Pandangan Anak Muda Mengenai Capres 2024

Pemilu 2024
Ilustrasi Generasi Muda (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Seperti yang kita ketahui, sekarang isu politik yang sangat panas diperbincangkan adalah tentang capres 2024.

Saya sebagai mahasiswa dan rakyat dari negeri ini tentu ikut andil dalam memilih calon presiden yang akan memimpin negara ini untuk kedepannya.

Hal yang kita perhatikan sebagai masyarakat dalam memilih presiden yaitu, latar belakang orangnya gimana seperti partai kemudian apa saja janji yang ditawarkannya kepada masyarakat apabila terpilih dan bagaimana cara pendekatannya kepada masyarakat agar dapat terpilih menjadi presiden berikutnya.

Bacaan Lainnya
DONASI

Isu-isu politik ini dibicarakan tidak hanya ketika situasi serius, namun ketika saat-saat santai seperti piknik atau ngumpul pun hal ini sering disinggung.

Bagaimana tidak disinggung, hal ini merupakan hal yang sangat penting baik bagi negara maupun masyarakat.

Karena, apabila mereka memilih presiden secara asal-asalan dan tidak jelas asal usul maupun visi misinya maka itu sangat mempengaruhi kehidupan mereka nantinya apakah masyarakatnya akan senang dan makmur atau malah sengsara karena salah memilih presiden.

Menurut data dari KPU, jumlah pemilih dari usia 20-24 telah mencapai sekitar 60 persen pada pemilu tahun 2024 ini yaitu sekitar 110 juta orang.

Hal ini, membuat anak muda menjadi salah satu pemilih yang memiliki dampak yang sangat besar terhadap pemilu nantinya.

Namun, apakah dengan jumlah yang sangat besar ini dapat membuat anak-anak muda khususnya kalangan gen Z untuk dapat tertarik untuk memilih calon presiden berikutnya?

Saya sebagai mahasiswa dan remaja gen Z melihat banyak sekali anak-anak muda yang seusia atau bahkan diatas saya yang tidak tertarik dengan pemilu ini.

Bahkan, ada beberapa anak muda yang baru tau bahwa pemilu akan diadakan. Juga, beberapa anak muda masih ada yang tidak  tau capres yang telah ada saat ini.

Hal ini, membuktikan bahwa memang masih banyak sekali anak muda khususnya kalangan gen Z yang masih bodoh amat soal  pemilu ini.

Mereka, lebih mementingkan masalah pribadi mereka ketimbang menggunakan hak suaranya untuk membantu negaranya mencapai negara yang makmur dan maju.

Ini menjadi suatu tantangan untuk pemerintah agar bagaimana cara mereka mengajak kalangan anak muda khsusunya gen z untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilu 2024 nantinya.

Karena, pemilu pada tahun 2019 mensurvei bahwa masih banyak pemilih yang tidak menggunakan suaranya, yaitu sekitar 34,7 juta jiwa dan kebanyakan yang golput ini berasal dari golongan anak muda.

Namun, ada satu calon presiden yang banyak digemari anak-anak muda terkhususnya kalangan gen Z dan sering sekali muncul di media sosial seperti tiktok, ig dan lain-lain.

Orang tersebut adalah Prabowo Subianto. Hal itu bukan tanpa sebab, ia mempunyai visi dan misi yang dinilai aman untuk masa depan generasi muda.

Bahkan, Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farhan menilai bahwa anak-anak muda sekarang merasa bahwa visi misi prabowo sama dengan yang diinginkan generasi muda.

”Mereka seperti menemukan jawaban atas visi misi dan angan-angan masa depan, bukan hanya masa depan mereka, tetapi juga masa depan Indonesia,” kata Yusak.

Dalam hasil survey Indikator Politik Indonesia periode 20-24 Juni 2023 Prabowo mendapatkan dukungan tertinggi di kalangan anak muda Indonesia. Kalangan gen Z yang mendukung prabowo sebanyak 40,5 persen untuk dijadikan presiden Indonesia selanjutnya.

Tidak hanya generasi muda, ternyata di kalangan generasi milenial pun Prabowo juga mendapat suara dukungan tertinggi yaitu sebanyak 37,1 persen.

Hal ini, menunjukkan bahwa Prabowo dapat mengambil suara hati rakyat dan menjadi salah satu kandidat calon presiden yang kompeten.

Selain dari visi dan misi, para calon presiden tahun 2024 berlomba-lomba untuk mendekatkan diri mereka ke kalangan anak muda dengan cara menggunakan sosial media.

Bagaimana tidak, sosial media merupakan salah satu tempat yang digunakan oleh kalangan muda untuk menghabiskan waktu kosong atau bahkan untuk melepaskan stress.

Jadi, para calon presiden memakai sosial media ini untuk merangkul anak-anak muda dan untuk menganalisis bagaimana cara pandang anak muda terhadap mereka nantinya.

Platform sosial media yang sekarang sering digunakan oleh kalangan muda, yaitu Tiktok. Disana banyak sekali tersebar info-info ter-update khususnya isu pemilu tahun 2024.

Anak-anak muda yang sedang bosan dan membuka sosial media untuk melihat hiburan tentu pasti terganggu dengan adanya konten-konten seperti pemilu yang terlalu serius.

Nah, disanalah tugas bagi para calon presiden untuk membuat bagaimana cara agar anak muda  tidak hanya terhibur namun juga memilih mereka untuk menjadi presiden berikutnya.

Salah satu hal yang harus dimiliki para capres tersebut adalah mereka harus memiliki sifat yang ramah, humble dan tidak kaku.

Pembawaan seperti itu, tentu akan membuat anak muda merasa lebih dekat dengan mereka, sehingga mereka senang dan terhibur juga membuat mereka berpikir bahwa nantinya yang mereka pilih tersebut memiliki visi dan misi yang sama untuk kalangan generasi muda selanjutnya.

Sebagai anak muda, saya juga sangat menantikan siapa yang akan menjadi presiden berikutnya, dan semoga nantinya yang terpilih menjadi calon presiden berikutnya tidak hanya janji manis saja tetapi juga di terapkan ketika telah terpilih.

Saya, juga berharap nantinya yang terpilih nanti dapat membawa generasi muda sekarang menjadi generasi yang cerdas.

Penulis: Adrian Rizal Saputra
Mahasiswa Ilmu KomunikasiUniversitas Andalas

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI