuk ruang referensi untuk penelitian, ruang baca buku fiksi bagi pengunjung yang ingin menikmati karya sastra, serta ruang baca perpustakaan umum yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan akademik maupun non-akademik.
Upaya Meningkatkan Budaya Kearifan Lokal
Langkah mereka menyusuri lorong-lorong rak buku bukan hanya perjalanan intelektual, tetapi juga napak tilas sejarah.
Salah satu buku yang menarik perhatian mereka adalah Kitab Tumbuhan Obat karya R. Syamsu Hidayat dan Rodame M. Napitupulu, yang membahas berbagai jenis tanaman obat yang telah lama digunakan oleh masyarakat lokal dalam pengobatan tradisional.
Buku ini memberikan wawasan tentang bagaimana tumbuhan asli Sumatera Utara memiliki potensi farmakologi yang dapat dikaji lebih lanjut dengan pendekatan ilmiah.
Baca Juga: Tantangan dan Peluang Manajemen Perpustakaan di Era Digital
Menjelajah Ilmu, Menjaga Budaya
Menjaga budaya adalah upaya penting dalam melestarikan identitas dan nilai-nilai lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Perpustakaan berperan strategis dalam mendokumentasikan serta mempublikasikan karya sastra, sejarah, dan tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya daerah.
Menelusuri ilmu baru merupakan proses yang membuka cakrawala pengetahuan serta mengembangkan potensi diri. Di lingkungan perpustakaan, keberagaman koleksi buku dan sumber informasi digital memfasilitasi pencarian dan pendalaman ilmu dari berbagai bidang.
Pengunjung dapat mengeksplorasi literatur yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan semangat inovasi dan kreativitas.
Kenyamanan Pembaca Meningkatkan Kualitas Literasi
Perpustakaan Daerah Sumatera Utara juga menyediakan koleksi buku digital yang dapat diakses dan dibaca secara online oleh masyarakat.
Selain itu, perpustakaan ini memberikan kenyamanan bagi pengunjung dengan suasana yang tenang, tempat yang rapi, serta fasilitas Wi-Fi gratis yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar dan membaca.
Perpustakaan juga menyediakan tempat penyimpanan barang-barang pribadi guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung selama berada di dalam area perpustakaan. Kenyamanan dalam membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas literasi.
Lingkungan yang kondusif, pencahayaan yang cukup, serta bahan bacaan yang menarik dapat membuat pembaca lebih fokus dan memahami isi bacaan dengan lebih baik.
Selain itu, suasana yang nyaman juga mendorong minat baca yang lebih tinggi. Sehingga, seseorang lebih termotivasi untuk terus mengeksplorasi berbagai sumber ilmu.
Baca Juga: Perpustakaan Keliling di Desa Jayapura
Pinompar ni ari, pangittir ni haluaon
Artinya: Pendidikan adalah cahaya bagi masa depan.
Perpustakaan Daerah Sumatera Utara berperan sebagai pinompar ni ari, tempat di mana masyarakat dapat memperoleh ilmu sebagai bekal untuk masa depan yang lebih cerah.
Dengan koleksi buku yang beragam dan layanan yang ramah, perpustakaan ini menjadi pusat literasi yang menerangi generasi muda agar lebih maju dan berdaya saing. Namun, lebih dari sekadar mencerdaskan, perpustakaan juga menanamkan nilai-nilai kebijaksanaan dan kerendahan hati.
Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga untuk membangun karakter yang menghargai sesama dan tetap rendah hati dalam kehidupan bermasyarakat.
Harapan untuk Generasi Muda
Kunjungan ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya literasi dan pelestarian budaya, tetapi juga memotivasi setiap individu untuk terus menggali ilmu.
Para peserta menegaskan bahwa perpustakaan adalah tempat di mana masa lalu dan masa depan bersinergi, menyatukan cerita dan pengetahuan demi menciptakan kebijaksanaan bersama para mahasiswa menegaskan bahwa perpustakaan adalah tempat di mana masa lalu dan masa depan yang bersinergi.
Penulis:
1. Moses Christanto Siahaan
2. Desry Natalia Sidauruk
3. Lamtama Simarmata
4. Jessica Angelita Lubis
5. Renny Cici Sitorus
Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Medan
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














