Pendahuluan
Konflik panjang di Palestina tidak hanya menyisakan reruntuhan bangunan dan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mendalam tentang komitmen dunia terhadap prinsip-prinsip dasar Hak Asasi Manusia (HAM).
Setiap hari, ribuan warga sipil Palestina menghadapi kekerasan, pengusiran, dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Ironisnya, di tengah penderitaan yang nyata ini, dunia tampak memilih untuk membisu dan membiarkan tragedi terus berlangsung.
Pembahasan
HAM merupakan hak dasar yang seharusnya melekat pada setiap manusia tanpa terkecuali, termasuk rakyat Palestina. Namun kenyataannya, hak-hak itu terus dilanggar: mulai dari hak hidup, hak atas perlindungan hukum, hingga hak untuk hidup bermartabat. Serangan terhadap rumah sakit, sekolah, dan kawasan sipil lainnya menunjukkan betapa hak-hak itu diabaikan secara terang-terangan.
Lebih menyedihkan lagi, sebagian besar komunitas internasional hanya bersuara sebatas retorika tanpa tindakan nyata. Resolusi-resolusi yang dihasilkan oleh berbagai lembaga dunia sering kali tidak membuahkan sanksi atau intervensi yang berarti. Kepentingan politik, ekonomi, dan aliansi strategis membuat tragedi kemanusiaan ini terus diabaikan.
Diamnya dunia bukan hanya bentuk ketidakpedulian, tapi juga menjadi bagian dari masalah yang memperparah situasi. Ketika keadilan hanya ditegakkan secara selektif, maka hukum internasional kehilangan maknanya.
Penutup
Palestina hari ini menjadi cermin bagi nilai-nilai kemanusiaan global. Apakah dunia benar-benar memperjuangkan HAM, atau hanya menggunakannya sebagai alat politik? Sudah saatnya dunia berhenti membisu. Keadilan untuk Palestina bukan hanya tuntutan moral, tapi juga panggilan bagi nurani kemanusiaan kita semua.
Penulis: Dian Ramadhani
Mahasiswa Hukum, Universitas Bung Hatta
Dosen Pengampu: Helmi Chandra SY S.H.,M.H.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












