Pajak sering dipandang sebagai beban, kewajiban yang datang tiba‑tiba dari negara tanpa penjelasan jelas.
Di lingkup kampus, banyak mahasiswa masih merasa “pajak bukan urusan kita” karena belum bekerja tetap atau merasa penghasilan belum layak dikenakan pajak.
Padahal, pajak adalah urat nadi pembangunan negara dan berpengaruh langsung pada fasilitas pendidikan, infrastruktur, serta program sosial yang juga dinikmati mahasiswa.
Di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tax Centre UMRAH menjadi salah satu wadah strategis untuk mematahkan pemahaman keliru ini dan membentuk mahasiswa yang lebih melek perpajakan sejak dini.
Generasi muda, terutama mahasiswa, adalah calon wajib pajak masa depan.
Banyak di antara kita yang sudah punya penghasilan dari kerja freelance, jualan online, konten kreatif, atau magang berbayar, namun belum sepenuhnya memahami kewajiban perpajakannya.
Jika literasi pajak dibiarkan rendah sejak awal, sangat mungkin ke depan akan muncul budaya “pajak = sesuatu yang harus dihindari”, bukan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan.
Dengan tingginya aktivitas ekonomi digital di kalangan mahasiswa, kesadaran bahwa setiap transaksi berpotensi berdampak pada perpajakan menjadi penting.
Kampus perlu menjadi tempat pertama di mana mahasiswa belajar bahwa pajak bukan hanya soal penghasilan tinggi, tetapi juga tanggung jawab mereka sebagai warga negara yang mendukung pembangunan.
Di sinilah peran Tax Centre UMRAH dapat menjadi penghubung antara teori kampus dengan praktik kewajiban pajak di dunia nyata.
Kampus seharusnya menjadi garda terdepan pembentuk kesadaran pajak, bukan hanya sebagai lokasi pendidikan umum.
Di beberapa perguruan tinggi, upaya ini sudah tampak lewat diskusi pajak, tax club, dan kegiatan inklusi bersama petugas pajak yang membantu mahasiswa memahami peran pajak, manfaatnya bagi negara, dan cara memenuhi kewajiban perpajakan secara sederhana.
Di Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tax Centre UMRAH menjadi salah satu inisiatif nyata dalam memperkuat literasi perpajakan di kalangan mahasiswa dan dosen.
Berdiri melalui kerja sama antara UMRAH dan Kantor Wilayah DJP Kepulauan Riau, Tax Centre UMRAH dirancang sebagai pusat edukasi, pelatihan, dan konsultasi perpajakan yang berbasis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim.
Di sini, mahasiswa bisa mengikuti kegiatan sosialisasi, pelatihan e‑filing, penjelasan dasar PPh maupun PPN, hingga diskusi khusus tentang pajak bagi pelaku usaha kecil dan digital.
Tax Centre UMRAH tidak hanya bekerja untuk kalangan internal kampus, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya.
Dengan demikian, kampus bukan lagi ruang yang “tertutup” dari isu perpajakan, tapi menjadi corong edukasi bagi masyarakat luas.
Bahkan, Tax Centre UMRAH telah mendapat pengakuan dari Direktorat Jenderal Pajak Kepri atas kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran pajak di wilayah Kepulauan Riau.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kampus, melalui Tax UMRAH, bisa menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun budaya perpajakan yang lebih sehat dan transparan.
Sebagai mahasiswa, kita perlu membalikkan cara pandang: pajak bukan sekadar potongan, tapi investasi sosial jangka panjang.
Gedung kampus, beasiswa, jalan raya, hingga ketersediaan fasilitas kesehatan di sekitar kita, sebagian besar dibiayai dari penerimaan negara yang didominasi oleh pajak.
Dengan meningkatkan kesadaran pajak sejak dini melalui Tax Centre UMRAH, kita tidak hanya menjadi wajib pajak yang patuh, tetapi juga warga negara yang lebih kritis dan terlibat dalam mengawasi kebijakan fiskal.
Kampus yang berani mengintegrasikan Tax UMRAH sebagai bagian dari misi akademik sedang berinvestasi pada generasi wajib pajak yang cerdas, jujur, dan bertanggung jawab.
Kegiatan Tax Centre UMRAH yang inklusif, terbuka, dan berkelanjutan akan membentuk mahasiswa yang siap menghadapi dunia kerja dengan sikap sadar pajak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan itu sendiri.
Pajak seharusnya tidak hanya menjadi beban, tapi budaya yang dipahami dan dijalani dengan kesadaran.
Kampus, sebagai tempat pembentukan karakter dan wawasan, memiliki tanggung jawab besar untuk memperkenalkan dan membangun kesadaran pajak di kalangan mahasiswa.
Di Universitas Maritim Raja Ali Haji, keberadaan Tax Centre UMRAH menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kesadaran pajak generasi muda yang lebih matang dan bertanggung jawab.
Ketika generasi muda mulai memahami bahwa membayar pajak secara benar adalah bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan negara, maka di sinilah pajak berubah dari sekadar kewajiban menjadi sebuah kesepakatan bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Penulis:
1. Dimas Vianthieno Irawan (2504010238)
2. Hermania Putri (2504010131)
3. Marsa Allika Ramadhani (2504010002)
4. Melani Putri Amanda (2504010103)
5. Meylani (2504010014)
6. Muhamad Khairil (2504010106)
7. Nadine Alfani Diza (2504010058)
Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Dosen Pengampu: Ardiansyah, S.E., M.Si.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












